Dirlantas Polda Metro Sebut Pertumbuhan Kendaraan di Jakarta Capai 850.900 Dalam Setahun
Sabtu, 06 September 2025 - 07:15 WIB
loading...
Kendaraan terjebak macet di Jalan Salemba Raya, 1 Juli 2025. Foto/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin menyebut pertumbuhan kendaraan di Jakarta setiap tahun menunjukkan kenaikan yang sangat tinggi. Pertumbuhan jumlah kendaraan ini menjadi salah satu permasalahan yang ada di Jakarta.
Hal ini disinggung Komarudin saat memberikan sambutan di acara doa bersama dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW bersama ratusan Driver Gojek di Masjid Al-Latief, Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (5/9/2025) malam.
Komarudin mengakui, pertumbuhan jumlah kendaraan ini menjadi salah satu permasalahan yang ada di Jakarta. Karena itu, pihaknya sempat memiliki rencana untuk berdiskusi dengan para driver ojek online, termasuk Gojek untuk membahas persoalan ini pada awal September 2025 ini.
"Jakarta dengan pertumbuhan kendaraan yang sangat luar biasa. Di tahun 2024 tercatat kendaraan berpelat B yang terdaftar sebanyak 850.900 kendaraan dalam 1 tahun," kata Komarudin dalam sambutannya.
Baca Juga: Kemacetan Horor di TB Simatupang, Pramono: Tak Bisa Dihindarkan
Dari jumlah tersebut, jika diambil 10 persennya merupakan kendaraan roda empat, maka sebanyak 85 ribu kendaraan roda empat berpelat B beraktivitas di Jakarta.
![Dirlantas Polda Metro Sebut Pertumbuhan Kendaraan di Jakarta Capai 850.900 Dalam Setahun]()
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin. Foto/Istimewa
"Masih kebanyakan, kita ambil 1% aja 8.000 kendaraan baru roda 4. Kita kalikan dimensi panjang kendaraan, yang kita ambil paling pendek 2 meter, maka dibutuhkan 16 kilometer buat markirin itu kendaraan baru doang. Kalau 16 kilometer, kira-kira dari Tomang sampai Cawang, baru buat markirin doang, belum jalan tuh," tuturnya.
Oleh karena itu, Komarudin menyebut persoalan jumlah kendaraan di Jakarta ini perlu benar-benar disikapi oleh semua pihak. Termasuk di antaranya para pengemudi ojek online yang sehari-harinya menjalankan aktivitas di jalan.
"Nah, inilah salah satu permasalahan kita yang tentunya harus kita sikapi bersama dalam kehidupan keseharian kita. Yang pasti transportasi saat ini kalau boleh diibaratkan sebagai urat nadi dalam kehidupan kita, aktivitas Keseharian kita menggunakan sarana transportasi salah satunya," kata dia.
Sayangnya, kata dia, rencana diskusi tersebut harus diundur pelaksanaannya lantaran mencermati situasi dan kondisi di Jakarta pada akhir Agustus kemarin, yang diwarnai kericuhan di sejumlah lokasi. "Nah, kegiatan itu terpaksa harus kita undur karena ada kejadian kejadian yang tentu kita pastikan tidak kita harapkan bersama," pungkasnya.
Hal ini disinggung Komarudin saat memberikan sambutan di acara doa bersama dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW bersama ratusan Driver Gojek di Masjid Al-Latief, Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (5/9/2025) malam.
Komarudin mengakui, pertumbuhan jumlah kendaraan ini menjadi salah satu permasalahan yang ada di Jakarta. Karena itu, pihaknya sempat memiliki rencana untuk berdiskusi dengan para driver ojek online, termasuk Gojek untuk membahas persoalan ini pada awal September 2025 ini.
"Jakarta dengan pertumbuhan kendaraan yang sangat luar biasa. Di tahun 2024 tercatat kendaraan berpelat B yang terdaftar sebanyak 850.900 kendaraan dalam 1 tahun," kata Komarudin dalam sambutannya.
Baca Juga: Kemacetan Horor di TB Simatupang, Pramono: Tak Bisa Dihindarkan
Dari jumlah tersebut, jika diambil 10 persennya merupakan kendaraan roda empat, maka sebanyak 85 ribu kendaraan roda empat berpelat B beraktivitas di Jakarta.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin. Foto/Istimewa
"Masih kebanyakan, kita ambil 1% aja 8.000 kendaraan baru roda 4. Kita kalikan dimensi panjang kendaraan, yang kita ambil paling pendek 2 meter, maka dibutuhkan 16 kilometer buat markirin itu kendaraan baru doang. Kalau 16 kilometer, kira-kira dari Tomang sampai Cawang, baru buat markirin doang, belum jalan tuh," tuturnya.
Oleh karena itu, Komarudin menyebut persoalan jumlah kendaraan di Jakarta ini perlu benar-benar disikapi oleh semua pihak. Termasuk di antaranya para pengemudi ojek online yang sehari-harinya menjalankan aktivitas di jalan.
"Nah, inilah salah satu permasalahan kita yang tentunya harus kita sikapi bersama dalam kehidupan keseharian kita. Yang pasti transportasi saat ini kalau boleh diibaratkan sebagai urat nadi dalam kehidupan kita, aktivitas Keseharian kita menggunakan sarana transportasi salah satunya," kata dia.
Sayangnya, kata dia, rencana diskusi tersebut harus diundur pelaksanaannya lantaran mencermati situasi dan kondisi di Jakarta pada akhir Agustus kemarin, yang diwarnai kericuhan di sejumlah lokasi. "Nah, kegiatan itu terpaksa harus kita undur karena ada kejadian kejadian yang tentu kita pastikan tidak kita harapkan bersama," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :