Gelar Rakercab 2025, Serikat Pekerja JAI Perkuat Sinergi dengan Pelindo
Jum'at, 19 September 2025 - 14:08 WIB
loading...
Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia Bersatu (SPPIB) DPC PT Jasa Armada Indonesia Tbk (JAI) 2025 menggelar Rakercab di Sentul, Bogor. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia Bersatu (SPPIB) DPC PT Jasa Armada Indonesia Tbk (JAI) 2025 menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab). Kegiatan tersebut digelar di Bumi Gumati, Sentul, Bogor pada hari Rabu, 17 September 2025.
Acara berlangsung dalam atmosfer optimisme dan semangat kolaborasi. Forum ini menghadirkan jajaran pimpinan JAI, yaitu Direktur Utama Shanti Puruhita, Direktur Armada dan Operasi Arief Hermawan, Direktur Keuangan dan SDM Dessy Emastari, Ketua DPC JAI Agung Subali, Ketua Umum Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia (FPPI) Nova Sofyan Hakim, serta Ketua Umum DPP SPPI Bersatu Dodi Nurdiana.
Isu strategis yang mengemuka adalah rencana penguatan sinergi antara JAI dan PT Pelindo Marine Service (PMS). Keduanya berada di bawah subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) yang saat ini membawahi delapan anak perusahaan di sektor jasa kemaritiman.
Baca juga: SP PLN Minta Kepmen ESDM No. 188/2025 Ditinjau Ulang
"Sinergi antara JAI dan PMS membuka peluang untuk memperkuat aset, memperluas struktur organisasi, serta membuat operasional lebih lincah dalam meraih pasar baru,” ujar Direktur Utama JAI Santi Puruhita, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/9/2025).
Ketua DPC JAI, Agung Subali, menegaskan dukungan karyawan menjadi bagian penting dari langkah transformasi ini. "Apapun bentuk integrasi ke depan, sebagai keluarga besar Pelindo kita harus ikut menyokong. Tujuannya jelas, yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Sebagai anak bangsa, kita punya tanggung jawab nyata di dalamnya,” kata Agung.
Ketua Umum Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia (FPPI), Nova Sofyan Hakim menambahkan pengurus serikat harus mengambil peran sebagai mitra strategis manajemen.
Baca juga: SPPI Kerja Sama dengan 3 Asosiasi Perikanan Taiwan
"Sudah seharusnya kami mengajak jajaran DPC JAI tetap solid. Serikat harus tampil konstruktif, menjadi mitra strategis dalam memastikan sinergi ini berdampak positif bagi pekerja maupun perusahaan,” ujarnya.
Ketua Umum DPP SPPI Bersatu Dodi Nurdiana, memberikan penekanan khusus. Menurutnya, Rakercab tidak hanya menjadi forum internal serikat, melainkan juga wadah untuk menunjukkan bahwa pekerja JAI siap menjadi mitra strategis dalam proses transformasi maritim Pelindo.
"Rakercab ini membuktikan bahwa serikat di level DPC mampu berdiri kokoh, solid, dan proaktif. Kami di DPP mendukung penuh agar pengurus di JAI bisa menjadi role model serikat yang modern, kritis, tapi juga solutif sehingga kehadiran serikat justru memperkuat posisi korporasi di tengah dinamika industri pelabuhan,” ujar Dodi.
Rakercab SPPIB DPC JAI 2025 di Bumi Gumati Sentul ini menegaskan komitmen bersama: pekerja, serikat, dan manajemen berada pada satu visi yakni menjaga daya saing, memperluas pasar, serta memastikan kontribusi sektor pelabuhan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin nyata.
Acara berlangsung dalam atmosfer optimisme dan semangat kolaborasi. Forum ini menghadirkan jajaran pimpinan JAI, yaitu Direktur Utama Shanti Puruhita, Direktur Armada dan Operasi Arief Hermawan, Direktur Keuangan dan SDM Dessy Emastari, Ketua DPC JAI Agung Subali, Ketua Umum Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia (FPPI) Nova Sofyan Hakim, serta Ketua Umum DPP SPPI Bersatu Dodi Nurdiana.
Isu strategis yang mengemuka adalah rencana penguatan sinergi antara JAI dan PT Pelindo Marine Service (PMS). Keduanya berada di bawah subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) yang saat ini membawahi delapan anak perusahaan di sektor jasa kemaritiman.
Baca juga: SP PLN Minta Kepmen ESDM No. 188/2025 Ditinjau Ulang
"Sinergi antara JAI dan PMS membuka peluang untuk memperkuat aset, memperluas struktur organisasi, serta membuat operasional lebih lincah dalam meraih pasar baru,” ujar Direktur Utama JAI Santi Puruhita, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/9/2025).
Ketua DPC JAI, Agung Subali, menegaskan dukungan karyawan menjadi bagian penting dari langkah transformasi ini. "Apapun bentuk integrasi ke depan, sebagai keluarga besar Pelindo kita harus ikut menyokong. Tujuannya jelas, yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Sebagai anak bangsa, kita punya tanggung jawab nyata di dalamnya,” kata Agung.
Ketua Umum Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia (FPPI), Nova Sofyan Hakim menambahkan pengurus serikat harus mengambil peran sebagai mitra strategis manajemen.
Baca juga: SPPI Kerja Sama dengan 3 Asosiasi Perikanan Taiwan
"Sudah seharusnya kami mengajak jajaran DPC JAI tetap solid. Serikat harus tampil konstruktif, menjadi mitra strategis dalam memastikan sinergi ini berdampak positif bagi pekerja maupun perusahaan,” ujarnya.
Ketua Umum DPP SPPI Bersatu Dodi Nurdiana, memberikan penekanan khusus. Menurutnya, Rakercab tidak hanya menjadi forum internal serikat, melainkan juga wadah untuk menunjukkan bahwa pekerja JAI siap menjadi mitra strategis dalam proses transformasi maritim Pelindo.
"Rakercab ini membuktikan bahwa serikat di level DPC mampu berdiri kokoh, solid, dan proaktif. Kami di DPP mendukung penuh agar pengurus di JAI bisa menjadi role model serikat yang modern, kritis, tapi juga solutif sehingga kehadiran serikat justru memperkuat posisi korporasi di tengah dinamika industri pelabuhan,” ujar Dodi.
Rakercab SPPIB DPC JAI 2025 di Bumi Gumati Sentul ini menegaskan komitmen bersama: pekerja, serikat, dan manajemen berada pada satu visi yakni menjaga daya saing, memperluas pasar, serta memastikan kontribusi sektor pelabuhan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin nyata.
(cip)
Lihat Juga :