Demo Ricuh Jakarta, ISESS Dukung Usut Tuntas Provokator dan Perusuh

Rabu, 03 September 2025 - 14:33 WIB
loading...
Demo Ricuh Jakarta,...
Polisi berlindung saat dilempari molotov dan petasan oleh demonstran di Pejompongan, Jakarta, Kamis (28/8/2025). Polda Metro Jaya menyelidiki dugaan penghasutan dalam demonstrasi berujung ricuh akhir bulan Agustus lalu. Foto/SindoNews/Yudistiro Pranoto
A A A
JAKARTA - Polda Metro Jaya terus menyelidiki kasus dugaan penghasutan yang mengakibatkan terjadinya demonstrasi berujung ricuh di Jakarta pada akhir bulan Agustus lalu. Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto menegaskan, aparat harus mengusut tuntas pihak-pihak yang diduga melakukan provokasi hingga perusuh dalam aksi unjuk rasa tersebut.

"Baik perusuh, pembakar, provokator maupun penjarah adalah pelaku tindak pidana yang harus diproses secara hukum," kata Bambang saat dikonfirmasi awak media, Jakarta, Rabu (3/9/2025). Baca juga: Terungkap! Ada Iming-iming Uang ke Peserta Demo Ricuh, Nominalnya hingga Rp200 Ribu

Bambang berharap, dengan adanya pengusutan tuntas perkara itu, dapat mengungkap aktor intelektual hingga penyandang dana dari demo ricuh tersebut. "Demikian juga dengan aktor intelektual. Aktor intelektual ini perlu kecermatan untuk menelusurinya, termasuk hubungan pelaku dengan master mind maupun penyandang dananya," ujarnya.

Menurutnya, hal itu penting agar tak muncul persepsi hanya kambing hitam. Sementara aktor intelektual yang sebenarnya melenggang tanpa tersentuh hukum.

"Sementara isu utama aksi penyampaian aspirasi rakyat terkaburkan. Bila itu terjadi dampaknya hanya akan seperti obat pereda nyeri yang tidak menyembuhkan karena ungkapan aspirasi tetap menjadi bara dalam sekam yang sewaktu-waktu kembali terbakar, dan bisa lebih hebat," paparnya.

Diketahui, Polda Metro menetapkan enam orang jadi tersangka penghasutan aksi anarkis saat demo yang berlangsung sejak 25 Agustus 2025. "Ada enam tersangka yang sudah kami tetapkan dan saat ini sedang dilakukan atau dalam tahap pemeriksaan sebagai tersangka," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam, Selasa, 2 September 2025.

Keenamnya adalah DMR alias Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen, lalu MS alias Staf Lokataru, Mujaffar Salim, kemudian SH alias Syahdan Husein yang merupakan Admin Instagram @gejayanmemanggil. Lalu ada KA, RAP dan FL alias Figha yang merupakan perempuan. Baca juga: Polda Jabar Tangkap Belasan Perusuh di Depan Unisba dan Unpas, Sita Bom Molotov dan Pistol Airsoft Gun

"Peran tersangka DMR adalah melakukan collab, melakukan kolaborasi dengan akun-akun IG lainnya untuk menyebarkan ajarkan agar pelajar jangan takut untuk aksi kita lawan bareng kemudian," lanjutnya.

Sedangkan Mujaffar, Syahdan, KA, dan AMP disebut berperan melakukan kolaborasi dengan akun IG lain menyebar ajakan pengerusakan. Sementara RAP lewat akun Instagramnya disebut membuat tutorial bom molotov dan menjadi koordinator kurir bom molotov saat aksi demo. Sementara Figha, lewat akun media sosialnya melakukan siarkan live mengajak pelajar turun aksi.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sekjen PPP Taj Yasin...
Sekjen PPP Taj Yasin dan Agus Suparmanto Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Mahasiswa UNJ Beraksi,...
Mahasiswa UNJ Beraksi, Pengendara Kompak Bunyikan Klakson sebagai Bentuk Dukungan
Perjuangan Mahasiswa...
Perjuangan Mahasiswa Tembus Bundaran HI: Diblokade di Semanggi, Saling Dorong dengan Aparat di Tosari
Mahasiswa Aliansi UNJ...
Mahasiswa Aliansi UNJ Melawan Turun ke Jalan, Ini Tuntutannya
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
Roy Suryo Laporkan Lechumanan...
Roy Suryo Laporkan Lechumanan dan Rismon Sianipar, Ade Darmawan: Berarti Dia Ngajak Perang
Thariq Halilintar dan...
Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Terkait Kasus Hanania Travel
Rekomendasi
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
Hadir di Jakarta Fair...
Hadir di Jakarta Fair 2026, KARA Rayakan Kekayaan Rasa Kelapa Lintas Generasi
Wajah Baru Lapas Indonesia,...
Wajah Baru Lapas Indonesia, Dirjen Pemasyarakatan: Tak Lagi Sekadar Penjara
Berita Terkini
Warga Jakarta Bisa Liburan...
Warga Jakarta Bisa Liburan Gratis ke Ancol Akhir Juni, Kuota Terbatas!
Gulkarmat Jakarta Evakuasi...
Gulkarmat Jakarta Evakuasi 26 Penumpang Kapal di Perairan Kepulauan Seribu
Polisi Harus Usut Mendalam...
Polisi Harus Usut Mendalam Korban Perundungan dan Tersengat Listrik di Jakpus
Sejumlah GOR di Jakarta...
Sejumlah GOR di Jakarta Disiapkan untuk Warga Nobar Piala Dunia 2026
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved