Gempa Sukabumi Rusak Rumah Warga, 20 Jiwa Terdampak
Minggu, 21 September 2025 - 12:36 WIB
loading...
Gempa yang mengguncang Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Minggu (21/9/2025) dini hari merusak rumah warga. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Gempa yang mengguncang Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Minggu (21/9/2025) dini hari merusak rumah warga. Gempa M3,8 yang berpusat di darat 26 km kilometer Timur Laut Kabupaten Sukabumi tersebut juga dirasakan di wilayah Bogor.
"Siang ini tim BPBD Kabupaten Sukabumi sedang melaksanakan kaji cepat di wilayah terdampak. Data sementara tercatat lima kepala keluarga atau sebanyak 20 jiwa terdampak akibat rumahnya mengalami kerusakan karena gempa. Kerugian materil sementara satu unit rumah rusak sedang dan empat unit rumah rusak ringan," jelas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) Abdul Muhari.
Aaam, sapaan akrabnya, mengatakan, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga pukul 06.30 WIB telah terjadi 30 kali gempa susulan. "BNPB mengimbau masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Sukabumi agar tidak panik namun tetap waspada merespons gempa susulan yang masih terjadi. Masyarakat hendaknya menyiapkan tas siaga bencana untuk kesiapsiagaan," ujarnya.
Baca Juga: Sejumlah Rumah Rusak Akibat Gempa Sukabumi-Bogor
Sebelumnya, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, dampak gempa dirasakan di Kampung Cipeuteuy, Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Tercatat beberapa rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Sedangkan di Kampung Garejong, Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, beberapa bangunan mengalami retakan.
Daryono melaporkan hingga pukul 06.27 WIB, telah terjadi 30 kali gempa susulan pascagempa utama. "Gempa berkekuatan M3,8 di wilayah Kecamatan Kabandungan Kabupaten Sukabumi yang terjadi pagi dini hari tadi, hingga saat ini masih terus terjadi, pada pukul 06:27 WIB. Hingga saat ini BMKG sudah mencatat sebanyak 30 kali gempa susulan (aftershocks)," katanya.
Menurut Daryono, magnitudo gempa susulan bervariasi, dengan yang terbesar M4,0 dan terkecil M1,9. Tercatat, empat kali gempa di antaranya dirasakan masyarakat sekitar episenter. "Magnitudo terbesar M3,8 dan terkecil M1,9, dengan empat di antaranya dirasakan."
"Siang ini tim BPBD Kabupaten Sukabumi sedang melaksanakan kaji cepat di wilayah terdampak. Data sementara tercatat lima kepala keluarga atau sebanyak 20 jiwa terdampak akibat rumahnya mengalami kerusakan karena gempa. Kerugian materil sementara satu unit rumah rusak sedang dan empat unit rumah rusak ringan," jelas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) Abdul Muhari.
Aaam, sapaan akrabnya, mengatakan, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga pukul 06.30 WIB telah terjadi 30 kali gempa susulan. "BNPB mengimbau masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Sukabumi agar tidak panik namun tetap waspada merespons gempa susulan yang masih terjadi. Masyarakat hendaknya menyiapkan tas siaga bencana untuk kesiapsiagaan," ujarnya.
Baca Juga: Sejumlah Rumah Rusak Akibat Gempa Sukabumi-Bogor
Sebelumnya, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, dampak gempa dirasakan di Kampung Cipeuteuy, Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Tercatat beberapa rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Sedangkan di Kampung Garejong, Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, beberapa bangunan mengalami retakan.
Daryono melaporkan hingga pukul 06.27 WIB, telah terjadi 30 kali gempa susulan pascagempa utama. "Gempa berkekuatan M3,8 di wilayah Kecamatan Kabandungan Kabupaten Sukabumi yang terjadi pagi dini hari tadi, hingga saat ini masih terus terjadi, pada pukul 06:27 WIB. Hingga saat ini BMKG sudah mencatat sebanyak 30 kali gempa susulan (aftershocks)," katanya.
Menurut Daryono, magnitudo gempa susulan bervariasi, dengan yang terbesar M4,0 dan terkecil M1,9. Tercatat, empat kali gempa di antaranya dirasakan masyarakat sekitar episenter. "Magnitudo terbesar M3,8 dan terkecil M1,9, dengan empat di antaranya dirasakan."
(zik)
Lihat Juga :