BAZNAS RI Umumkan Juara Kompetisi Santripreneur Digital Marketing Haji dan Umrah 2025
Selasa, 30 September 2025 - 15:11 WIB
loading...
A
A
A
Ia menambahkan, sejak 2022 program Santripreneur telah memberikan manfaat kepada 1.205 santri dan alumni di 28 provinsi dan 225 kabupaten/kota. Para peserta mengembangkan usaha di berbagai bidang, mulai dari jasa, kuliner, industri kreatif, pertanian, hingga travel haji dan umrah.
“Program ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pemberdayaan ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari syiar zakat, membangun kemandirian pesantren, serta memperkuat peran santri dalam ekosistem ekonomi nasional,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Penyusunan Strategi dan Tata Kelola pada Deputi Bidang Pengawasan, Pemantauan, dan Evaluasi Penyelenggaraan Haji, Badan Penyelenggara Haji RI, Chandra Sulistio Reksoprodjo, menilai program Santripreneur BAZNAS sangat relevan dengan besarnya potensi ekonomi haji dan umrah di Indonesia.
Ia menyampaikan, nilai ekonomi haji mencapai sekitar Rp30 triliun, sementara umrah jauh lebih besar hingga Rp600 triliun per tahun. "Ini peluang yang luar biasa, tapi masih banyak ruang kosong yang belum kita isi,” kata Chandra.
Melalui program ini, menurut Chandra, BAZNAS ikut membangun generasi muda yang mandiri dan mampu mengisi ruang-ruang tersebut. “Santri bisa menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi haji dan umrah yang lebih kuat,” tambahnya.
“Program ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pemberdayaan ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari syiar zakat, membangun kemandirian pesantren, serta memperkuat peran santri dalam ekosistem ekonomi nasional,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Penyusunan Strategi dan Tata Kelola pada Deputi Bidang Pengawasan, Pemantauan, dan Evaluasi Penyelenggaraan Haji, Badan Penyelenggara Haji RI, Chandra Sulistio Reksoprodjo, menilai program Santripreneur BAZNAS sangat relevan dengan besarnya potensi ekonomi haji dan umrah di Indonesia.
Ia menyampaikan, nilai ekonomi haji mencapai sekitar Rp30 triliun, sementara umrah jauh lebih besar hingga Rp600 triliun per tahun. "Ini peluang yang luar biasa, tapi masih banyak ruang kosong yang belum kita isi,” kata Chandra.
Melalui program ini, menurut Chandra, BAZNAS ikut membangun generasi muda yang mandiri dan mampu mengisi ruang-ruang tersebut. “Santri bisa menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi haji dan umrah yang lebih kuat,” tambahnya.
Lihat Juga :