Momen Raden Wijaya Pimpin Prajurit Majapahit Pukul Mundur Pasukan Tartar China

Kamis, 04 September 2025 - 06:28 WIB
loading...
Momen Raden Wijaya Pimpin...
Tentara Tartar China pertama kalinya menelan kekalahan dari Pasukan Jawa gabungan dari Kerajaan Majapahit dan Madura. Foto: Ist
A A A
TENTARATartar China pertama kalinya menelan kekalahan dari Pasukan Jawa gabungan dari Kerajaan Majapahit dan Madura. Sebelumnya, gabungan pasukan Mongol, Majapahit di bawah Raden Wijaya , dan Arya Wiraraja mampu mengalahkan Kerajaan Kediri.

Setelah kemenangan itulah, pasukan Mongol menggelar pesta pora. Namun, di sisi lain, Raden Wijaya dan pasukannya langsung pulang tanpa ikut berpesta pora dengan pasukan Mongol.

Baca juga: Kisah Raden Wijaya dan Tentara Tartar Lumpuhkan Kerajaan Kediri dalam 20 Hari

Raden Wijaya harus memikirkan taktik bagaimana mengalahkan Tentara Tartar China yang terkenal tangguh dan jarang kalah di peperangan. Berbagai taktik dikerahkan Raden Wijaya untuk menaklukkan Pasukan Tartar.

Pasukan yang mengawalnya ke Majapahit dihabisi secara kilat. Sementara, serangan balik juga dilakukan ke markas utama tentara Tartar China.

Serangan tiba-tiba itu membuat pasukan Mongol kocar-kacir hingga banyak yang tewas. Sisa pasukan ada yang melarikan diri ke pesisir pantai.

Sebagaimana dikutip dari "Sandyakala di Timur Jawa (1042 - 1527 M) : Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Hindu dari Mataram Kuno II hingga Majapahit", lagi-lagi taktik Raden Wijaya begitu jitu ketika menyiapkan pasukan Jawa menghadang di pantai. Pasukan yang dipimpin Rakryan Mantri Arya Adikara itu sudah disiagakan.

Pasukan Rakryan Mantri Adikara berhasil menghancurkan kapal-kapal Mongol. Hal ini membuat Pasukan Mongol dipukul mundur secara kacau, apalagi ancaman angin muson yang dapat membawa mereka pulang segera berakhir. Mereka terancam terjebak di Pulau Jawa untuk 6 bulan berikutnya.

Setelah semua pasukan naik ke kapal di pesisir, mereka bertarung di laut dengan armada Jawa. Armada pasukan Jawa berhasil menghalau mereka untuk berlayar ke Quanzhou selama 68 hari. Akibat dari serangan itu, pasukan Mongol kehilangan 3.000 prajurit terbaiknya dengan total 12.000-18.000 orang terbunuh.

Tak hanya itu, ada banyak prajurit yang ditawan tapi tidak diketahui jumlahnya. Sementara, banyak kapal Mongol yang juga dihancurkan Rakryan Mantri Arya Adikara. Kekesalan Pasukan Mongol sedikit terobati setelah mereka menghukum mati Jayakatwang dan anaknya.

Hal ini sebagai ungkapan rasa kesal dan kekecewaan atas perbuatan penikaman dari belakang oleh Raden Wijaya. Jayakatwang sebelum dihukum mati di Pelabuhan Ujung Galuh sempat menggubah sebuah karya sastra berjudul Kidung Wukir Polaman.

Pada Juni 1293, pasukan tersebut tiba di China. Mereka membawa anak-anak Jayakatwang dan beberapa perwiranya yang berjumlah lebih dari 100 orang. Mereka juga memperoleh peta negara, catatan populasi, dan sebuah surat dengan huruf emas yang dituliskan sang raja.

Kekalahan bala tentara Mongol oleh orang-orang Jawa hingga kini tetap dikenang dalam sejarah China. Sebelumnya mereka nyaris tidak pernah kalah dalam peperangan melawan bangsa mana pun di dunia.

Selain di Jawa, pasukan Mongol pimpinan Kubilai Khan juga pernah hancur ketika menyerbu daratan Jepang. Namun, kehancuran ini bukan disebabkan kekuatan militer bangsa Jepang melainkan terpaan badai yang sangat kencang, sehingga memporak-porandakan armada kapal kerajaan dan membunuh hampir seluruh prajurit.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Rekomendasi
Tanda Tangani PKB 2026,...
Tanda Tangani PKB 2026, Menaker Titip 3 Agenda Strategis ke Jasa Raharja
12 Amalan Populer Hari...
12 Amalan Populer Hari Asyura 10 Muharam yang Dianjurkan Rasulullah SAW
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
Berita Terkini
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik 1,2 Km
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved