Jakarta Darurat Sampah, Menteri LH: Hasilkan Lebih dari 1.000 Ton/Hari
Jum'at, 19 September 2025 - 10:07 WIB
loading...
Tempat Pembuangan Sampah Terakhir (TPST) Bantargebang, Bekasi. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Jakarta sebagai pusat pembangunan dan pusat ekonomi nasional Indonesia saat ini sudah berada di titik darurat sampah . Padahal Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Jakarta pada kuartal II 2025 tumbuh 5,18% lebih besar dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12%.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan Jakarta masuk ke dalam deretan kota-kota besar yang memproduksi sampah lebih dari 1.000 ton per hari.
“Siapa yang mempunyai sampah 1.000 ton per day? Ini hanya kota-kota besar, Pak. Semisal Jakarta, Bogor, Bandung, Surabaya, Pekanbaru,” tutur Hanif di Jakarta, Jumat (19/9/2025).
Baca juga: Habiskan Rp1,28 Triliun, Fasilitas Pengolahan Sampah RDF Rorotan Beroperasi Akhir 2024
Bahkan timbulan sampah dari Jakarta mencapai 8.000 ton per hari dan sebanyak 74%di antaranya dibuang ke Tempat Penampungan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Tingkat timbulan sampah Jakarta ini berkontribusi sebesar 5,59% dari total timbulan sampah secara nasional yang sebanyak 143.000 ton per hari.
Selain itu, dari 50% sampah tersebut merupakan sampah organik yang bisa menimbulkan gas beracun, longsor, pencemaran air, penyakit warga, hingga kebakaran.
Baca juga: Pemerintah Targetkan Pengendalian Sampah 100% Tercapai di 2029
Kondisi ini seharusnya menjadi wake up call bagi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, masyarakat serta pelaku usaha baik dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun swasta yang beroperasi di Jakarta.
PWNU DKI Jakarta melalui Program NU Mendengar akan mencoba mempertemukan sederet pihak tersebut untuk menemukan rekomendasi kebijakan berkelanjutan bagi pemerintah juga komunitas.
Hal ini dikarenakan melalui NU Mendengar, PWNU akan membentuk sebuah forum strategis antara NU sebagai ormas keagamaan, pemerintah, BUMD, juga masyarakat untuk menjawab tantangan di Jakarta.
Adapun deretan kegiatan dalam program NU Mendengar ini terdiri dari penandatangan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), Focuss Group Discussion (FGD), hingga Workshop dengan tema Gerakan NU Jakarta untuk Kota Berkelanjutan: Bersih, Adil, dan Harmoni.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan Jakarta masuk ke dalam deretan kota-kota besar yang memproduksi sampah lebih dari 1.000 ton per hari.
“Siapa yang mempunyai sampah 1.000 ton per day? Ini hanya kota-kota besar, Pak. Semisal Jakarta, Bogor, Bandung, Surabaya, Pekanbaru,” tutur Hanif di Jakarta, Jumat (19/9/2025).
Baca juga: Habiskan Rp1,28 Triliun, Fasilitas Pengolahan Sampah RDF Rorotan Beroperasi Akhir 2024
Bahkan timbulan sampah dari Jakarta mencapai 8.000 ton per hari dan sebanyak 74%di antaranya dibuang ke Tempat Penampungan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Tingkat timbulan sampah Jakarta ini berkontribusi sebesar 5,59% dari total timbulan sampah secara nasional yang sebanyak 143.000 ton per hari.
Selain itu, dari 50% sampah tersebut merupakan sampah organik yang bisa menimbulkan gas beracun, longsor, pencemaran air, penyakit warga, hingga kebakaran.
Baca juga: Pemerintah Targetkan Pengendalian Sampah 100% Tercapai di 2029
Kondisi ini seharusnya menjadi wake up call bagi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, masyarakat serta pelaku usaha baik dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun swasta yang beroperasi di Jakarta.
PWNU DKI Jakarta melalui Program NU Mendengar akan mencoba mempertemukan sederet pihak tersebut untuk menemukan rekomendasi kebijakan berkelanjutan bagi pemerintah juga komunitas.
Hal ini dikarenakan melalui NU Mendengar, PWNU akan membentuk sebuah forum strategis antara NU sebagai ormas keagamaan, pemerintah, BUMD, juga masyarakat untuk menjawab tantangan di Jakarta.
Adapun deretan kegiatan dalam program NU Mendengar ini terdiri dari penandatangan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), Focuss Group Discussion (FGD), hingga Workshop dengan tema Gerakan NU Jakarta untuk Kota Berkelanjutan: Bersih, Adil, dan Harmoni.
(cip)
Lihat Juga :