Gempa Filipina M7,6 Picu Tsunami Minor di Talaud Akibat Aktivitas Zona Megathrust
Jum'at, 10 Oktober 2025 - 11:19 WIB
loading...
BMKG membeberkan gempa bumi M7,6 yang menyebabkan tsunami minor di kawasan Talaud, Sulawesi Utara dipicu aktivitas subduksi lempeng zona megathrust. Foto/Ilustrasi/Dok.SindoNews
A
A
A
TALAUD - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membeberkan gempa bumi M7,6 yang menyebabkan tsunami minor di Talaud dipicu aktivitas subduksi lempeng zona megathrust. Dilaporkan pusat gempa berada di timur Filipina dan terasa kuat hingga perairan Talaud, Sulawesi Utara. Gempa ini terjadi pada Jumat (10/10/2025) pukul 08.43.58 WIB.
"Gempa ini dipicu aktivitas subduksi lempeng megathrust dimana Lempeng Laut Filipina menunjam ke bawah Lempeng Eurasia tepat di Palung Filipina ( Filipina Trench)," ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangannya, Jumat (10/10/2025).
Baca juga: Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Destruktif Dikeluarkan
Daryono pun menjelaskan wilayah Timur Filipina rawan gempabumi dan tsunami. "Wilayah timur Filipina tidak hanya rawan gempa tapi juga rawan tsunami," sebutnya.
Daryono menjelaskan tektonik Filipina adalah sistem lempeng yang kompleks, dibentuk oleh interaksi zona subduksi Lempeng Pasifik, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Indo-Australia dengan Lempeng Laut Filipina.
Baca juga: Waspada! Tsunami di Sulut-Papua hingga 50 Cm usai Gempa M7,6
Sementara, data National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), 50 tahun terakhir kurang lebih di wilayah episenter (waktu terjadi, magnitudo, ketinggian air maksimun):
1. 10/01/1970, M7.6, 0.06 meter.
2. 02/12/1972, M7.4, 0.5 meter.
3. 17/05/1992, M7.3, 6 meter.
4. 11/08/2021, M7.1, 0.05 meter.
5. 02/12/2023, M7.6, 0.32 meter.
"Gempa ini dipicu aktivitas subduksi lempeng megathrust dimana Lempeng Laut Filipina menunjam ke bawah Lempeng Eurasia tepat di Palung Filipina ( Filipina Trench)," ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangannya, Jumat (10/10/2025).
Baca juga: Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Destruktif Dikeluarkan
Daryono pun menjelaskan wilayah Timur Filipina rawan gempabumi dan tsunami. "Wilayah timur Filipina tidak hanya rawan gempa tapi juga rawan tsunami," sebutnya.
Daryono menjelaskan tektonik Filipina adalah sistem lempeng yang kompleks, dibentuk oleh interaksi zona subduksi Lempeng Pasifik, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Indo-Australia dengan Lempeng Laut Filipina.
Baca juga: Waspada! Tsunami di Sulut-Papua hingga 50 Cm usai Gempa M7,6
Sementara, data National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), 50 tahun terakhir kurang lebih di wilayah episenter (waktu terjadi, magnitudo, ketinggian air maksimun):
1. 10/01/1970, M7.6, 0.06 meter.
2. 02/12/1972, M7.4, 0.5 meter.
3. 17/05/1992, M7.3, 6 meter.
4. 11/08/2021, M7.1, 0.05 meter.
5. 02/12/2023, M7.6, 0.32 meter.
(shf)
Lihat Juga :