BAZNAS, Putusan MK, dan Unifikasi Sistem: Perspektif Ekonomi Syariah

Kamis, 02 Oktober 2025 - 06:05 WIB
loading...
BAZNAS, Putusan MK,...
Prof. Dr. Ade Sofyan Mulazid, S.Ag., M.H, (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
A A A
Oleh:
Prof. Dr. Ade Sofyan Mulazid, S.Ag., M.H, (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)


Perkembangan ekonomi Islam global telah mengalami transformasi signifikan, menjadikan keuangan sosial Islam sebagai instrumen utama dalam mendorong keadilan sosial-ekonomi di negara-negara mayoritas Muslim. Hal ini terlihat jelas di Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, yang telah membentuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebagai pilar utama dalam sistem zakat yang dikelola oleh negara.

Institusi ini merepresentasikan sebuah eksperimen yang unik, mengintegrasikan prinsip-prinsip filantropi Islam secara langsung ke dalam kebijakan ekonomi nasional dengan tujuan untuk mengentaskan kemiskinan dan mendorong pembangunan yang berkeadilan (Ascarya, 2022). Namun, eksperimen ini terutama melalui arsitektur sistem yang tersentralisasi telah memicu perdebatan intens. BAZNAS kini berada di tengah ketegangan kompleks antara efisiensi standarisasi nasional dan responsivitas otonomi daerah dalam konteks negara yang menganut sistem desentralisasi (Ibrahim, 2019).

Sejumlah penelitian sebelumnya secara cermat telah mengukur kinerja operasional BAZNAS, memberikan wawasan berharga mengenai kapasitasnya dalam menghimpun dana serta efektivitasnya dalam menyalurkan sumber daya untuk program pengentasan kemiskinan (Ahmad & Yusuf, 2020; Siregar, 2019).

Seiring dengan itu, diskursus normatif yang kaya telah berkembang mengenai penerapan kerangka Maqasid al-Shariah untuk mengevaluasi sejauh mana aktivitas lembaga ini benar-benar memenuhi tujuan-tujuan utama syariat Islam, seperti menjaga harta dan mendorong kesejahteraan sosial (Faizi et al., 2024; Danlami et al., 2023).

Meskipun sejumlah tinjauan literatur telah mencoba mensintesis elemen-elemen dalam keuangan Islam, pendekatan-pendekatan tersebut sering kali masih terfragmentasi, dengan fokus terpisah pada kepatuhan teologis, dampak ekonomi, atau aspek manajerial, tanpa mengintegrasikannya dalam kerangka analisis yang utuh (Hudaefi et al., 2021; Pericoli, 2022).

Namun demikian, terdapat satu celah kritis dalam literatur yang masih sangat kurang dieksplorasi. Pengaruh mendalam dan menentukan dari Mahkamah Konstitusi Indonesia, yang melalui putusannya secara hukum telah mengukuhkan model sentralisasi BAZNAS di tengah perdebatan mengenai desentralisasi, sering kali disebutkan secara singkat, tetapi jarang dijadikan objek utama analisis.

Jurisprudensi Mahkamah Konstitusi berperan sebagai penghubung utama antara hukum konstitusi dan kebijakan ekonomi, namun perannya sebagai kekuatan deterministik yang membentuk filosofi operasional dan dampak praktis lembaga ini belum dikaji secara mendalam dalam pendekatan interdisipliner (Ibrahim, 2019; Yusuf & Hartono, 2021). Ketiadaan kajian ini menyisakan pemahaman yang tidak utuh tentang bagaimana identitas hukum-kontraktual suatu negara secara fundamental memediasi penerapan prinsip-prinsip ekonomi Islam.

Celah ini diperburuk oleh dominasi pendekatan kuantitatif, meskipun efektif dalam analisis statistik, gagal mengungkap dinamika kelembagaan dan interaksi pemangku kepentingan dalam tantangan tata kelola berkelanjutan (Ali & Huda, 2021). Akibatnya, kita telah cukup memahami apa yang dilakukan oleh BAZNAS secara operasional, tetapi belum cukup memahami mengapa dan bagaimana hal tersebut dilakukan termasuk aspek kepercayaan masyarakat, inovasi lokal, serta tantangan praktis dalam adopsi teknologi seperti blockchain untuk transparansi, yang masih belum tergali secara memadai (Alamsyah et al., 2022; Hasibuan & Lubis, 2024).

Tepat pada persimpangan antara otoritas hukum, desain kelembagaan, dan misi sosial-ekonomi tersebutlah, studi ini berupaya memberikan kontribusi. Kajian ini bertujuan untuk melampaui analisis-analisis yang terfragmentasi dengan melakukan systematic literature review (SLR) yang ketat dan eksplisit menghubungkan putusan Mahkamah Konstitusi terkait sentralisasi dengan realitas operasional serta landasan filosofis BAZNAS. Melalui pendekatan ini, studi ini menawarkan perspektif baru terhadap peran BAZNAS dalam sistem ekonomi Indonesia.

Tujuan akhir dari studi ini adalah untuk memberikan sintesis yang komprehensif dan interdisipliner yang tidak hanya memperjelas kondisi terkini dari khazanah pengetahuan yang ada, tetapi juga membangun fondasi yang kokoh dan berbasis bukti bagi pengembangan kajian ilmiah di masa depan serta perumusan kebijakan praktis yang bertujuan mengoptimalkan kontribusi BAZNAS terhadap kesatuan ekonomi nasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lazisnu-Baznas Siap...
Lazisnu-Baznas Siap Berdayakan 200 UMKM di 4 Daerah Rentan Kemiskinan
Baznas RI Ajak Mahasiswa...
Baznas RI Ajak Mahasiswa UIN Sunan Kudus Jadi Penggerak Zakat
Dharma Jaya Partisipasi...
Dharma Jaya Partisipasi Program Bedah Rumah Baznas Bazis DKI
Gelar Dapur Rakyat Ramadan,...
Gelar Dapur Rakyat Ramadan, Baznas Bazis Jakarta Sajikan 10.000 Porsi Makanan
Ramadan, Baznas Gelar...
Ramadan, Baznas Gelar Pesantren Jalan Cahaya di 11 Provinsi
Baznas RI Salurkan Bantuan...
Baznas RI Salurkan Bantuan bagi 142.079 Korban Banjir Sumatera
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Rekomendasi
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Berita Terkini
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved