Sambil Menahan Tangis, Istri Ceritakan Kenangan Bersama Arya Daru
Sabtu, 27 September 2025 - 18:55 WIB
loading...
Meta Ayu Puspitantri, istri Arya Daru Pangayunan muncul ke publik saat konferensi pers di Yogyakarta, Sabtu (27/9/2025). Foto: Sindonews TV
A
A
A
YOGYAKARTA - Meta Ayu Puspitantri, istri Arya Daru Pangayunan menceritakan kenangannya bersama sang suami. Arya Daru, Diplomat Muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) ditemukan meninggal dengan wajah dan kepala terlilit lakban di kamar kosnya kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Meta Ayu mengaku sudah mengenal Arya Daru sejak usia 10 tahun. Perkenalan tersebut ternyata berlanjut hingga keduanya menjalin rumah tangga dan mempunyai anak.
Baca juga: Muncul ke Publik, Istri Diplomat Arya Daru: Kehilangannya Masih Merasa Mimpi
“Kenangan kami itu bukan hanya saat kami menikah saja dan berpacaran sekitar 2 tahun sebelum menikah, tapi kenangan kami sudah dimulai sejak kami kecil saat SD kelas 5. Saya jadi murid baru di SD Serayu 2, Mas Arya Daru ada di situ kemudian kami bersahabat,” ujar Meta saat konferensi pers di Yogyakarta, Sabtu (27/9/2025).
Saat duduk di bangku SD, keduanya bersahabat dan sering bermain bersama. Keduanya kerap bermain sepeda bersama.
“Kemudian SMP, karena SMP-nya tidak terlalu jauh, jadi seringkali Mas Daru itu ngehampiri saya untuk naik bus bareng sampai depan rumah saya, kemudian Mas Daru naik bus lagi ke rumahnya,” ungkapnya.
“Hal yang sudah biasa seperti itu hingga SMA sampai belum bisa naik motor, sampai dihampiri naik motor dan mobil, sampai nggak jerawatan, sampai jerawatan, sampai kurus, sampai gemukan, itulah kehidupan kami,” tutur Meta.
Sekadar mengingatkan, polisi menyimpulkan tidak ada keterlibatan orang lain dalam kematian Arya. Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Wira Satya Triputra mengungkapkan Arya ternyata telah memiliki keinginan untuk mengakhiri hidupnya sejak lama tepatnya sejak tahun 2013.
Fakta tersebut terungkap dari hasil pemeriksaan digital forensik terhadap perangkat elektronik milik Arya. “Ditemukan riwayat komunikasi antara pemilik akun email [email protected](milik ADP) dengan akun [email protected]. Dari hasil tersebut diketahui bahwa sejak 2013 ADP sudah memiliki keinginan bunuh diri, dan pada tahun 2021 keinginannya semakin kuat,” ujar Wira dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa (29/7/2025).
Wira menjelaskan akun yang dihubungi Arya merupakan milik Samaritans, lembaga amal di Inggris dan Irlandia yang menyediakan layanan dukungan emosional secara rahasia kepada orang-orang yang mengalami tekanan psikologis, keputusasaan, dan pemikiran untuk bunuh diri.
“Dari keseluruhan data digital yang diperoleh dan barang bukti elektronik, tidak ditemukan informasi maupun dokumen yang mengandung muatan ancaman fisik, psikis, atau kekerasan dari pihak lain,” ucapnya.
Meta Ayu mengaku sudah mengenal Arya Daru sejak usia 10 tahun. Perkenalan tersebut ternyata berlanjut hingga keduanya menjalin rumah tangga dan mempunyai anak.
Baca juga: Muncul ke Publik, Istri Diplomat Arya Daru: Kehilangannya Masih Merasa Mimpi
“Kenangan kami itu bukan hanya saat kami menikah saja dan berpacaran sekitar 2 tahun sebelum menikah, tapi kenangan kami sudah dimulai sejak kami kecil saat SD kelas 5. Saya jadi murid baru di SD Serayu 2, Mas Arya Daru ada di situ kemudian kami bersahabat,” ujar Meta saat konferensi pers di Yogyakarta, Sabtu (27/9/2025).
Saat duduk di bangku SD, keduanya bersahabat dan sering bermain bersama. Keduanya kerap bermain sepeda bersama.
“Kemudian SMP, karena SMP-nya tidak terlalu jauh, jadi seringkali Mas Daru itu ngehampiri saya untuk naik bus bareng sampai depan rumah saya, kemudian Mas Daru naik bus lagi ke rumahnya,” ungkapnya.
“Hal yang sudah biasa seperti itu hingga SMA sampai belum bisa naik motor, sampai dihampiri naik motor dan mobil, sampai nggak jerawatan, sampai jerawatan, sampai kurus, sampai gemukan, itulah kehidupan kami,” tutur Meta.
Sekadar mengingatkan, polisi menyimpulkan tidak ada keterlibatan orang lain dalam kematian Arya. Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Wira Satya Triputra mengungkapkan Arya ternyata telah memiliki keinginan untuk mengakhiri hidupnya sejak lama tepatnya sejak tahun 2013.
Fakta tersebut terungkap dari hasil pemeriksaan digital forensik terhadap perangkat elektronik milik Arya. “Ditemukan riwayat komunikasi antara pemilik akun email [email protected](milik ADP) dengan akun [email protected]. Dari hasil tersebut diketahui bahwa sejak 2013 ADP sudah memiliki keinginan bunuh diri, dan pada tahun 2021 keinginannya semakin kuat,” ujar Wira dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa (29/7/2025).
Wira menjelaskan akun yang dihubungi Arya merupakan milik Samaritans, lembaga amal di Inggris dan Irlandia yang menyediakan layanan dukungan emosional secara rahasia kepada orang-orang yang mengalami tekanan psikologis, keputusasaan, dan pemikiran untuk bunuh diri.
“Dari keseluruhan data digital yang diperoleh dan barang bukti elektronik, tidak ditemukan informasi maupun dokumen yang mengandung muatan ancaman fisik, psikis, atau kekerasan dari pihak lain,” ucapnya.
(jon)
Lihat Juga :