BNPB: Pembersihan Puing Ponpes Al Khoziny Berisiko Terjadi Reruntuhan Susulan
Senin, 06 Oktober 2025 - 07:24 WIB
loading...
BNPB membeberkan kendala tim SAR dalam pembersihan puing robohnya bangunan musala Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. Ada bagian reruntuhan bangunan yang terhubung dengan gedung lama di sebelahnya. Foto: Sindonews
A
A
A
SIDOARJO - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membeberkan kendala tim SAR dalam pembersihan puing robohnya bangunan musala Pondok Pesantren Al Khoziny , Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Ada bagian reruntuhan bangunan yang terhubung dengan gedung lama di sebelahnya.
"Posisinya berada di selatan gedung utama yang telah roboh," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari atau Aam, Senin (6/10/2025).
Baca juga: Update Korban Ponpes Al Khoziny: 49 Santri Meninggal, 14 Masih Dicari
Otomatis, tim harus mengatur strategi baru dan penanganan khusus sebagai pemecahan solusi. Dia memastikan tim SAR gabungan tidak mau gegabah mengambil keputusan tanpa perhitungan, apalagi kondisi bangunan lama terlihat miring.
"Apabila dipaksakan, maka dikhawatirkan dapat merusak atau justru memicu robohnya gedung di sebelahnya. Jika itu terjadi, maka akan ada pekerjaan baru yang lebih berat," ujarnya.
Konsultan ahli dari Institut Teknologi Surabaya (ITS) didatangkan untuk memberikan rekomendasi. Hasilnya, tim diharuskan membuat penahan gedung lama yang masih berdiri agar selama proses cutting dapat dilakukan tanpa merusak apa pun.
Aam menuturkan di tengah kendala yang dihadapi, fokus utama tim SAR adalah tetap melanjutkan pembersihan material yang sudah ambruk di sektor selatan.
"Tujuannya adalah memaksimalkan penemuan jenazah maupun potongan tubuh lainnya sampai benar-benar dapat dipastikan semuanya sudah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian," ujarnya.
Setelah semua berhasil dilakukan, maka langkah terakhir adalah memotong bagian yang terhubung dengan gedung lainnya. Segenap tim di lapangan terus berupaya semaksimal mungkin agar operasi SAR dan pembersihan dapat berjalan tanpa menimbulkan masalah baru.
"Tim SAR gabungan yang bertugas selama 24 jam secara bergantian telah mendapatkan dukungan ketahanan fisik dan stamina selama melaksanakan misi kemanusiaan. Diharapkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dalam tempo sesingkat-singkatnya," kata Aam.
"Posisinya berada di selatan gedung utama yang telah roboh," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari atau Aam, Senin (6/10/2025).
Baca juga: Update Korban Ponpes Al Khoziny: 49 Santri Meninggal, 14 Masih Dicari
Otomatis, tim harus mengatur strategi baru dan penanganan khusus sebagai pemecahan solusi. Dia memastikan tim SAR gabungan tidak mau gegabah mengambil keputusan tanpa perhitungan, apalagi kondisi bangunan lama terlihat miring.
"Apabila dipaksakan, maka dikhawatirkan dapat merusak atau justru memicu robohnya gedung di sebelahnya. Jika itu terjadi, maka akan ada pekerjaan baru yang lebih berat," ujarnya.
Konsultan ahli dari Institut Teknologi Surabaya (ITS) didatangkan untuk memberikan rekomendasi. Hasilnya, tim diharuskan membuat penahan gedung lama yang masih berdiri agar selama proses cutting dapat dilakukan tanpa merusak apa pun.
Aam menuturkan di tengah kendala yang dihadapi, fokus utama tim SAR adalah tetap melanjutkan pembersihan material yang sudah ambruk di sektor selatan.
"Tujuannya adalah memaksimalkan penemuan jenazah maupun potongan tubuh lainnya sampai benar-benar dapat dipastikan semuanya sudah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian," ujarnya.
Setelah semua berhasil dilakukan, maka langkah terakhir adalah memotong bagian yang terhubung dengan gedung lainnya. Segenap tim di lapangan terus berupaya semaksimal mungkin agar operasi SAR dan pembersihan dapat berjalan tanpa menimbulkan masalah baru.
"Tim SAR gabungan yang bertugas selama 24 jam secara bergantian telah mendapatkan dukungan ketahanan fisik dan stamina selama melaksanakan misi kemanusiaan. Diharapkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dalam tempo sesingkat-singkatnya," kata Aam.
(jon)
Lihat Juga :