Misteri Dentuman di Cirebon Terungkap, Meteor Jatuh di Laut Jawa
Senin, 06 Oktober 2025 - 09:44 WIB
loading...
Fenomena dentuman misterius yang menghebohkan warga Cirebon dan Kuningan, Minggu (5/10/2025) malam akhirnya terungkap. BRIN memastikan sumber suara berasal dari meteor yang jatuh di Laut Jawa dekat wilayah Cirebon. Foto: Ist/Medsos
A
A
A
CIREBON - Fenomena dentuman misterius yang menghebohkan warga Cirebon dan Kuningan, Minggu (5/10/2025) malam akhirnya terungkap. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan sumber suara tersebut berasal dari meteor berukuran cukup besar yang jatuh di Laut Jawa dekat wilayah Cirebon.
Peneliti Astronomi BRIN Thomas Djamaluddin menjelaskan hasil analisis menunjukkan meteor tersebut melintas dari arah barat daya memasuki wilayah udara Kuningan dan Kabupaten Cirebon sekitar pukul 18.35 hingga 18.39 WIB.
Baca juga: Meteor Jatuh di Wilayah Eropa Timbulkan Warna Biru Terang
“Saya menyimpulkan itu adalah meteor cukup besar yang melintas memasuki wilayah Kuningan dan Kabupaten Cirebon dari arah barat daya sekitar pukul 18.35–18.39 WIB,” ujar Thomas, Senin (6/10/2025).
Suara dentuman yang terdengar oleh warga terjadi akibat gelombang kejut (sonic boom) ketika meteor memasuki lapisan atmosfer yang lebih rendah. Gelombang kejut inilah yang menimbulkan suara keras hingga getaran ringan yang sempat dirasakan masyarakat.
Thomas menuturkan alat seismograf milik BMKG sempat mendeteksi getaran pada pukul 18.39.12 WIB bertepatan dengan waktu meteor memasuki atmosfer dan menghasilkan dentuman.
Terkait lokasi jatuhnya meteor, Thomas memastikan bahwa benda langit itu jatuh di wilayah perairan Laut Jawa. “Meteor jatuh di Laut Jawa, ya masih dekat dengan Cirebon,” kata alumni SMPN 1 Cirebon dan SMAN 2 Cirebon itu.
Fenomena ini sontak menarik perhatian publik setelah banyak warga di Cirebon dan Kuningan mendengar suara dentuman keras dan melihat kilatan cahaya di langit. Hasil analisis BRIN menegaskan bahwa peristiwa tersebut adalah fenomena astronomi alami, bukan ledakan buatan manusia atau aktivitas seismik.
Peneliti Astronomi BRIN Thomas Djamaluddin menjelaskan hasil analisis menunjukkan meteor tersebut melintas dari arah barat daya memasuki wilayah udara Kuningan dan Kabupaten Cirebon sekitar pukul 18.35 hingga 18.39 WIB.
Baca juga: Meteor Jatuh di Wilayah Eropa Timbulkan Warna Biru Terang
“Saya menyimpulkan itu adalah meteor cukup besar yang melintas memasuki wilayah Kuningan dan Kabupaten Cirebon dari arah barat daya sekitar pukul 18.35–18.39 WIB,” ujar Thomas, Senin (6/10/2025).
Suara dentuman yang terdengar oleh warga terjadi akibat gelombang kejut (sonic boom) ketika meteor memasuki lapisan atmosfer yang lebih rendah. Gelombang kejut inilah yang menimbulkan suara keras hingga getaran ringan yang sempat dirasakan masyarakat.
Thomas menuturkan alat seismograf milik BMKG sempat mendeteksi getaran pada pukul 18.39.12 WIB bertepatan dengan waktu meteor memasuki atmosfer dan menghasilkan dentuman.
Terkait lokasi jatuhnya meteor, Thomas memastikan bahwa benda langit itu jatuh di wilayah perairan Laut Jawa. “Meteor jatuh di Laut Jawa, ya masih dekat dengan Cirebon,” kata alumni SMPN 1 Cirebon dan SMAN 2 Cirebon itu.
Fenomena ini sontak menarik perhatian publik setelah banyak warga di Cirebon dan Kuningan mendengar suara dentuman keras dan melihat kilatan cahaya di langit. Hasil analisis BRIN menegaskan bahwa peristiwa tersebut adalah fenomena astronomi alami, bukan ledakan buatan manusia atau aktivitas seismik.
(jon)
Lihat Juga :