Polisi Tetapkan 11 Tersangka Penjarahan Rumah Sri Mulyani
Selasa, 09 September 2025 - 06:19 WIB
loading...
Suasana di rumah Sri Mulyani di Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, seusai penjarahan pada Minggu (31/8/2025). Foto/Dok SindoNews
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Polres Tangerang Selatan telah menetapkan tersangka terkait kasus penjarahan terhadap rumah mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang berada di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Banten. Total 11 orang ditetapkan sebagai tersangka.
"Kita sudah menetapkan 11 orang tersangka. Ini adalah pelaku yang terlibat aktif dalam tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan juga perusakan," kata Kapolres Tangerang Selatan AKBP Victor Inkiriwang, dikutip Selasa (9/9/2025).
Victor menyebutkan, para pelaku berasal dari wilayah Tangerang Selatan hingga Jakarta. Pihak kepolisian juga telah menyita sejumlah barang bukti dari para tersangka.
Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani Kena Reshuffle, Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Penggantinya
Sementara itu, ada dua orang lainnya yang berstatus sebagai saksi. Victor menyebut, setelah kejadian keduanya langsung mengembalikan beberapa barang ke Polsek Pondok Aren.
"Dua orang yang langsung mengembalikan barang ke Polsek Pondok Aren sementara ini kita jadikan saksi, satu dewasa satu anak di bawah umur. Mereka turut ikut ke situ (rumah Sri Mulyani) ramai-ramai, tapi pagi harinya dia langsung ke Polsek untuk mengembalikan barang yang diambil," ujarnya.
Agung Ramadhan, salah satu warga yang tinggal di dekat rumah Sri Mulyani tersebut mengaku kaget atas kejadian itu. Ia mengaku melihat barang-barang dari rumah Sri Mulyani diambil oleh massa.
"Iya itu betul (rumah Sri Mulyani). Yang tadi saya sudah lihat ya, mereka banyak mengambil barang-barang dari rumah ibu Sri Mulyani," kata Agung.
Agung mengaku kaget dengan datangnya massa penjarah. "Saya kurang tau dengan tujuan apa ya, di tengah malam dan saya kebangun, dan rusuh banget, banyak banget gitu sih, jujur kaget."
Agung mengaku cemas atas adanya aksi penyerbuan dan pengambilan barang tersebut. Ia khawatir aksi tersebut juga terjadi terhadap rumah-rumah lainnya, termasuk rumahnya.
"Cemas saya takut. Saya takutnya nyebar ke rumah-rumah lain ya, termasuk ke rumah saya juga dong, ya takutnya bikin kacau rumah lain aja gitu."
Dia pun berharap tak ada lagi peristiwa penggerudukan dan pengambilan barang-barang di rumah. Ia mengharapkan situasi dan kondisi aman.
"Kita sudah menetapkan 11 orang tersangka. Ini adalah pelaku yang terlibat aktif dalam tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan juga perusakan," kata Kapolres Tangerang Selatan AKBP Victor Inkiriwang, dikutip Selasa (9/9/2025).
Victor menyebutkan, para pelaku berasal dari wilayah Tangerang Selatan hingga Jakarta. Pihak kepolisian juga telah menyita sejumlah barang bukti dari para tersangka.
Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani Kena Reshuffle, Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Penggantinya
Sementara itu, ada dua orang lainnya yang berstatus sebagai saksi. Victor menyebut, setelah kejadian keduanya langsung mengembalikan beberapa barang ke Polsek Pondok Aren.
"Dua orang yang langsung mengembalikan barang ke Polsek Pondok Aren sementara ini kita jadikan saksi, satu dewasa satu anak di bawah umur. Mereka turut ikut ke situ (rumah Sri Mulyani) ramai-ramai, tapi pagi harinya dia langsung ke Polsek untuk mengembalikan barang yang diambil," ujarnya.
Kesaksian Warga
Sebelumnya, rumah Sri Mulyani yang berada di Jalan Mandar Sektor III, Bintaro, Tangerang Selatan digeruduk massa pada Minggu (31/8/2025) dini hari. Sejumlah barang yang ada di rumah itu turut diambil oleh massa.Agung Ramadhan, salah satu warga yang tinggal di dekat rumah Sri Mulyani tersebut mengaku kaget atas kejadian itu. Ia mengaku melihat barang-barang dari rumah Sri Mulyani diambil oleh massa.
"Iya itu betul (rumah Sri Mulyani). Yang tadi saya sudah lihat ya, mereka banyak mengambil barang-barang dari rumah ibu Sri Mulyani," kata Agung.
Agung mengaku kaget dengan datangnya massa penjarah. "Saya kurang tau dengan tujuan apa ya, di tengah malam dan saya kebangun, dan rusuh banget, banyak banget gitu sih, jujur kaget."
Agung mengaku cemas atas adanya aksi penyerbuan dan pengambilan barang tersebut. Ia khawatir aksi tersebut juga terjadi terhadap rumah-rumah lainnya, termasuk rumahnya.
"Cemas saya takut. Saya takutnya nyebar ke rumah-rumah lain ya, termasuk ke rumah saya juga dong, ya takutnya bikin kacau rumah lain aja gitu."
Dia pun berharap tak ada lagi peristiwa penggerudukan dan pengambilan barang-barang di rumah. Ia mengharapkan situasi dan kondisi aman.
(zik)
Lihat Juga :