Pembangunan Sumur Bor di Pamekasan, Ratusan Warga Dipasok Air Bersih
Jum'at, 12 September 2025 - 19:12 WIB
loading...
Masyarakat Desa Sumberwaru dan Tampojung, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan dipasok air bersih melalui pembangunan sumur bor serta pipanisasi sepanjang 2.500 meter. Foto: Ist
A
A
A
PAMEKASAN - Masyarakat Desa Sumberwaru dan Tampojung, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan dipasok air bersih melalui pembangunan sumur bor serta pipanisasi sepanjang 2.500 meter. Keberadaan akses air bersih bagi ratusan warga ini untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo Ali Sodikin mengatakan, program bertajuk Pelindo Peduli Kekeringan ini menambah jumlah penerima manfaat menjadi 164 kepala keluarga (KK), termasuk 68 KK baru yang sebelumnya mengalami kesulitan air bersih.
Baca juga: Bantu Akses Air Bersih, OMG NTT Bangun Penampungan Air
Fasilitas yang dibangun meliputi satu sumur bor baru sedalam 75 meter, satu sumur penampung di Desa Tampojung, serta jaringan distribusi hingga ke rumah warga.
Pelaksanaan program ini adalah kelanjutan dari program yang diinisiasi PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) bagian dari kepedulian perusahaan atas isu kekeringan di wilayah tersebut. Program ini sebelumnya adalah salah satu program yang memenangkan Pelindo TJSL Community Development Awards Tahun 2024 oleh TPS.
“Air adalah sumber kehidupan. Dengan tersedianya akses air bersih, masyarakat tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, tetapi juga meningkatkan produktivitas, kesehatan, dan pendidikan,” ujar Ali, Kamis (11/9/2025).
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan menunjukkan, 83 dari 178 desa di wilayah itu berpotensi mengalami kekeringan setiap tahun. Kondisi ini mendorong Pelindo memperluas cakupan program yang sebelumnya telah membantu 96 KK di Dusun Sumberwaru.
Akses air bersih diharapkan tidak hanya mengurangi beban ekonomi rumah tangga, tetapi juga mendukung usaha tani sekaligus memperbaiki gizi keluarga.
Departemen Head TJSL Pelindo Febrianto Zenny menambahkan aspek keberlanjutan menjadi prioritas utama. “Melalui program ini, Pelindo membentuk kelompok pengelola di tingkat desa dengan panduan tata kelola yang jelas. Harapannya, masyarakat bisa menjaga dan mengembangkan fasilitas ini secara mandiri, sehingga manfaatnya terus berlanjut,” ungkapnya.
Bagi warga dengan penghasilan rata-rata Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per bulan, program ini menjadi penopang penting. Air bersih tidak lagi menjadi barang langka melainkan sumber kehidupan yang mampu meningkatkan kualitas kesehatan dan ekonomi masyarakat Pamekasan.
Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo Ali Sodikin mengatakan, program bertajuk Pelindo Peduli Kekeringan ini menambah jumlah penerima manfaat menjadi 164 kepala keluarga (KK), termasuk 68 KK baru yang sebelumnya mengalami kesulitan air bersih.
Baca juga: Bantu Akses Air Bersih, OMG NTT Bangun Penampungan Air
Fasilitas yang dibangun meliputi satu sumur bor baru sedalam 75 meter, satu sumur penampung di Desa Tampojung, serta jaringan distribusi hingga ke rumah warga.
Pelaksanaan program ini adalah kelanjutan dari program yang diinisiasi PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) bagian dari kepedulian perusahaan atas isu kekeringan di wilayah tersebut. Program ini sebelumnya adalah salah satu program yang memenangkan Pelindo TJSL Community Development Awards Tahun 2024 oleh TPS.
“Air adalah sumber kehidupan. Dengan tersedianya akses air bersih, masyarakat tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, tetapi juga meningkatkan produktivitas, kesehatan, dan pendidikan,” ujar Ali, Kamis (11/9/2025).
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan menunjukkan, 83 dari 178 desa di wilayah itu berpotensi mengalami kekeringan setiap tahun. Kondisi ini mendorong Pelindo memperluas cakupan program yang sebelumnya telah membantu 96 KK di Dusun Sumberwaru.
Akses air bersih diharapkan tidak hanya mengurangi beban ekonomi rumah tangga, tetapi juga mendukung usaha tani sekaligus memperbaiki gizi keluarga.
Departemen Head TJSL Pelindo Febrianto Zenny menambahkan aspek keberlanjutan menjadi prioritas utama. “Melalui program ini, Pelindo membentuk kelompok pengelola di tingkat desa dengan panduan tata kelola yang jelas. Harapannya, masyarakat bisa menjaga dan mengembangkan fasilitas ini secara mandiri, sehingga manfaatnya terus berlanjut,” ungkapnya.
Bagi warga dengan penghasilan rata-rata Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per bulan, program ini menjadi penopang penting. Air bersih tidak lagi menjadi barang langka melainkan sumber kehidupan yang mampu meningkatkan kualitas kesehatan dan ekonomi masyarakat Pamekasan.
(jon)
Lihat Juga :