Bobby Nasution Razia Pelat Kendaraan dari Aceh, Muzakir Manaf: Kalau Dijual, Kita Beli
Rabu, 01 Oktober 2025 - 13:40 WIB
loading...
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution (kiri) yang merazia pelat kendaraan dari Aceh di Kabupaten Langkat viral di media sosial. Aksi tersebut mendapat reaksi dari warga dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
BANDA ACEH - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang merazia pelat kendaraan dari Aceh di Kabupaten Langkat viral di media sosial. Aksi tersebut mendapat reaksi dari warga dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf.
Warga dan sejumlah media sosial di Aceh dalam beberapa hari terakhir dihebohkan aksi razia kendaraan yang menggunakan pelat BL untuk dialihkan menjadi BK.
Baca juga: Bobby Sindir Gubernur Aceh Kabur, Ajak Bahas Kepemilikan Pulau di Jakarta
Muzakir tetap memantau pergerakan yang dilakukan menantu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu. Jika terus berlanjut, dia tak segan turun tangan.
Dalam sidang paripurna, Muzakir siap membela warga Aceh jika prosedur dan aturan yang dikerjakan sesuai perundang-undangan berlaku. “Kalau sudah dijual kita beli. Kita diam saja dulu nggak usah ditanggapi . Biarlah orang lain yang berkicau, tapi kita harus wanti-wanti juga. Kita anggap saja angin lalu yang akan merugikan dia sendiri,” ujar Muzakir, Rabu (1/10/2025)
Bobby Nasution meluruskan isu yang menyebutnya melakukan razia truk berpelat BL (Aceh) saat kunjungan kerja di Kabupaten Langkat, Sabtu (27/9/2025). Kegiatan tersebut murni sosialisasi rencana penerapan aturan pajak kendaraan perusahaan yang akan diberlakukan mulai Januari 2026.
Dia menegaskan kehadirannya di Langkat bukan untuk menggelar razia melainkan menyosialisasikan aturan yang sedang difinalisasi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). “Bukan razia, peraturannya saja akan diterapkan Januari 2026. Kita hanya sosialisasi dan masih dikaji Bapenda,” ujar Bobby, Selasa (30/9/2025).
Aturan baru nantinya mewajibkan kendaraan operasional milik perusahaan menggunakan pelat nomor sesuai domisili dan wilayah kerja. Hal ini bertujuan agar pajak kendaraan masuk ke kas daerah Sumut.
Kebijakan serupa telah lama berlaku di sejumlah daerah, termasuk Riau, Jawa Barat, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. “Aturan ini sudah banyak dilakukan seperti daerah tetangga kita paling dekat yakni Riau. Jadi kenapa kita heboh dan ini bukan karena pelat BL dan kebetulan yang lewat kemarin pelat BL,” kata Bobby.
Warga dan sejumlah media sosial di Aceh dalam beberapa hari terakhir dihebohkan aksi razia kendaraan yang menggunakan pelat BL untuk dialihkan menjadi BK.
Baca juga: Bobby Sindir Gubernur Aceh Kabur, Ajak Bahas Kepemilikan Pulau di Jakarta
Muzakir tetap memantau pergerakan yang dilakukan menantu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu. Jika terus berlanjut, dia tak segan turun tangan.
Dalam sidang paripurna, Muzakir siap membela warga Aceh jika prosedur dan aturan yang dikerjakan sesuai perundang-undangan berlaku. “Kalau sudah dijual kita beli. Kita diam saja dulu nggak usah ditanggapi . Biarlah orang lain yang berkicau, tapi kita harus wanti-wanti juga. Kita anggap saja angin lalu yang akan merugikan dia sendiri,” ujar Muzakir, Rabu (1/10/2025)
Bobby Nasution meluruskan isu yang menyebutnya melakukan razia truk berpelat BL (Aceh) saat kunjungan kerja di Kabupaten Langkat, Sabtu (27/9/2025). Kegiatan tersebut murni sosialisasi rencana penerapan aturan pajak kendaraan perusahaan yang akan diberlakukan mulai Januari 2026.
Dia menegaskan kehadirannya di Langkat bukan untuk menggelar razia melainkan menyosialisasikan aturan yang sedang difinalisasi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). “Bukan razia, peraturannya saja akan diterapkan Januari 2026. Kita hanya sosialisasi dan masih dikaji Bapenda,” ujar Bobby, Selasa (30/9/2025).
Aturan baru nantinya mewajibkan kendaraan operasional milik perusahaan menggunakan pelat nomor sesuai domisili dan wilayah kerja. Hal ini bertujuan agar pajak kendaraan masuk ke kas daerah Sumut.
Kebijakan serupa telah lama berlaku di sejumlah daerah, termasuk Riau, Jawa Barat, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. “Aturan ini sudah banyak dilakukan seperti daerah tetangga kita paling dekat yakni Riau. Jadi kenapa kita heboh dan ini bukan karena pelat BL dan kebetulan yang lewat kemarin pelat BL,” kata Bobby.
(jon)
Lihat Juga :