KEK Galang Batang Ciptakan 20.000 Lapangan Kerja, Utamakan Pekerja Lokal
Rabu, 03 September 2025 - 21:05 WIB
loading...
Pengelola KEK Galang Batang, George Santos mengatakan, pihaknya membuka puluhan ribu lapangan kerja yang diprioritaskan untuk pekerja lokal. Foto/istimewa
A
A
A
RIAU - Seluruh aktivitas industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang memiliki peran strategis bagi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bintan dan Provinsi Kepulauan Riau . Sejak diresmikan beroperasi pada 8 Desember 2018, KEK Galang Batang terus memberikan kontribusi nyata bagi daerah.
Hal tersebut disampaikan Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, George Santos, bersama dengan Bupati Bintan Roby Kuniawan.
"Kami hadir bukan hanya berbisnis, tetapi juga memberi kontribusi dan sumbangsih yang nyata bagi daerah dan masyarakat. Dari sisi ekonomi, KEK Galang Batang menyerap puluhan ribu tenaga kerja lokal serta meningkatkan nilai investasi. Dan dari sisi sosial, kami sangat mendukung program pendidikan, pelatihan dan keterampilan, hingga bantuan sosial bagi masyarakat," katanya, Rabu (3/9/2025).
George Santos menyebut, keberhasilan KEK Galang Batang harus mampu menghadirkan kesejahteraan bersama. Perusahaan semakin berkembang, Pemerintah Daerah semakin kuat dan masyarakat Bintan dan Kepri semakin sejahtera.
Baca juga: 43 Pulau Masih Bersengketa, Terbanyak di Jatim dan Kepulauan Riau
"Kesuksesan kita di KEK Galang Batang harus menghadirkan shared prosperity. Ini merupakan wujud dari tanggung jawab bersama dalam mendukung pembangunan daerah," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, George Santos juga menyampaikan aktivitas industri di KEK Galang Batang terus mengalami perkembangan yang signifikan, dengan fokus pada industri hilirisasi bauksit menjadi alumina.
"Kami juga terus meningkatkan aktivitas industrinya, dengan pembangunan smelter alumina berkapasitas besar dan semakin berkembang. Dalam tiga tahun ke depan, investasi akan mencapai Rp50 triliun dan akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi 20.000 orang, baik pekerja dari Bintan sebagai prioritas maupun dari luar pulau,” terang Santos.
Baca juga: Ditetapkan Jadi KEK Industropolis, Danareksa Optimistis Percepat Investasi di KITB
Selain itu, pihaknya juga sedang membangun politeknik yang dapat menyelenggarakan pendidikan dan latihan (Diklat) maupun pendidikan singkat bidang industri bagi anak lulusan SMA dan para pekerja lainnya.
“Proyek besar lainnya, kami sedang meningkatkan produksi alumina sampai dengan 4 juta ton dan membangun pelabuhan dengan kapasitas 75.000 ton, pembangunan pabrik solar panel, serta pembangunan PLTU berkapasitas 900 Megawatt untuk mendukung operasional kegiatan di kawasan,” ujar Santos.
Sementara dari sisi peran sosial kemasyarakatan, KEK Galang Batang juga berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi besar. Hal tersebut dibuktikan dengan digelarnya penyediaan dan pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ratusan siswa SD di Bintan, serta CSR membangun rumah sakit berkapasitas 100 kamar untuk masyarakat sekitar kawasan.
George Santos menambahkan, dengan perkembangan tersebut, KEK Galang Batang berperan penting dalam pengembangan industri hilirisasi bauksit di Indonesia, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional, serta mampu menciptakan puluhan ribu lapangan pekerjaan di daerah.
George Santos juga menyampaikan, ada beberapa faktor pendukung keberhasilan investasi di KEK Galang Batang. George Santos menegaskan pentingnya jaminan keamanan di kawasan yang menjadi pusat investasi dan kemudahan perizinan dari pemerintah.
George Santon menilai, investor lebih tertarik pada destinasi investasi yang menawarkan kawasan yang aman dan terlindungi dari risiko yang tidak perlu.
"Kunci penting dalam berinvestasi adalah adanya jaminan keamanan, kemudahan perizinan dan regulasi dari pemerintah. Itu semua dapat meningkatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi dan menjaga kelangsungan investasi jangka panjang," terang Santos.
