Sejumlah Tokoh Gerakan Nurani Bangsa Datangi Polda Metro, Bahas Apa?
Selasa, 23 September 2025 - 12:35 WIB
loading...
Sejumlah tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB) termasuk Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid didampingi Alissa Wahid menyambangi Gedung Promoter Polda Metro Jaya dan melakukan pertemuan tertutup pada hari ini, Selasa (23/9/2025). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB) menyambangi Polda Metro Jaya pada hari ini, Selasa (23/9/2025). Berdasarkan pantauan SindoNews, terlihat Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid didampingi Alissa Wahid tiba di Gedung Promoter Polda Metro Jaya.
Setibanya di Gedung Promoter, terlihat Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid disambut langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri dan Wakapolda Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono.
Baca juga: Hasil Pertemuan Prabowo-Tokoh Gerakan Nurani Bangsa, Setuju Bentuk Komisi Investigasi Independen
Kemudian mereka pun masuk ke dalam Gedung Promoter Polda Metro Jaya untuk melakukan pertemuan. Adapun Tokoh GNB lainnya yang hadir yakni Lukman Hakim Saifuddin, Karlina R Supelli, Erry Riyana Hardjapamekas, Inaya Wahid, Pdt. Gomar Gultom, Komaruddin Hidayat dan Beka Ulung Hapsara.
Belum diketahui maksud dan tujuan dari para tokoh tersebut termasuk pembahasan apa yang dibahas dengan Kapolda Metro Jaya beserta jajarannya.
Berdasarkan informasi yang diterima, para tokoh juga berencana mengunjungi para tahanan terkait aksi demo yang berujung ricuh di Jakarta beberapa waktu lalu.
Baca juga: Hasil Dialog Prabowo dengan Tokoh Gerakan Nurani Bangsa: Tegaskan Supremasi Sipil hingga Bentuk Tim Reformasi Kepolisian
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto melakukan dialog dengan tokoh-tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/9/2025). Pertemuan yang berlangsung selama hampir tiga jam itu menghasilkan kesepakatan penting.
Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya terhadap penegakan supremasi sipil dalam dialog tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, mereka menekankan pentingnya supremasi sipil dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Merespons hal itu, Lukman mengatakan bahwa Presiden Prabowo menegaskan komitmennya.
"Itu salah satu poin yang kami sampaikan bahwa supremasi sipil harus ditegakkan dan presiden berkali-kali menyatakan bahwa komitmennya untuk itu. Bahwa Presiden berkomitmen untuk menegakkan supremasi sipil," kata Lukman.
Dia berharap, komitmen dari Presiden Prabowo tersebut dapat diwujudkan secara nyata dalam kebijakan maupun tindakan pemerintahan ke depan. "Oleh karenanya kita lihat saja ke depan seperti apa, mudah-mudahan apa yang beliau sampaikan, yang beliau janjikan, itu terealisasikan dalam tataran implementasi," ujarnya.
Lukman juga mengatakan, salah satu tuntutan utama adalah pembentukan komisi investigasi independen untuk menyelidiki peristiwa demonstrasi yang menelan banyak korban jiwa dan luka-luka.
"Saya ingin sampaikan di sini bahwa salah satu tuntutan masyarakat sipil yang juga menjadi aspirasi kami dari GNB adalah perlunya dibentuk komisi investigasi independen terkait dengan kejadian Prahara Agustus beberapa waktu yang lalu, yang menimbulkan jumlah korban jiwa, korban kekerasan, luka-luka, dan seterusnya yang cukup banyak. Presiden menyetujui pembentukan itu. Dan detailnya tentu nanti pihak Istana akan menyampaikan bagaimana formatnya," paparnya.
Presiden Prabowo Subianto juga disebut setuju untuk segera membentuk tim atau komisi reformasi kepolisian. Pembentukan tim tersebut sebagai tindak lanjut terhadap tuntutan mereformasi kepolisian.
Ketua Majelis Pertimbangan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom sebagai salah seorang tokoh yang hadir mengungkapkan bagaimana tuntutan reformasi kepolisian langsung disampaikan dan mendapat respons baik dari Prabowo.
