Sukses Budidaya Sayuran, Petani Milenial di Garut Edukasi Generasi Muda via Konten Digital
Minggu, 07 September 2025 - 19:41 WIB
loading...
A
A
A
Ambisinya tidak hanya berhenti di situ, dia bermimpi memperluas lahan seluas-luasnya agar panen meningkat, mampu menarik minat anak-anak muda di desanya untuk terjun di pertanian, serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar sehingga terjadi regenerasi petani.
Data sensus pertanian terbaru menunjukkan kecenderungan yang mengkhawatirkan terkait regenerasi petani. Betapa tidak, sektor pertanian saat ini semakin didominasi oleh tenaga kerja lanjut usia.
Generasi X (43–58 tahun) menyumbang 42,4 persen petani, diikuti Baby Boomers (59–77 tahun) sebesar 27,6 persen. Sementara itu, petani milenial (usia 27–42 tahun) hanya sebesar 25,6 persen dan Generasi Z (usia 11–26 tahun) bahkan hampir tidak ada: hanya 2,1 persen. Hal ini memperjelas adanya kesenjangan besar dalam regenerasi.
Kondisi tersebut juga tergambar dari penurunan jumlah unit usaha pertanian sebesar 7,4 persen selama satu dekade terakhir. Jika pada 2013 jumlah unit usaha pertanian masih sekitar 31,7 juta unit, pada tahun 2023 jumlahnya turun menjadi 29,36 juta unit. Penurunan ini sebagian dipengaruhi oleh alih guna lahan sawah menjadi nonpertanian seperti perumahan dan infrastruktur.
Bagi Obur, regenerasi petani bukan sekadar impian. Dorongan dari orang tua didukung benih sayuran berkualitas dan jaringan sesama petani membantunya berhasil dalam menghadapi tantangan teknis dan bisnis. Melalui dukungan-dukungan tersebut, dia membuat strategi untuk beradaptasi dengan perubahan iklim melalui informasi dan teknologi, perluasan jejaring pemasaran, dan pengelolaan keuangan yang bijak.
Data sensus pertanian terbaru menunjukkan kecenderungan yang mengkhawatirkan terkait regenerasi petani. Betapa tidak, sektor pertanian saat ini semakin didominasi oleh tenaga kerja lanjut usia.
Generasi X (43–58 tahun) menyumbang 42,4 persen petani, diikuti Baby Boomers (59–77 tahun) sebesar 27,6 persen. Sementara itu, petani milenial (usia 27–42 tahun) hanya sebesar 25,6 persen dan Generasi Z (usia 11–26 tahun) bahkan hampir tidak ada: hanya 2,1 persen. Hal ini memperjelas adanya kesenjangan besar dalam regenerasi.
Kondisi tersebut juga tergambar dari penurunan jumlah unit usaha pertanian sebesar 7,4 persen selama satu dekade terakhir. Jika pada 2013 jumlah unit usaha pertanian masih sekitar 31,7 juta unit, pada tahun 2023 jumlahnya turun menjadi 29,36 juta unit. Penurunan ini sebagian dipengaruhi oleh alih guna lahan sawah menjadi nonpertanian seperti perumahan dan infrastruktur.
Bagi Obur, regenerasi petani bukan sekadar impian. Dorongan dari orang tua didukung benih sayuran berkualitas dan jaringan sesama petani membantunya berhasil dalam menghadapi tantangan teknis dan bisnis. Melalui dukungan-dukungan tersebut, dia membuat strategi untuk beradaptasi dengan perubahan iklim melalui informasi dan teknologi, perluasan jejaring pemasaran, dan pengelolaan keuangan yang bijak.
Lihat Juga :