Dampingi Panen 50 Ton Bawang, Legislator Partai Perindo Mesak Mbura Komitmen Sejahterakan Petani Kupang
Senin, 15 September 2025 - 22:25 WIB
loading...
A
A
A
“Perjuangan saya untuk kesejahteraan rakyat Kabupaten Kupang masih membutuhkan pergumulan yang berat. Tetapi saya tetap konsisten, berkomitmen mendatangi mereka, tidak menjauh dari mereka supaya kita tahu apa yang mereka butuhkan," tuturnya.
Baca juga: Buka Ruang Diskusi dengan Warga Maluku, Legislator Perindo Maureen Vivian: Momentum Perbaikan Ekonomi-Prioritas Lapangan Kerja
Selain sumur bor, Mesak juga mengingatkan pentingnya distribusi pupuk, alsintan atau alat mesin pertanian hingga obat-obatan pertanian yang benar-benar sampai ke tangan petani aktif. Menurutnya, jika salah sasaran, maka potensi besar pertanian Kupang akan terhambat.
“Kita dorong pemerintah supaya peka. Jangan bikin program yang terlalu jauh dari kebiasaan masyarakat. Kalau masyarakat kita terbiasa tanam bawang, hortikultura, sayur, tomat, ya itu yang kita kuatkan. Kita mulai dari apa yang mereka punya,” terang lulusan Universitas Persatuan Guru 1945 NTT ini.
Tak hanya fokus pada bawang dan hortikultura, Mesak juga melihat sektor lain yang belum digarap maksimal di Kupang. “Potensi tambak garam kita besar, perikanan juga menjanjikan, terutama udang dan kepiting," katanya seraya menambah, masyarakat bisa benar-benar sejahtera bila potensi tersebut digarap serius.
Perhatian besar Mesak terhadap pertanian bukan kali ini saja ditunjukkan. Sebelumnya, secara swadaya dia membantu petani di Kelurahan Babau membangun jembatan darurat dari bambu agar mereka bisa mengakses lahan pertanian.
Baca juga: Buka Ruang Diskusi dengan Warga Maluku, Legislator Perindo Maureen Vivian: Momentum Perbaikan Ekonomi-Prioritas Lapangan Kerja
Selain sumur bor, Mesak juga mengingatkan pentingnya distribusi pupuk, alsintan atau alat mesin pertanian hingga obat-obatan pertanian yang benar-benar sampai ke tangan petani aktif. Menurutnya, jika salah sasaran, maka potensi besar pertanian Kupang akan terhambat.
“Kita dorong pemerintah supaya peka. Jangan bikin program yang terlalu jauh dari kebiasaan masyarakat. Kalau masyarakat kita terbiasa tanam bawang, hortikultura, sayur, tomat, ya itu yang kita kuatkan. Kita mulai dari apa yang mereka punya,” terang lulusan Universitas Persatuan Guru 1945 NTT ini.
Tak hanya fokus pada bawang dan hortikultura, Mesak juga melihat sektor lain yang belum digarap maksimal di Kupang. “Potensi tambak garam kita besar, perikanan juga menjanjikan, terutama udang dan kepiting," katanya seraya menambah, masyarakat bisa benar-benar sejahtera bila potensi tersebut digarap serius.
Perhatian besar Mesak terhadap pertanian bukan kali ini saja ditunjukkan. Sebelumnya, secara swadaya dia membantu petani di Kelurahan Babau membangun jembatan darurat dari bambu agar mereka bisa mengakses lahan pertanian.
Lihat Juga :