Protes Larangan Jual Rokok di Raperda KTR, Ratusan Pedagang Geruduk DPRD DKI
Selasa, 07 Oktober 2025 - 12:56 WIB
loading...
A
A
A
"Ini enggak bisa kita biarkan anggota DPRD bikin perda seenak jidatnya sendiri, betul? Semau-maunya sendiri, mereka enak mendapat tunjangan sebulan Rp70 juta," tambahnya.
"Betul!!" timpal massa aksi.
Yusro menyebut keuntungan dalam penjualan rokok pun tidak seberapa. Ia meminta anggota dewan agar memikirkan efek bagi rakyat terutama pelaku UMKM maupun pedagang asongan.
"Kita sehari dapat untung Rp70 ribu, berapa sih untung rokok? Berapa untung rokok satu bungkus? Rp1.000 sehari lalu 20 bungkus dapat Rp20 ribu, bandingkan dengan Rp70 juta per bulan mereka anggota dewan. Enak betul mereka bikin perda tanpa memikirkan efek buat rakyat," ujarnya.
Ketua APKLI Ali Mahsun hingga Sekjen APKLI serta satu pedagang asongan diterima perwakilan Anggota Panitia Khusus (Pansus) Raperda KTR DPRD DKI Johnny Simanjuntak.
"Betul!!" timpal massa aksi.
Yusro menyebut keuntungan dalam penjualan rokok pun tidak seberapa. Ia meminta anggota dewan agar memikirkan efek bagi rakyat terutama pelaku UMKM maupun pedagang asongan.
"Kita sehari dapat untung Rp70 ribu, berapa sih untung rokok? Berapa untung rokok satu bungkus? Rp1.000 sehari lalu 20 bungkus dapat Rp20 ribu, bandingkan dengan Rp70 juta per bulan mereka anggota dewan. Enak betul mereka bikin perda tanpa memikirkan efek buat rakyat," ujarnya.
Ketua APKLI Ali Mahsun hingga Sekjen APKLI serta satu pedagang asongan diterima perwakilan Anggota Panitia Khusus (Pansus) Raperda KTR DPRD DKI Johnny Simanjuntak.
Lihat Juga :