Untuk diketahui, lebih dari 60% tenaga kerja di KEK Galang Batang merupakan warga lokal Bintan. Kondisi ini berkontribusi menurunkan angka pengangguran terbuka dari 8,21% pada 2021 menjadi 4,53% pada 2024.
Hal tersebut juga membuktikan KEK Galang Batang memiliki peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Bintan.
Hal tersebut disampaikan Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, George Santos, bersama dengan Bupati Bintan Roby Kuniawan.
"Kami hadir bukan hanya berbisnis, tetapi juga memberi kontribusi dan sumbangsih yang nyata bagi daerah dan masyarakat. Dari sisi ekonomi, KEK Galang Batang menyerap puluhan ribu tenaga kerja lokal serta meningkatkan nilai investasi. Dan dari sisi sosial, kami sangat mendukung program pendidikan, pelatihan dan keterampilan, hingga bantuan sosial bagi masyarakat," katanya, Rabu (3/9/2025).
George Santos menyebut, keberhasilan KEK Galang Batang harus mampu menghadirkan kesejahteraan bersama. Perusahaan semakin berkembang, Pemerintah Daerah semakin kuat dan masyarakat Bintan dan Kepri semakin sejahtera.
Baca juga: 43 Pulau Masih Bersengketa, Terbanyak di Jatim dan Kepulauan Riau
"Kesuksesan kita di KEK Galang Batang harus menghadirkan shared prosperity. Ini merupakan wujud dari tanggung jawab bersama dalam mendukung pembangunan daerah," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, George Santos juga menyampaikan aktivitas industri di KEK Galang Batang terus mengalami perkembangan yang signifikan, dengan fokus pada industri hilirisasi bauksit menjadi alumina.
"Kami juga terus meningkatkan aktivitas industrinya, dengan pembangunan smelter alumina berkapasitas besar dan semakin berkembang. Dalam tiga tahun ke depan, investasi akan mencapai Rp50 triliun dan akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi 20.000 orang, baik pekerja dari Bintan sebagai prioritas maupun dari luar pulau,” terang Santos.
Baca juga: Ditetapkan Jadi KEK Industropolis, Danareksa Optimistis Percepat Investasi di KITB
Selain itu, pihaknya juga sedang membangun politeknik yang dapat menyelenggarakan pendidikan dan latihan (Diklat) maupun pendidikan singkat bidang industri bagi anak lulusan SMA dan para pekerja lainnya.
“Proyek besar lainnya, kami sedang meningkatkan produksi alumina sampai dengan 4 juta ton dan membangun pelabuhan dengan kapasitas 75.000 ton, pembangunan pabrik solar panel, serta pembangunan PLTU berkapasitas 900 Megawatt untuk mendukung operasional kegiatan di kawasan,” ujar Santos.
Sementara dari sisi peran sosial kemasyarakatan, KEK Galang Batang juga berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi besar. Hal tersebut dibuktikan dengan digelarnya penyediaan dan pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ratusan siswa SD di Bintan, serta CSR membangun rumah sakit berkapasitas 100 kamar untuk masyarakat sekitar kawasan.
George Santos menambahkan, dengan perkembangan tersebut, KEK Galang Batang berperan penting dalam pengembangan industri hilirisasi bauksit di Indonesia, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional, serta mampu menciptakan puluhan ribu lapangan pekerjaan di daerah.
George Santos juga menyampaikan, ada beberapa faktor pendukung keberhasilan investasi di KEK Galang Batang. George Santos menegaskan pentingnya jaminan keamanan di kawasan yang menjadi pusat investasi dan kemudahan perizinan dari pemerintah.
George Santon menilai, investor lebih tertarik pada destinasi investasi yang menawarkan kawasan yang aman dan terlindungi dari risiko yang tidak perlu.
"Kunci penting dalam berinvestasi adalah adanya jaminan keamanan, kemudahan perizinan dan regulasi dari pemerintah. Itu semua dapat meningkatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi dan menjaga kelangsungan investasi jangka panjang," terang Santos.
Untuk diketahui, lebih dari 60% tenaga kerja di KEK Galang Batang merupakan warga lokal Bintan. Kondisi ini berkontribusi menurunkan angka pengangguran terbuka dari 8,21% pada 2021 menjadi 4,53% pada 2024.
Hal tersebut juga membuktikan KEK Galang Batang memiliki peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Bintan.
(cip)
Lihat Juga :