Cegah Aksi Anarkistis, Forkabi se-Jabodetabek Deklarasi Jaga Kampung
Sabtu, 20 September 2025 - 16:47 WIB
loading...
DPP Forkabi menggelar Deklarasi Jaga Kampung di Jakarta Barat, Sabtu (20/9/2025). Deklarasi ini agar kejadian beberapa waktu lalu yakni kerusuhan dan tindakan anarkisme hingga kriminal tidak kembali terulang. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Anak Betawi (DPP Forkabi ) menggelar Deklarasi Jaga Kampung di Jakarta Barat, Sabtu (20/9/2025). Deklarasi ini agar kejadian beberapa waktu lalu yakni kerusuhan dan tindakan anarkisme hingga kriminal tidak kembali terulang.
Ketua Umum DPP Forkabi Abdul Ghoni mengimbau semua jajaran mulai dari DPP hingga di tingkat Sub Ranting melakukan monitoring. "Kami sebagai ormas dengan kearifan lokal harus bisa menjaga kampungnya. Jangan sampai ada orang-orang, khususnya dari luar yang ingin merusak keamanan dan mengganggu suasana kondusif di kampung kita," ujarnya.
Baca juga: Tok! PTUN Jakarta Menangkan Abdul Ghoni Pimpin Forkabi 2021-2026
Jakarta adalah kota multietnis, multiagama yang harus dihormati sekaligus jaga persatuannya. Jaga Kampung ini merupakan implementasi nyata #JagaJakarta yang digaungkan Gubernur Jakarta Pramono Anung.
"Jangan sampai kampung kita ini diacak-acak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, memecah belah persaudaraan kita. Tidak kalah penting, kita jangan mudah diadu domba," tegasnya.
Dia meminta seluruh jajaran Forkabi se-Jabodetabek yang berjumlah 190.000 orang untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan penegak hukum agar Jaga Kampung berjalan optimal. Kemudian, menyampaikan hasil Deklarasi Jaga Kampung ini kepada seluruh anggota, keluarga, dan warga di lingkungan tempat tinggal.
Sekjen DPP Forkabi Syarif Hidayatullah mengingatkan agar setiap aksi penyampaian pendapat atau unjuk rasa sebagai bagian dari demokrasi dilakukan dengan baik, tanpa perlu tindakan anarkistis.
"Penyampaian pendapat di muka umum dilindungi Undang-Undang, tapi harus juga dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab. Tidak berbuat kerusuhan dan merusak apalagi fasilitas umum," katanya.
Dia juga mengajak warga Betawi, khususnya generasi muda untuk menghindari dan dapat mencegah tawuran hingga narkoba.
"Tawuran bukan menjadi budaya orang Betawi. Jangan sampai ada tawuran, kita yang ada di Forkabi harus bisa mencegah atau melerai jika ada konflik. Utamakan dialog dalam menyelesaikan masalah," ujar Syarif.
Ketua Umum DPP Forkabi Abdul Ghoni mengimbau semua jajaran mulai dari DPP hingga di tingkat Sub Ranting melakukan monitoring. "Kami sebagai ormas dengan kearifan lokal harus bisa menjaga kampungnya. Jangan sampai ada orang-orang, khususnya dari luar yang ingin merusak keamanan dan mengganggu suasana kondusif di kampung kita," ujarnya.
Baca juga: Tok! PTUN Jakarta Menangkan Abdul Ghoni Pimpin Forkabi 2021-2026
Jakarta adalah kota multietnis, multiagama yang harus dihormati sekaligus jaga persatuannya. Jaga Kampung ini merupakan implementasi nyata #JagaJakarta yang digaungkan Gubernur Jakarta Pramono Anung.
"Jangan sampai kampung kita ini diacak-acak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, memecah belah persaudaraan kita. Tidak kalah penting, kita jangan mudah diadu domba," tegasnya.
Dia meminta seluruh jajaran Forkabi se-Jabodetabek yang berjumlah 190.000 orang untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan penegak hukum agar Jaga Kampung berjalan optimal. Kemudian, menyampaikan hasil Deklarasi Jaga Kampung ini kepada seluruh anggota, keluarga, dan warga di lingkungan tempat tinggal.
Sekjen DPP Forkabi Syarif Hidayatullah mengingatkan agar setiap aksi penyampaian pendapat atau unjuk rasa sebagai bagian dari demokrasi dilakukan dengan baik, tanpa perlu tindakan anarkistis.
"Penyampaian pendapat di muka umum dilindungi Undang-Undang, tapi harus juga dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab. Tidak berbuat kerusuhan dan merusak apalagi fasilitas umum," katanya.
Dia juga mengajak warga Betawi, khususnya generasi muda untuk menghindari dan dapat mencegah tawuran hingga narkoba.
"Tawuran bukan menjadi budaya orang Betawi. Jangan sampai ada tawuran, kita yang ada di Forkabi harus bisa mencegah atau melerai jika ada konflik. Utamakan dialog dalam menyelesaikan masalah," ujar Syarif.
(jon)
Lihat Juga :