29 Kali Gempa Susulan Guncang Sukabumi-Bogor hingga Pagi Ini
Minggu, 21 September 2025 - 07:51 WIB
loading...
Sebanyak 29 kali gempa susulan mengguncang Sukabumi, Jawa Barat, hingga Minggu (21/9/2025) pukul 06.00 WIB. Foto/Ilustrasi/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Sebanyak 29 kali gempa susulan mengguncang Sukabumi, Jawa Barat, hingga Minggu (21/9/2025) pukul 06.00 WIB. Gempa bumi ini merupakan rangkaian susulan dari gempa bumi utama dengan kekuatan M4,0 pada Sabtu (20/9/2025) pukul 23.47 WIB.
“Update gempa bumi susulan Sukabumi-Bogor M4,0 20 September 2025. Jumlah events gempa susulan 29 kali. Magnitudo terbesar M3,8 dan magnitudo terkecil M1,9. Jumlah event susulan dirasakan 4,” ungkap Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangannya.
Daryono mengungkapkan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif.
![29 Kali Gempa Susulan Guncang Sukabumi-Bogor hingga Pagi Ini]()
Baca juga: BMKG: 84 Kali Gempa Susulan Guncang Nabire Papua Tengah
Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di wilayah Leuwiliang, Pemijahan, dan Kabandungan dengan Skala Intensitas III MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
Di Cibadak dengan Skala Intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang), Di Pelabuhanratu dengan Skala Intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang - Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu).
“Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut,” tegas Daryono.
“Update gempa bumi susulan Sukabumi-Bogor M4,0 20 September 2025. Jumlah events gempa susulan 29 kali. Magnitudo terbesar M3,8 dan magnitudo terkecil M1,9. Jumlah event susulan dirasakan 4,” ungkap Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangannya.
Daryono mengungkapkan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif.

Baca juga: BMKG: 84 Kali Gempa Susulan Guncang Nabire Papua Tengah
Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di wilayah Leuwiliang, Pemijahan, dan Kabandungan dengan Skala Intensitas III MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
Di Cibadak dengan Skala Intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang), Di Pelabuhanratu dengan Skala Intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang - Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu).
“Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut,” tegas Daryono.
(rca)
Lihat Juga :