"Tadi juga disampaikan oleh Gerakan Nurani Bangsa perlunya evaluasi dan reformasi kepolisian yang disambut juga oleh Pak Presiden akan segera membentuk tim atau komisi reformasi kepolisian. Saya kira ini juga atas tuntutan dari masyarakat yang cukup banyak," kata Pendeta Gultom.
Setibanya di Gedung Promoter, terlihat Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid disambut langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri dan Wakapolda Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono.
Baca juga: Hasil Pertemuan Prabowo-Tokoh Gerakan Nurani Bangsa, Setuju Bentuk Komisi Investigasi Independen
Kemudian mereka pun masuk ke dalam Gedung Promoter Polda Metro Jaya untuk melakukan pertemuan. Adapun Tokoh GNB lainnya yang hadir yakni Lukman Hakim Saifuddin, Karlina R Supelli, Erry Riyana Hardjapamekas, Inaya Wahid, Pdt. Gomar Gultom, Komaruddin Hidayat dan Beka Ulung Hapsara.
Belum diketahui maksud dan tujuan dari para tokoh tersebut termasuk pembahasan apa yang dibahas dengan Kapolda Metro Jaya beserta jajarannya.
Berdasarkan informasi yang diterima, para tokoh juga berencana mengunjungi para tahanan terkait aksi demo yang berujung ricuh di Jakarta beberapa waktu lalu.
Baca juga: Hasil Dialog Prabowo dengan Tokoh Gerakan Nurani Bangsa: Tegaskan Supremasi Sipil hingga Bentuk Tim Reformasi Kepolisian
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto melakukan dialog dengan tokoh-tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/9/2025). Pertemuan yang berlangsung selama hampir tiga jam itu menghasilkan kesepakatan penting.
Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya terhadap penegakan supremasi sipil dalam dialog tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, mereka menekankan pentingnya supremasi sipil dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Merespons hal itu, Lukman mengatakan bahwa Presiden Prabowo menegaskan komitmennya.
"Itu salah satu poin yang kami sampaikan bahwa supremasi sipil harus ditegakkan dan presiden berkali-kali menyatakan bahwa komitmennya untuk itu. Bahwa Presiden berkomitmen untuk menegakkan supremasi sipil," kata Lukman.
Dia berharap, komitmen dari Presiden Prabowo tersebut dapat diwujudkan secara nyata dalam kebijakan maupun tindakan pemerintahan ke depan. "Oleh karenanya kita lihat saja ke depan seperti apa, mudah-mudahan apa yang beliau sampaikan, yang beliau janjikan, itu terealisasikan dalam tataran implementasi," ujarnya.
Lukman juga mengatakan, salah satu tuntutan utama adalah pembentukan komisi investigasi independen untuk menyelidiki peristiwa demonstrasi yang menelan banyak korban jiwa dan luka-luka.
"Saya ingin sampaikan di sini bahwa salah satu tuntutan masyarakat sipil yang juga menjadi aspirasi kami dari GNB adalah perlunya dibentuk komisi investigasi independen terkait dengan kejadian Prahara Agustus beberapa waktu yang lalu, yang menimbulkan jumlah korban jiwa, korban kekerasan, luka-luka, dan seterusnya yang cukup banyak. Presiden menyetujui pembentukan itu. Dan detailnya tentu nanti pihak Istana akan menyampaikan bagaimana formatnya," paparnya.
Presiden Prabowo Subianto juga disebut setuju untuk segera membentuk tim atau komisi reformasi kepolisian. Pembentukan tim tersebut sebagai tindak lanjut terhadap tuntutan mereformasi kepolisian.
Ketua Majelis Pertimbangan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom sebagai salah seorang tokoh yang hadir mengungkapkan bagaimana tuntutan reformasi kepolisian langsung disampaikan dan mendapat respons baik dari Prabowo.
"Tadi juga disampaikan oleh Gerakan Nurani Bangsa perlunya evaluasi dan reformasi kepolisian yang disambut juga oleh Pak Presiden akan segera membentuk tim atau komisi reformasi kepolisian. Saya kira ini juga atas tuntutan dari masyarakat yang cukup banyak," kata Pendeta Gultom.
(shf)
Lihat Juga :