Rombongan Menko AHY Tak Lewati Antrean Sri Sultan HB X di Lampu Merah, Ini Penjelasannya
Minggu, 12 Oktober 2025 - 17:20 WIB
loading...
Staf Khusus Menko Infra Bidang Komunikasi dan Informasi Publik, Herzaky Mahendra Putra menepis kabar Menko Infra Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melewati antrean Sri Sultan HB X di lampu merah kawasan Yogyakarta. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Viral di media sosial (medsos), video yang memperlihatkan rombongan pejabat melewati kendaraan Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X , yang sedang berhenti mengantre di lampu merah jalan atau traffic light kawasan Yogyakarta. Padahal lampu jalan sedang berwarna merah, dan rombongan pejabat itu justru mendahului kendaraan Sri Sultan HB X yang taat mengantre.
Dari narasi viral yang beredar di medsos, publik menduga bahwa rombongan yang melewati Sri Sultan HB X merupakan iring-iringan kendaraan dari Kementerian Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Sebab disebutkan jika Sri Sultan dalam agenda mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam kegiatan di Gunungkidul.
Baca juga: Presiden Prabowo Sapa AHY di Munas PKS: Penerus SBY
Staf Khusus Menko Infra Bidang Komunikasi dan Informasi Publik, Herzaky Mahendra Putra mengaku bila Sri Sultan HB X memang mendampingi Menko AHY dalam kegiatan di Gunungkidul. Namun setelah kegiatan selesai, rombongan Menko AHY langsung meninggalkan lokasi sekitar 30 menit lebih awal mendahului Sri Sultan HB X.
“Kalau ada yang membuat pernyataan bahwa itu rombongan Menko AHY (yang mendahuli di lampu merah), tentu tuduhan ini tidak benar dan tidak berdasar. Pak Menko AHY sudah meninggalkan tempat sekitar 30 menit lebih awal mendahului Sri Sultan. Jadi, tidak mungkin Pak Menko AHY malah tertinggal dan harus mendahului Sri Sultan di lampu merah seperti terlihat di video,” kata Herzaky dalam keterangannya, Minggu (12/10/2025).
Dalam kesempatan itu dia menyinggung pegawai Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang mengeluarkan pernyataan menyudutkan terkait kejadian ini. Dia berharap semua pihak agar selalu mengkonfirmasi kebenaran sebuah peristiwa sebelum berkomentar kepada publik.
Baca juga: Kisah 6 Juta Gulden Sumbangan Raja Yogyakarta Modal Awal Negara Republik Indonesia
"Ada nama salah satu staf Humas dari salah satu instansi pemerintahan di DIY yang kami baca di pemberitaan tampak memberikan komentar mengarah ke sana. Mungkin karena tidak mengetahui faktanya, atau karena mendapatkan pertanyaan yang mengarahkan dari pihak tertentu. Sebagai seorang staf humas yang memiliki peran mencerahkan dan mengedukasi publik, kami harap beliau bisa lebih berhati-hati dalam berbicara,” kata Herzaky.
“Kemudian, kalau ingin memastikan itu rombongan siapa, bisa dicek nomor pelat merah salah satu mobil dalam rombongan tersebut. Silakan netizen mencari tahu, pelat merah itu terasosiasi dengan instansi mana,” sambungnya.
Selain itu dia juga prihatin, terhadap sejumlah akun sosial media yang membuat unggahan secara tidak bertanggung jawab tanpa mengecek data dan fakta. Sebab narasinya menyebutkan jika rombongan Menko AHY melanggar lampu merah dan melawan arah.
“Kami harapkan semua pihak dapat menggunakan kebebasan bermedia sosial dengan baik dan bertanggung jawab," tandas Herzaky.
Dari narasi viral yang beredar di medsos, publik menduga bahwa rombongan yang melewati Sri Sultan HB X merupakan iring-iringan kendaraan dari Kementerian Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Sebab disebutkan jika Sri Sultan dalam agenda mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam kegiatan di Gunungkidul.
Baca juga: Presiden Prabowo Sapa AHY di Munas PKS: Penerus SBY
Staf Khusus Menko Infra Bidang Komunikasi dan Informasi Publik, Herzaky Mahendra Putra mengaku bila Sri Sultan HB X memang mendampingi Menko AHY dalam kegiatan di Gunungkidul. Namun setelah kegiatan selesai, rombongan Menko AHY langsung meninggalkan lokasi sekitar 30 menit lebih awal mendahului Sri Sultan HB X.
“Kalau ada yang membuat pernyataan bahwa itu rombongan Menko AHY (yang mendahuli di lampu merah), tentu tuduhan ini tidak benar dan tidak berdasar. Pak Menko AHY sudah meninggalkan tempat sekitar 30 menit lebih awal mendahului Sri Sultan. Jadi, tidak mungkin Pak Menko AHY malah tertinggal dan harus mendahului Sri Sultan di lampu merah seperti terlihat di video,” kata Herzaky dalam keterangannya, Minggu (12/10/2025).
Dalam kesempatan itu dia menyinggung pegawai Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang mengeluarkan pernyataan menyudutkan terkait kejadian ini. Dia berharap semua pihak agar selalu mengkonfirmasi kebenaran sebuah peristiwa sebelum berkomentar kepada publik.
Baca juga: Kisah 6 Juta Gulden Sumbangan Raja Yogyakarta Modal Awal Negara Republik Indonesia
"Ada nama salah satu staf Humas dari salah satu instansi pemerintahan di DIY yang kami baca di pemberitaan tampak memberikan komentar mengarah ke sana. Mungkin karena tidak mengetahui faktanya, atau karena mendapatkan pertanyaan yang mengarahkan dari pihak tertentu. Sebagai seorang staf humas yang memiliki peran mencerahkan dan mengedukasi publik, kami harap beliau bisa lebih berhati-hati dalam berbicara,” kata Herzaky.
“Kemudian, kalau ingin memastikan itu rombongan siapa, bisa dicek nomor pelat merah salah satu mobil dalam rombongan tersebut. Silakan netizen mencari tahu, pelat merah itu terasosiasi dengan instansi mana,” sambungnya.
Selain itu dia juga prihatin, terhadap sejumlah akun sosial media yang membuat unggahan secara tidak bertanggung jawab tanpa mengecek data dan fakta. Sebab narasinya menyebutkan jika rombongan Menko AHY melanggar lampu merah dan melawan arah.
“Kami harapkan semua pihak dapat menggunakan kebebasan bermedia sosial dengan baik dan bertanggung jawab," tandas Herzaky.
(shf)
Lihat Juga :