Gempa M5,1 Guncang Sumba Tengah NTT, BMKG: Akibat Sesar Aktif
Rabu, 24 September 2025 - 07:21 WIB
loading...
Gempa kekuatan M5,1 mengguncang Umbu Ratu Nggay Barat, Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto/SIndoNews
A
A
A
NTT - Gempa kekuatan M5,1 mengguncang Umbu Ratu Nggay Barat, Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu 24 September 2025 pukul 02.54.43 WIB. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M4,8. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 9,52° LS ; 119,61° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 11 km Timur Laut Waibakul, Nusa Tenggara Timur pada kedalaman 34 km.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik geser ( oblique thrust ),” ungkap Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/9/2025).
Baca juga: Gempa M5,2 Guncang Sinabang Aceh, Tak Berpotensi Tsunami
Gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Waibakul, dam Waikabubak dengan skala intensitas III - IV (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah) , daerah Waingapu, dan Tambolaka dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), daerah Kota Bima, dan Sumbawa dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
Daryono melaporkan hingga pukul 03.40 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
Baca juga: 43 Kali Gempa Susulan Guncang Sukabumi-Bogor, BMKG: Bukan Aktivitas Sesar Citarik
“Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” imbaunya.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M4,8. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 9,52° LS ; 119,61° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 11 km Timur Laut Waibakul, Nusa Tenggara Timur pada kedalaman 34 km.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik geser ( oblique thrust ),” ungkap Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/9/2025).
Baca juga: Gempa M5,2 Guncang Sinabang Aceh, Tak Berpotensi Tsunami
Gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Waibakul, dam Waikabubak dengan skala intensitas III - IV (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah) , daerah Waingapu, dan Tambolaka dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), daerah Kota Bima, dan Sumbawa dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
Daryono melaporkan hingga pukul 03.40 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
Baca juga: 43 Kali Gempa Susulan Guncang Sukabumi-Bogor, BMKG: Bukan Aktivitas Sesar Citarik
“Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” imbaunya.
(cip)
Lihat Juga :