Kemkomdigi: Peran Mahasiswa Harus Diperkuat sebagai Agen Narasi Bangsa
Rabu, 01 Oktober 2025 - 14:59 WIB
loading...
Kemkomdigi mengajak generasi muda mengambil peran strategis sebagai agen perubahan. Foto/istimewa
A
A
A
SUMBAR - Kementerian Komunikasi dan Digital ( Kemkomdigi ) mengajak generasi muda mengambil peran strategis sebagai agen perubahan. Kemkomdigi juga menyebut pentingnya transformasi digital dalam memperkuat komunikasi publik dan mendukung pembangunan nasional
Hal itu terungkap dalam kegiatan Indonesia Goes to Campus (IGtC) yang digelar di Padang, Sumatera Barat Selasa, 30 September 2025. Dalam kegiatan tersebut, IGtC mendorong semangat Sekolah Rakyat, ikon gotong royong dan kemandirian Pendidikan.
Forum ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, aparatur sipil negara (ASN), serta pemangku kepentingan lain. Peserta mendapatkan pembekalan praktis mengenai penerjemahan konten kebijakan publik ke bahasa Inggris, teknik narasi visual, serta praktik langsung melalui lomba pembuatan konten kreatif bertema Sekolah Rakyat.
Baca juga: Perang Melawan Judol: Komdigi Klaim 2,1 Juta Konten Diberantas
Direktur Informasi Publik Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kemkomdigi Nursodik Gunarjo, menegaskan kegiatan IGtC bukanlah sekadar rutinitas, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali amanah kemerdekaan bangsa.
“Kemerdekaan bukan sekadar perayaan sejarah, tetapi amanah untuk memerdekakan bangsa dari kebodohan, keterbelakangan, dan keterbatasan akses,” ujar Nursodik, Rabu (1/10/2025).
Melalui program Sekolah Rakyat, pemerintah berkomitmen memperluas akses pendidikan bagi kelompok rentan, khususnya anak-anak yang berisiko putus sekolah. Program ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademik, tetapi juga menanamkan nilai kepemimpinan, nasionalisme, dan kemandirian.
Baca juga: Deretan Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan dari Kapolri, Ini Namanya
“Dengan semangat Merdeka Pendidikan, kita membangun ekosistem belajar yang membebaskan sekaligus memperkuat daya saing Indonesia,” tambahnya.
Selain pendidikan, Nursodik menekankan pentingnya transformasi digital dalam memperkuat komunikasi publik dan mendukung pembangunan nasional. Hal tersebut diwujudkan melalui portal resmi pemerintah, Indonesia.go.id, yang hadir sebagai etalase informasi publik, berita pembangunan, dan layanan pemerintahan.
“Portal ini hadir dengan fitur dwibahasa (Indonesia–Inggris) untuk menjangkau audiens global. Partisipasi masyarakat sangat kami nantikan agar portal ini benar-benar menjadi pilihan bacaan utama,” jelasnya.
Nursodik mengingatkan bahwa mahasiswa dan generasi muda tidak boleh berhenti pada posisi konsumen informasi. Mereka harus bertransformasi menjadi produsen konten yang mampu memengaruhi opini publik, memperluas jejaring, dan menggerakkan perubahan sosial.
“Suara mereka mampu membentuk opini publik, memperluas jejaring, dan menggerakkan perubahan sosial. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, mahasiswa, ASN, dan komunitas akan melahirkan generasi yang cerdas, tangguh, dan adaptif terhadap perubahan zaman,” tegasnya.
IGtC hadir dengan lomba konten kreatif bertema Sekolah Rakyat. Melalui lomba ini mahasiswa dan peserta lainnya diberi ruang untuk menyalurkan kreativitas sekaligus memperluas jangkauan informasi program pemerintah.
“Semangat kolaborasi inilah yang menjadi kunci menuju bangsa yang berdaya saing tinggi,” ucap Nursodik.
