Pemkab Tuban Edukasi Masyarakat Kelurahan Latsari Cara Kelola Sampah dari Rumah
Rabu, 24 September 2025 - 12:29 WIB
loading...
A
A
A
“Warga Latsari berhasil membuktikan bahwa membangun budaya dalam pengelolaan sampah bukanlah sesuatu yang mustahil. Di sini warga mampu menerapkan pemilahan sampah dengan disiplin, menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil sehari-hari,” katanya.
Baca juga: Menteri LH: Beban TPA Sangat Berat, Sampah Harus Dikurangi dari Hulu
Dalam pelatihan, warga Kelurahan Latsari yang terdiri atas 37 kepala keluarga menerima fasilitas pendukung berupa tempat sampah terpilah, komposter, timbangan, hingga leaflet edukasi. Petugas dan kader lingkungan juga turut mendampingi warga dalam proses pemilahan, penimbangan, hingga pencatatan sampah setiap hari, untuk memastikan kebiasaan baru ini berjalan secara konsisten.
Sekretaris DLHP Tuban Edi Sunarto, ISWMP memang menjadi program berskala nasional dalam meningkatkan kinerja pengelolaan sampah dengan berbagai kondisi perkotaan yang berbeda di Indonesia. “Kami berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang, melibatkan lebih banyak komunitas guna menumbuhkan kepedulian masalah sampah,” ungkap.
Upaya ini menghasilkan capaian yang cukup signifikan, di mana sebanyak 1.288 Kg sampah terpilah berhasil dikumpulkan, terdiri dari 799 Kg sampah organik dan 489 Kg sampah anorganik. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa dengan komitmen para stakeholders dalam mendukung dan mendampingi masyarakat, mampu mendorong munculnya kebiasaan sehari-hari yang menjadi langkah konkrit untuk meningkatkan kebersihan lingkungan.
Ketua RT 8 Hery Kurniawan menuturkan masalah sampah bukan hanya urusan teknis, tetapi persoalan edukasi dan budaya. Hery pun menerapkan pendekatan ekopedagogi metode pembelajaran yang menggabungkan pengetahuan lingkungan dengan praktik nyata untuk memberdayakan warga di lingkungannya.
Baca juga: Menteri LH: Beban TPA Sangat Berat, Sampah Harus Dikurangi dari Hulu
Dalam pelatihan, warga Kelurahan Latsari yang terdiri atas 37 kepala keluarga menerima fasilitas pendukung berupa tempat sampah terpilah, komposter, timbangan, hingga leaflet edukasi. Petugas dan kader lingkungan juga turut mendampingi warga dalam proses pemilahan, penimbangan, hingga pencatatan sampah setiap hari, untuk memastikan kebiasaan baru ini berjalan secara konsisten.
Sekretaris DLHP Tuban Edi Sunarto, ISWMP memang menjadi program berskala nasional dalam meningkatkan kinerja pengelolaan sampah dengan berbagai kondisi perkotaan yang berbeda di Indonesia. “Kami berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang, melibatkan lebih banyak komunitas guna menumbuhkan kepedulian masalah sampah,” ungkap.
Upaya ini menghasilkan capaian yang cukup signifikan, di mana sebanyak 1.288 Kg sampah terpilah berhasil dikumpulkan, terdiri dari 799 Kg sampah organik dan 489 Kg sampah anorganik. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa dengan komitmen para stakeholders dalam mendukung dan mendampingi masyarakat, mampu mendorong munculnya kebiasaan sehari-hari yang menjadi langkah konkrit untuk meningkatkan kebersihan lingkungan.
Ketua RT 8 Hery Kurniawan menuturkan masalah sampah bukan hanya urusan teknis, tetapi persoalan edukasi dan budaya. Hery pun menerapkan pendekatan ekopedagogi metode pembelajaran yang menggabungkan pengetahuan lingkungan dengan praktik nyata untuk memberdayakan warga di lingkungannya.
Lihat Juga :