Pelaku Teror Bom Sekolah Internasional di Jakut Minta Tebusan USD30.000 Via Kripto
Rabu, 08 Oktober 2025 - 13:21 WIB
loading...
Petugas menyisir sekolah internasional di Kelapa Gading, Jakarta Utara yang mendapat teror ancaman bom pada dini hari tadi. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Sekolah internasional di Kelapa Gading, Jakarta Utara mendapat teror ancaman bom pada dini hari tadi. Pelaku terror tersebut meminta tebusan USD30.000 yang dikirim melalui kripto.
"Minta uangnya lewat kripto nilainya sekitar USD 30.000," kata Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko, Rabu (8/10/2025).
Seto menerangkan, pengirim pesan teror tersebut menggunakan kode ponsel negara Nigeria. Kepolisian sudah berkoordinasi dengan Asosiasi Cryto untuk melakukan penelusuran dan penyelidikan.
“Mereka minta transfer lewat kripto ke salah satu wallet address, nah dari pihak kepolisian berkoordinasi dengan pihak kripto. Sedang dilakukan,” ujar dia.
Baca juga: Teror Bom 2 Sekolah di Tangsel, Polisi Buru Pelaku
Teror tersebut diterima oleh pihak sekolah pada dini hari tadi. Tim Jibom Gegana Polda Metro Jaya telah melakukan penyisiran. “Pada hari Rabu tanggal 8 Oktober 2025 sekira pukul 00.15 WIB, telah dilakukan pengecekan TKP adanya info teror bom di sekolah NJIS (North Jakarta Intercultural School),” ungkapnya.
Teror tersebut diterima oleh pihak sekolah pada dini hari tadi. Tim Jibom kemudian melakukan sterilisasi di North Jakarta Intercultural School (NJIS).
Baca juga: Kronologi Sekolah Internasional di Kelapa Gading Dapat Teror Bom
"Pada sekitar pukul 00.15 WIB dilakukan pengecekan sementara di bagian lantai dasar dan bagian luar sekitar sekolah NJIS,” ungkapnya dia.
Dia menambahkan, setelah dilakukan penyisiran selama 15 menit, tidak ditemukan adanya bom yang dimaksud di seluruh area sekolah. "Pada pukul 00.30 WIB kegiatan cek TKP teror bom selesai, dengan hasil tidak ditemukan adanya benda-benda yang dicurigai, situasi aman dan kondusif," jelas dia.
"Minta uangnya lewat kripto nilainya sekitar USD 30.000," kata Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko, Rabu (8/10/2025).
Seto menerangkan, pengirim pesan teror tersebut menggunakan kode ponsel negara Nigeria. Kepolisian sudah berkoordinasi dengan Asosiasi Cryto untuk melakukan penelusuran dan penyelidikan.
“Mereka minta transfer lewat kripto ke salah satu wallet address, nah dari pihak kepolisian berkoordinasi dengan pihak kripto. Sedang dilakukan,” ujar dia.
Baca juga: Teror Bom 2 Sekolah di Tangsel, Polisi Buru Pelaku
Teror tersebut diterima oleh pihak sekolah pada dini hari tadi. Tim Jibom Gegana Polda Metro Jaya telah melakukan penyisiran. “Pada hari Rabu tanggal 8 Oktober 2025 sekira pukul 00.15 WIB, telah dilakukan pengecekan TKP adanya info teror bom di sekolah NJIS (North Jakarta Intercultural School),” ungkapnya.
Teror tersebut diterima oleh pihak sekolah pada dini hari tadi. Tim Jibom kemudian melakukan sterilisasi di North Jakarta Intercultural School (NJIS).
Baca juga: Kronologi Sekolah Internasional di Kelapa Gading Dapat Teror Bom
"Pada sekitar pukul 00.15 WIB dilakukan pengecekan sementara di bagian lantai dasar dan bagian luar sekitar sekolah NJIS,” ungkapnya dia.
Dia menambahkan, setelah dilakukan penyisiran selama 15 menit, tidak ditemukan adanya bom yang dimaksud di seluruh area sekolah. "Pada pukul 00.30 WIB kegiatan cek TKP teror bom selesai, dengan hasil tidak ditemukan adanya benda-benda yang dicurigai, situasi aman dan kondusif," jelas dia.
(cip)
Lihat Juga :