Dilema Polisi Hadapi Pengunjuk Rasa, Penasihat Ahli Kapolri: Harus Melayani, tapi juga Waspadai Penyusup

Jum'at, 05 September 2025 - 07:29 WIB
loading...
Dilema Polisi Hadapi...
Penasihat Ahli Kapolri Aryanto Sutadi menyatakan masalah polisi dalam menghadapi unjuk rasa yakni sosok-sosok yang menunggangi aksi. Di sisi lain harus melayani pengunjuk rasa, namun polisi juga harus mewaspadai penyusup. Foto: iNews
A A A
JAKARTA - Penasihat Ahli Kapolri Aryanto Sutadi menyatakan masalah polisi dalam menghadapi unjuk rasa yakni sosok-sosok yang menunggangi aksi tersebut. Di satu sisi, polisi harus melayani pengunjuk rasa, namun aparat juga harus mewaspadai penyusup yang menunggangi aksi demo .

Menurut dia, selalu ada pihak yang kerap membuat situasi menjadi gaduh. Masalah ini muncul sejak Indonesia menerbitkan aturan mengenai kebebasan berpendapat di muka umum bagi siapa pun. Artinya, masalah ini sudah ada sejak tahun 1998.

Baca juga: Ferry Irwandi: Dalang Kerusuhan Dapat Dilacak dengan Mudah lewat Analisis Data

"Dari dulu, dari mulai 30 tahun lalu menghadapi unjuk rasa ini bagi polisi yang menjadi masalah adalah penunggang-penunggang yang memanfaatkan situasi gaduh dan itulah dia memancing-mancing kekerasan," ujar Aryanto Sutadi dalam program Interupsi di iNews, Kamis (4/9/2025).

Dia meyakini aksi demo yang dilakukan demonstran murni tidak akan berbuah pelanggaran atau anarkistis. Sebaliknya, pihak-pihak pembuat onar yang membuat sebuah unjuk rasa menjadi anarkistis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahasiswa Kembali Turun...
Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Bawa 3 Tuntutan
4.132 Personel Gabungan...
4.132 Personel Gabungan Dikerahkan Kawal Aksi Demo Mahasiswa di Monas
Gelar Demo di Depan...
Gelar Demo di Depan Kejati Jatim, KEMAKI Sampaikan 10 Tuntutan
Polisi Tetapkan Pengirim...
Polisi Tetapkan Pengirim Teror Bom SDN Srengseng Sawah sebagai Tersangka
Polisi Sebut Kaca Gedung...
Polisi Sebut Kaca Gedung BGN Pecah Akibat Pemuaian, Bukan Penembakan
Aiptu N yang Siksa Istri...
Aiptu N yang Siksa Istri Siri Ternyata Positif Konsumsi Sabu
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Polisi Berpeluang Periksa...
Polisi Berpeluang Periksa Febrie Adriansyah terkait Dugaan Korupsi Batu Bara hingga Asabri
Dilaporkan Roy Suryo...
Dilaporkan Roy Suryo ke Polisi, Lechumanan: Saya Kepengin Cepat Diperiksa
Rekomendasi
KPK Masih Periksa 8...
KPK Masih Periksa 8 Orang Terkait OTT Lombok Barat: Bupati, Kepala Dinas, hingga Sopir
Nikmati Pengalaman Nonton...
Nikmati Pengalaman Nonton Terbaik di XXI dengan Penawaran Eksklusif dari BRI
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Berita Terkini
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
Infografis
16 Komisaris Jenderal...
16 Komisaris Jenderal Polisi Berpeluang Masuk Bursa Kapolri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved