Jelang Kampanye Pilkada, Polda Jateng Petakan Tingkat Kerawanan 21 Daerah
Minggu, 13 September 2020 - 10:57 WIB
loading...
Anggota Brimob saat menggelar simulasi. Ribuan personel Polri-TNI dikerahkan untuk mengamankan pelaksanaan pilkada serentak 2020 di sejumlah daerah di Jateng. Foto/Dok Sindonews/Ahmad Antoni
A
A
A
SEMARANG - Kepolisian daerah (Polda) Jawa Tengah telah memetakan sejumlah titik kerawanan dalam Pilkada Serentak 2020 yang digelar di 21 daerah. Pemetaan tersebut menggunakan alat ukur Indeks Potensi Kerawanan (IPK).
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna menerangkan, IPK Pilkada 2020 diukur menggunakan lima dimensi, 17 variabel, dan 118 indikator. Keseluruhannya disandingkan dengan karakteristik potensi kerawanan dari masing-masing daerah.
"Itu sudah menjadi catatan kepolisian untuk dijadikan pedoman dalam rangka melakukan deteksi dini dan mencegah dini terjadinya gangguan kamtibmas, atau terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan yang jadi dasar pengamanan oleh satuan kewilayahan," terang Iskandar, Minggu (13/9/2020).
Menurutnya, ada sekitar 14 ribu personel Polri-TNI dikerahkan untuk mengamankan daerah-daerah yang menggelar pilkada. Semua daerah menjadi fokus perhatian pengamanan pilkada, tapi dengan eskalasi yang berbeda.
"Tidak menutup kemungkinan di 21 lokasi tersebut ada daerah-daerah kita anggap kurang rawan, rawan, dan sangat rawan," ujarnya.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna menerangkan, IPK Pilkada 2020 diukur menggunakan lima dimensi, 17 variabel, dan 118 indikator. Keseluruhannya disandingkan dengan karakteristik potensi kerawanan dari masing-masing daerah.
"Itu sudah menjadi catatan kepolisian untuk dijadikan pedoman dalam rangka melakukan deteksi dini dan mencegah dini terjadinya gangguan kamtibmas, atau terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan yang jadi dasar pengamanan oleh satuan kewilayahan," terang Iskandar, Minggu (13/9/2020).
Menurutnya, ada sekitar 14 ribu personel Polri-TNI dikerahkan untuk mengamankan daerah-daerah yang menggelar pilkada. Semua daerah menjadi fokus perhatian pengamanan pilkada, tapi dengan eskalasi yang berbeda.
"Tidak menutup kemungkinan di 21 lokasi tersebut ada daerah-daerah kita anggap kurang rawan, rawan, dan sangat rawan," ujarnya.
Lihat Juga :