16 Tahanan Demo Jakarta Dikabarkan Mogok Makan, Ade Ary: Nanti Penyidik yang Mempertimbangkan
Kamis, 18 September 2025 - 23:24 WIB
loading...
Polda Metro Jaya merespons 16 tahanan setelah ikut demonstrasi melakukan aksi mogok makan di rumah tahanan (rutan), salah satunya Direktur Lokataru Foundation Delpedro Marhaen. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Polda Metro Jaya merespons 16 tahanan setelah ikut demonstrasi melakukan aksi mogok makan di rumah tahanan (rutan), salah satunya admin Gejayan Memanggil Syahdan Husein.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi mengaku belum mendapat informasi soal aksi mogok makan tersebut. “Saya belum dapat informasi. Nanti kami cek,” ujarnya, Kamis (18/9/2025).
Baca juga: Demo Mahasiswa Surabaya Ricuh, Sejumlah Orang Ditangkap Polisi
Terkait penangguhan penahanan terhadap para tersangka, mantan Kapolres Metro Jakarta Selatan itu menyebut hal tersebut masih dibahas lebih lanjut oleh penyidik. “Nanti penyidik yang akan mempertimbangkan,” katanya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menahan sejumlah aktivis usai demonstrasi yang berujung ricuh pada 28–30 Agustus 2025 lalu. Aktivis yang ditahan di antaranya Direktur Lokataru Foundation Delpedro Marhaen dan admin Gejayan Memanggil Syahdan Husein.
Kakak Syahdan Husein, Sizigia Pikhansa, mengungkapkan keluarga sama sekali tidak diberitahu soal penangkapan Syahdan. Bahkan, akses keluarga dan pendamping hukum untuk menjenguk pun dihalangi.
"Itu membuat psikis Syahdan terganggu. Maksudnya, dia tidak bisa mendapatkan pendampingan secara emosional atau psikologis, karena merasa tidak mendapat dukungan dari kuasa hukum atau keluarganya. Padahal, semua sedang bekerja keras di luar. Tapi memang akses untuk bertemu Syahdan dihalang-halangi," ujarnya.
Sizigia juga menyebut Syahdan mogok makan sejak 11 September 2025 sebagai bentuk protes atas penangkapan dirinya dan aktivis lainnya. "Per hari ini berarti sudah seminggu. Ini sebagai bentuk protes dia atas penangkapan seluruh aktivis. Dia mengatakan akan mogok makan sampai seluruh tahanan politik dibebaskan," katanya.
Tak hanya Syahdan, ada 16 aktivis lain yang juga ikut mogok makan di dalam tahanan sebagai bentuk solidaritas dan desakan agar mereka segera dibebaskan. Dia menegaskan Syahdan bukanlah provokator.
"Ini mereka membuat surat (sambil menunjukkan surat) untuk DPR dan Pak Presiden Prabowo. Total 16 orang ikut mogok makan sebagai bentuk aksi penangkapan ini," ujar Sizigia.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi mengaku belum mendapat informasi soal aksi mogok makan tersebut. “Saya belum dapat informasi. Nanti kami cek,” ujarnya, Kamis (18/9/2025).
Baca juga: Demo Mahasiswa Surabaya Ricuh, Sejumlah Orang Ditangkap Polisi
Terkait penangguhan penahanan terhadap para tersangka, mantan Kapolres Metro Jakarta Selatan itu menyebut hal tersebut masih dibahas lebih lanjut oleh penyidik. “Nanti penyidik yang akan mempertimbangkan,” katanya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menahan sejumlah aktivis usai demonstrasi yang berujung ricuh pada 28–30 Agustus 2025 lalu. Aktivis yang ditahan di antaranya Direktur Lokataru Foundation Delpedro Marhaen dan admin Gejayan Memanggil Syahdan Husein.
Kakak Syahdan Husein, Sizigia Pikhansa, mengungkapkan keluarga sama sekali tidak diberitahu soal penangkapan Syahdan. Bahkan, akses keluarga dan pendamping hukum untuk menjenguk pun dihalangi.
"Itu membuat psikis Syahdan terganggu. Maksudnya, dia tidak bisa mendapatkan pendampingan secara emosional atau psikologis, karena merasa tidak mendapat dukungan dari kuasa hukum atau keluarganya. Padahal, semua sedang bekerja keras di luar. Tapi memang akses untuk bertemu Syahdan dihalang-halangi," ujarnya.
Sizigia juga menyebut Syahdan mogok makan sejak 11 September 2025 sebagai bentuk protes atas penangkapan dirinya dan aktivis lainnya. "Per hari ini berarti sudah seminggu. Ini sebagai bentuk protes dia atas penangkapan seluruh aktivis. Dia mengatakan akan mogok makan sampai seluruh tahanan politik dibebaskan," katanya.
Tak hanya Syahdan, ada 16 aktivis lain yang juga ikut mogok makan di dalam tahanan sebagai bentuk solidaritas dan desakan agar mereka segera dibebaskan. Dia menegaskan Syahdan bukanlah provokator.
"Ini mereka membuat surat (sambil menunjukkan surat) untuk DPR dan Pak Presiden Prabowo. Total 16 orang ikut mogok makan sebagai bentuk aksi penangkapan ini," ujar Sizigia.
(jon)
Lihat Juga :