IGTC Padang juga hadir sebagai simbol bahwa komunikasi publik bukan sekadar penyampaian informasi, melainkan gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen bangsa. Kegiatan ini pun diharapkan menumbuhkan kesadaran baru di kalangan mahasiswa dan masyarakat bahwa narasi bangsa tidak boleh berhenti di ruang birokrasi.
Hal itu terungkap dalam kegiatan Indonesia Goes to Campus (IGtC) yang digelar di Padang, Sumatera Barat Selasa, 30 September 2025. Dalam kegiatan tersebut, IGtC mendorong semangat Sekolah Rakyat, ikon gotong royong dan kemandirian Pendidikan.
Forum ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, aparatur sipil negara (ASN), serta pemangku kepentingan lain. Peserta mendapatkan pembekalan praktis mengenai penerjemahan konten kebijakan publik ke bahasa Inggris, teknik narasi visual, serta praktik langsung melalui lomba pembuatan konten kreatif bertema Sekolah Rakyat.
Baca juga: Perang Melawan Judol: Komdigi Klaim 2,1 Juta Konten Diberantas
Direktur Informasi Publik Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kemkomdigi Nursodik Gunarjo, menegaskan kegiatan IGtC bukanlah sekadar rutinitas, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali amanah kemerdekaan bangsa.
“Kemerdekaan bukan sekadar perayaan sejarah, tetapi amanah untuk memerdekakan bangsa dari kebodohan, keterbelakangan, dan keterbatasan akses,” ujar Nursodik, Rabu (1/10/2025).
Melalui program Sekolah Rakyat, pemerintah berkomitmen memperluas akses pendidikan bagi kelompok rentan, khususnya anak-anak yang berisiko putus sekolah. Program ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademik, tetapi juga menanamkan nilai kepemimpinan, nasionalisme, dan kemandirian.
Baca juga: Deretan Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan dari Kapolri, Ini Namanya
“Dengan semangat Merdeka Pendidikan, kita membangun ekosistem belajar yang membebaskan sekaligus memperkuat daya saing Indonesia,” tambahnya.
Selain pendidikan, Nursodik menekankan pentingnya transformasi digital dalam memperkuat komunikasi publik dan mendukung pembangunan nasional. Hal tersebut diwujudkan melalui portal resmi pemerintah, Indonesia.go.id, yang hadir sebagai etalase informasi publik, berita pembangunan, dan layanan pemerintahan.
“Portal ini hadir dengan fitur dwibahasa (Indonesia–Inggris) untuk menjangkau audiens global. Partisipasi masyarakat sangat kami nantikan agar portal ini benar-benar menjadi pilihan bacaan utama,” jelasnya.
Nursodik mengingatkan bahwa mahasiswa dan generasi muda tidak boleh berhenti pada posisi konsumen informasi. Mereka harus bertransformasi menjadi produsen konten yang mampu memengaruhi opini publik, memperluas jejaring, dan menggerakkan perubahan sosial.
“Suara mereka mampu membentuk opini publik, memperluas jejaring, dan menggerakkan perubahan sosial. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, mahasiswa, ASN, dan komunitas akan melahirkan generasi yang cerdas, tangguh, dan adaptif terhadap perubahan zaman,” tegasnya.
IGtC hadir dengan lomba konten kreatif bertema Sekolah Rakyat. Melalui lomba ini mahasiswa dan peserta lainnya diberi ruang untuk menyalurkan kreativitas sekaligus memperluas jangkauan informasi program pemerintah.
“Semangat kolaborasi inilah yang menjadi kunci menuju bangsa yang berdaya saing tinggi,” ucap Nursodik.
IGTC Padang juga hadir sebagai simbol bahwa komunikasi publik bukan sekadar penyampaian informasi, melainkan gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen bangsa. Kegiatan ini pun diharapkan menumbuhkan kesadaran baru di kalangan mahasiswa dan masyarakat bahwa narasi bangsa tidak boleh berhenti di ruang birokrasi.
(cip)
Lihat Juga :