Terungkap, Otak Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank Siapkan 2 Opsi
Selasa, 16 September 2025 - 17:30 WIB
loading...
Para tersangka pembunuhan kacab bank. Foto/Riyan Rizki
A
A
A
JAKARTA - Polisi mengungkap otak penculikan dan pembunuhan terhadap kepala cabang pembantu (KCP) bank M Ilham Pradipta /MIP (37) menyiapkan dua opsi. Apa saja dua opsi tersebut?
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Wira Satya Triputra menjelaskan, kasus ini berawal dari tersangka berinisial C alias K yang memiliki rencana untuk memindahkan uang dari rekening dormant ke rekening penampung yang telah disiapkan. Rencana yang dibuat sekitar Juni 2025 itu kemudian disampaikan kepada tersangka lain yakni DH alias Dwi Hartono.
C alias K mengajak DH untuk mencari kepala cabang bank agar rencananya itu bisa dilaksanakan. Namun, pencarian itu tak membuahkan hasil. Akhirnya mereka kembali bertemu pada 30 Juli 2025 bersama dengan tersangka lain, AAN. Saat itulah dua opsi eksekusi diungkapkan.
Baca Juga: Penampakan 15 Tersangka Kasus Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank
"Kemudian C alias K karena upaya sebelumnya tidak permah berhasil maka pergeseran dana tersebut akan berhasil apabila dilakukan dalam dua opsi ataupun dua metode," kata Wira saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa (16/9/2025).
Ada dua opsi penculikan. Pertama, menculik korban lalu dilepaskan. Kedua, menculik korban lalu dibunuh.
"Opsi pertama melakukan pemaksaan dengan kekerasan dan ancaman kekerasan setelah itu korban akan dilepaskan. Kemudian opsi yang kedua melakukan pemaksaan dengan kekerasan dan atau ancaman kekerasan dan apabila berhasil maka korban akan dihilangkan atau dalam arti kata korban akan dibunuh," ujar Wira.
Namun, opsi terakhir itu tidak diambil oleh ketiga tersangka itu. Mereka memilih untuk melakukan eksekusi seperti di opsi pertama.
"Pada tanggal 12 Agustus 2025, C alias K bersama dengan DH berkomunikasi melalui WA. Dan dalam komunikasi tersebut, mereka memutuskan untuk memilih opsi 1 yaitu melakukan pemaksaan dengan kekerasan setelah itu korban dilepaskan," jelasnya.
MIP ditemukan tewas di Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/8/2025). Korban tewas setelah diculik para pelaku.
Sebelum ditemukan tewas di kawasan Bekasi, MIP diduga diculik di parkiran pusat perbelanjaan di Ciracas, Jakarta Timur. Terdapat rekaman CCTV di lokasi dugaan penculikan korban yang menggambarkan peristiwa penculikan korban.
Dalam rekaman CCTV berdurasi 38 detik itu, korban disekap sejumlah orang. Dia lantas dimasukkan ke dalam sebuah mobil berwarna putih. Korban tampak hendak masuk ke dalam mobil berwarna hitam miliknya.
Mendadak, sejumlah orang keluar dari dalam mobil berwarna putih yang terparkir persis di samping mobil korban. Korban lantas disekap sejumlah orang yang keluar dari dalam mobil putih itu.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Wira Satya Triputra menjelaskan, kasus ini berawal dari tersangka berinisial C alias K yang memiliki rencana untuk memindahkan uang dari rekening dormant ke rekening penampung yang telah disiapkan. Rencana yang dibuat sekitar Juni 2025 itu kemudian disampaikan kepada tersangka lain yakni DH alias Dwi Hartono.
C alias K mengajak DH untuk mencari kepala cabang bank agar rencananya itu bisa dilaksanakan. Namun, pencarian itu tak membuahkan hasil. Akhirnya mereka kembali bertemu pada 30 Juli 2025 bersama dengan tersangka lain, AAN. Saat itulah dua opsi eksekusi diungkapkan.
Baca Juga: Penampakan 15 Tersangka Kasus Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank
"Kemudian C alias K karena upaya sebelumnya tidak permah berhasil maka pergeseran dana tersebut akan berhasil apabila dilakukan dalam dua opsi ataupun dua metode," kata Wira saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa (16/9/2025).
Ada dua opsi penculikan. Pertama, menculik korban lalu dilepaskan. Kedua, menculik korban lalu dibunuh.
"Opsi pertama melakukan pemaksaan dengan kekerasan dan ancaman kekerasan setelah itu korban akan dilepaskan. Kemudian opsi yang kedua melakukan pemaksaan dengan kekerasan dan atau ancaman kekerasan dan apabila berhasil maka korban akan dihilangkan atau dalam arti kata korban akan dibunuh," ujar Wira.
Namun, opsi terakhir itu tidak diambil oleh ketiga tersangka itu. Mereka memilih untuk melakukan eksekusi seperti di opsi pertama.
"Pada tanggal 12 Agustus 2025, C alias K bersama dengan DH berkomunikasi melalui WA. Dan dalam komunikasi tersebut, mereka memutuskan untuk memilih opsi 1 yaitu melakukan pemaksaan dengan kekerasan setelah itu korban dilepaskan," jelasnya.
MIP ditemukan tewas di Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/8/2025). Korban tewas setelah diculik para pelaku.
Sebelum ditemukan tewas di kawasan Bekasi, MIP diduga diculik di parkiran pusat perbelanjaan di Ciracas, Jakarta Timur. Terdapat rekaman CCTV di lokasi dugaan penculikan korban yang menggambarkan peristiwa penculikan korban.
Dalam rekaman CCTV berdurasi 38 detik itu, korban disekap sejumlah orang. Dia lantas dimasukkan ke dalam sebuah mobil berwarna putih. Korban tampak hendak masuk ke dalam mobil berwarna hitam miliknya.
Mendadak, sejumlah orang keluar dari dalam mobil berwarna putih yang terparkir persis di samping mobil korban. Korban lantas disekap sejumlah orang yang keluar dari dalam mobil putih itu.
(zik)
Lihat Juga :