Minta Kematian ADP Diusut Tuntas, Istri: Semoga Hati Nurani Itu Tidak Dihilangkan
Senin, 29 September 2025 - 14:59 WIB
loading...
Meta Ayu Puspitantri istri dari diplomat muda Kemlu Arya Daru Pangayunan (ADP) menyinggung soal hati nurani dalam kasus kematian suaminya. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Meta Ayu Puspitantri istri dari diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan (ADP) menyinggung soal hati nurani dalam kasus kematian suaminya. Perempuan yang akrab disapa Pita ini berharap hati nurani tersebut tidak dihilangkan.
Menurut Pita setiap manusia memiliki hati nurani yang telah diciptakan oleh Allah SWT. “Saya masih percaya Allah itu menciptakan hati nurani, di dalam hati masing-masing orang hakikatnya Allah itu menciptakan hati nurani,” katanya, saat konferensi pers di Yogyakarta, dikutip SindoNews, Senin (29/9/2025).
Baca juga: Istri Arya Daru Minta Tidak Ada Lagi Framing Negatif ke Suaminya
Pita menyebut, siapa pun yang menghilangkan hati nurani berarti mengelak dari apa yang telah diciptakan Tuhan. “Saya mewakili diri saya dan keluarga dan anak-anak berharap semoga hati nurani itu tidak sepenuhnya dihilangkan karena itu berarti Anda mengelak dari apa yang sudah baik apa yang diciptakan Allah SWT,” sambungnya.
Pita juga memohon kepada Presiden Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Menteri Luar Negeri Sugiono agar pengusutan kasus kematian sang suami diusut secara transparan. “Kepada Bapak Presiden, Bapak Kapolri, dan Bapak Menlu, saya hanya bisa berharap dan memohon untuk kasus ini dapat selesai dengan baik, jujur, dan transparan,” katanya.
Baca juga: Sambil Menahan Tangis, Istri Ceritakan Kenangan Bersama Arya Daru
Pita menegaskan sang suami sangat berharga bagi dirinya, anak-anak, dan keluarga. Selain itu, teman-teman yang pernah berinteraksi langsung dengan Arya Daru merasakan kebaikannya.
Sekadar mengingatkan, Diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan meninggal dengan wajah dan kepala terlilit lakban di kamar kosnya kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Juli 2025.
Polda Metro Jaya yang menyelidiki kasus tersebut menyimpulkan jika kematian Arya Daru tanpa keterlibatan pihak lain atau tidak ditemukan tindak pidana.
Menurut Pita setiap manusia memiliki hati nurani yang telah diciptakan oleh Allah SWT. “Saya masih percaya Allah itu menciptakan hati nurani, di dalam hati masing-masing orang hakikatnya Allah itu menciptakan hati nurani,” katanya, saat konferensi pers di Yogyakarta, dikutip SindoNews, Senin (29/9/2025).
Baca juga: Istri Arya Daru Minta Tidak Ada Lagi Framing Negatif ke Suaminya
Pita menyebut, siapa pun yang menghilangkan hati nurani berarti mengelak dari apa yang telah diciptakan Tuhan. “Saya mewakili diri saya dan keluarga dan anak-anak berharap semoga hati nurani itu tidak sepenuhnya dihilangkan karena itu berarti Anda mengelak dari apa yang sudah baik apa yang diciptakan Allah SWT,” sambungnya.
Pita juga memohon kepada Presiden Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Menteri Luar Negeri Sugiono agar pengusutan kasus kematian sang suami diusut secara transparan. “Kepada Bapak Presiden, Bapak Kapolri, dan Bapak Menlu, saya hanya bisa berharap dan memohon untuk kasus ini dapat selesai dengan baik, jujur, dan transparan,” katanya.
Baca juga: Sambil Menahan Tangis, Istri Ceritakan Kenangan Bersama Arya Daru
Pita menegaskan sang suami sangat berharga bagi dirinya, anak-anak, dan keluarga. Selain itu, teman-teman yang pernah berinteraksi langsung dengan Arya Daru merasakan kebaikannya.
Sekadar mengingatkan, Diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan meninggal dengan wajah dan kepala terlilit lakban di kamar kosnya kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Juli 2025.
Polda Metro Jaya yang menyelidiki kasus tersebut menyimpulkan jika kematian Arya Daru tanpa keterlibatan pihak lain atau tidak ditemukan tindak pidana.
(cip)
Lihat Juga :