Majelis Adat Kerajaan Nusantara Dukung Pembangunan Nasional
Senin, 29 September 2025 - 22:58 WIB
loading...
A
A
A
KPH Eddy menyampaikan terdapat 11 poin utama dalam deklarasi antara lain, pembentukan Dewan Kerajaan Nusantara di bawah Presiden RI untuk mengoptimalkan aset kerajaan; audiensi strategis dengan Presiden dan lembaga tinggi negara terkait legalisasi aset, adat, dan budaya. Selanjutnya pendirian Koperasi Nusantara Berdaulat sebagai wadah ekonomi berbasis kearifan lokal; revitalisasi keraton/kerajaan sebagai pusat budaya, wisata, dan simbol persatuan.
Kemudian digitalisasi arsip, naskah, dan warisan adat melalui Pusat Data Digital Nusantara; hingga kontribusi pada pembangunan berkelanjutan (SDGs). KPH Eddy menyebut lahirnya Deklarasi MAKN 2025 di Sragen menandai komitmen kuat kerajaan di Nusantara untuk ikut serta membangun Indonesia.
Baca juga: Mencekam! Penampakan Evakuasi Korban Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
"Tidak hanya berfokus pada pelestarian tradisi, MAKN juga menegaskan kontribusinya terhadap ekonomi kerakyatan, diplomasi budaya, hingga agenda pembangunan berkelanjutan," kata KPH Eddy.
Sementara itu, Sekjen MAKN MGAD. RA. Yani W Kuswodidjoyo Kerajaan Sumenep mengatakan MAKN menekankan pentingnya revitalisasi keraton dan infrastruktur kerajaan agar tetap menjadi pusat adat, budaya, dan pariwisata, sekaligus simbol pemersatu bangsa. Pihaknya menempatkan diplomasi budaya Nusantara sebagai aset strategis Indonesia di dunia, dengan mendorong festival, pameran, hingga pertukaran budaya lintas bangsa.
Kemudian digitalisasi arsip, naskah, dan warisan adat melalui Pusat Data Digital Nusantara; hingga kontribusi pada pembangunan berkelanjutan (SDGs). KPH Eddy menyebut lahirnya Deklarasi MAKN 2025 di Sragen menandai komitmen kuat kerajaan di Nusantara untuk ikut serta membangun Indonesia.
Baca juga: Mencekam! Penampakan Evakuasi Korban Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
"Tidak hanya berfokus pada pelestarian tradisi, MAKN juga menegaskan kontribusinya terhadap ekonomi kerakyatan, diplomasi budaya, hingga agenda pembangunan berkelanjutan," kata KPH Eddy.
Sementara itu, Sekjen MAKN MGAD. RA. Yani W Kuswodidjoyo Kerajaan Sumenep mengatakan MAKN menekankan pentingnya revitalisasi keraton dan infrastruktur kerajaan agar tetap menjadi pusat adat, budaya, dan pariwisata, sekaligus simbol pemersatu bangsa. Pihaknya menempatkan diplomasi budaya Nusantara sebagai aset strategis Indonesia di dunia, dengan mendorong festival, pameran, hingga pertukaran budaya lintas bangsa.
Lihat Juga :