Jalan Gatot Subroto Arah Slipi Ditutup Imbas Demo Hari Tani Nasional di DPR
Rabu, 24 September 2025 - 10:34 WIB
loading...
Massa yang berunjuk rasa pada momentum Hari Tani Nasional 2025 tiba di depan gerbang utama DPR/MPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025) siang. Foto/Achmad Al Fiqri
A
A
A
JAKARTA - Massa yang berunjuk rasa pada momentum Hari Tani Nasional 2025 tiba di depan gerbang utama DPR/MPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025) siang. Jalan Gatot Subroto arah Slipi pun ditutup aparat kepolisian.
Dari pantauan iNews Media Group, massa aksi tiba di depan Gerbang Utama Kompleks Parlemen sekitar pukul 09.16 WIB. Mereka terlihat membawa sejumlah atribut, baik bendera, spanduk, poster, hingga hasil bumi.
Sembari membentangkan spanduk, mereka berjalan beriringan ke depan gerbang utama Kompleks Parlemen. Di samping itu, mereka juga sembari memukul kentongan.
![Jalan Gatot Subroto Arah Slipi Ditutup Imbas Demo Hari Tani Nasional di DPR]()
Baca juga: Pengamanan Gedung DPR Diperketat Jelang Demo Hari Tani Nasional
"Hentikan kriminalisasi pada petani dan aktivis. Jalanlan reforma agraria sejati. Tiada demokrasi tanpa reforma agraria," demikian tulisan dalam spanduk
Setibanya, mereka langsung menaruh hasil bumi seperti singkong hingga sayur mayur di depan gerbang utama Kompleks Parlemen. Massa aksi juga berbaris dengan rapi di depan mobil komando.
Sementara itu, Jalan Gatot Subroto yang mengarah ke Slipi, atau tepatnya di depan gerbang utama Kompleks Parlemen ditutup. Terlihat, aparat polisi lalu lintas berjaga.
Sekadar informasi, sekitar 12 ribu petani akan berdemonstrasi ke Jakarta menuntut pemerintah menuntaskan 24 masalah struktural agraria dan sembilan langkah perbaikan. Selain di Jakarta, sekitar tiga belas ribu petani lainnya akan berdemonstrasi di berbagai tempat sebagai dukungan terhadap tuntutan reformasi agraria sejati.
“Melalui aksi ini, para petani akan menyampaikan sembilan tuntutan perbaikan atas 24 masalah struktural (krisis) agraria akibat 65 tahun UUPA 1960 dan agenda reforma agraria yang tidak dijalankan lintas rezim pemerintahan,” kata Dewi Kartika, Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) yang mewakili 139 organisasi petani dan nelayan, pada konferensi pers di Jakarta, Minggu 21 September 2025.
Di ibu kota, para petani bersama gerakan buruh, mahasiswa dan gerakan masyarakat sipil lainnya akan menuju Gedung DPR untuk menuntut perbaikan. Para petani tersebut berasal dari Jawa Barat dan Banten, yakni Serikat Petani Pasundan dari lima Kabupaten (Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Pangandaran), Serikat Petani Majalengka, Serikat Pekerja Tani Karawang, Pemersatu Petani Cianjur, Paguyuban Petani Suryakencana Sukabumi, Pergerakan Petani Banten dan Serikat Tani Mandiri Cilacap.
Selain di Jakarta, berbagai lokasi aksi peringatan Hari Tani Nasional 2025 secara serentak adalah di Aceh Utara, Medan, Palembang, Jambi, Bandar Lampung, Semarang, Blitar, Jember, Makassar, Palu, Sikka, Kupang, dan Manado. Achmad Al Fiqri
Dari pantauan iNews Media Group, massa aksi tiba di depan Gerbang Utama Kompleks Parlemen sekitar pukul 09.16 WIB. Mereka terlihat membawa sejumlah atribut, baik bendera, spanduk, poster, hingga hasil bumi.
Sembari membentangkan spanduk, mereka berjalan beriringan ke depan gerbang utama Kompleks Parlemen. Di samping itu, mereka juga sembari memukul kentongan.

Baca juga: Pengamanan Gedung DPR Diperketat Jelang Demo Hari Tani Nasional
"Hentikan kriminalisasi pada petani dan aktivis. Jalanlan reforma agraria sejati. Tiada demokrasi tanpa reforma agraria," demikian tulisan dalam spanduk
Setibanya, mereka langsung menaruh hasil bumi seperti singkong hingga sayur mayur di depan gerbang utama Kompleks Parlemen. Massa aksi juga berbaris dengan rapi di depan mobil komando.
Sementara itu, Jalan Gatot Subroto yang mengarah ke Slipi, atau tepatnya di depan gerbang utama Kompleks Parlemen ditutup. Terlihat, aparat polisi lalu lintas berjaga.
Sekadar informasi, sekitar 12 ribu petani akan berdemonstrasi ke Jakarta menuntut pemerintah menuntaskan 24 masalah struktural agraria dan sembilan langkah perbaikan. Selain di Jakarta, sekitar tiga belas ribu petani lainnya akan berdemonstrasi di berbagai tempat sebagai dukungan terhadap tuntutan reformasi agraria sejati.
“Melalui aksi ini, para petani akan menyampaikan sembilan tuntutan perbaikan atas 24 masalah struktural (krisis) agraria akibat 65 tahun UUPA 1960 dan agenda reforma agraria yang tidak dijalankan lintas rezim pemerintahan,” kata Dewi Kartika, Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) yang mewakili 139 organisasi petani dan nelayan, pada konferensi pers di Jakarta, Minggu 21 September 2025.
Di ibu kota, para petani bersama gerakan buruh, mahasiswa dan gerakan masyarakat sipil lainnya akan menuju Gedung DPR untuk menuntut perbaikan. Para petani tersebut berasal dari Jawa Barat dan Banten, yakni Serikat Petani Pasundan dari lima Kabupaten (Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Pangandaran), Serikat Petani Majalengka, Serikat Pekerja Tani Karawang, Pemersatu Petani Cianjur, Paguyuban Petani Suryakencana Sukabumi, Pergerakan Petani Banten dan Serikat Tani Mandiri Cilacap.
Selain di Jakarta, berbagai lokasi aksi peringatan Hari Tani Nasional 2025 secara serentak adalah di Aceh Utara, Medan, Palembang, Jambi, Bandar Lampung, Semarang, Blitar, Jember, Makassar, Palu, Sikka, Kupang, dan Manado. Achmad Al Fiqri
(rca)
Lihat Juga :