Dirut MRT Diminta Batalkan Kenaikan Tarif Sewa Kios di Blok M
Rabu, 03 September 2025 - 10:42 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memerintahkan Dirut MRT Jakarta membatalkan kenaikan tarif sewa kios di kawasan Blok M, Jakarta Selatan yang menuai polemik. Foto/Nur Khabibi
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung buka suara terkait heboh kenaikan tarif sewa kios di kawasan Blok M, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dia memerintahkan Dirut MRT Jakarta membatalkan kenaikan tarif sewa kios yang menuai polemik.
Pramono menjelaskan, memang ada kerja sama antara PT MRT Jakarta sebagai pengelola kawasan Blok M dengan pihak swasta. Ia pun meminta Direktur Utama (Dirut) MRT Jakarta, Tuhiyat agar membatalkan kerja sama tersebut.
Baca juga: 4 Fakta Blok M, Tempat Penuh Kenangan Anak Jaksel
"Pertama untuk berdagang Blok M, memang ada kerja sama antara MRT dengan salah satu kooperasi yang ada di sana. Dalam kerjasama itu sebenarnya batas atas untuk tarif sudah dikenakan, ada batas bawah dan ternyata tarif yang dipungkut lebih dari itu. Sehingga dengan demikian saya sudah menegur dirut MRT, kalau memang tidak bisa dijalankan itu kerjasamanya, maka saya minta untuk dibatalkan," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (3/9/2025).
Pramono berkomitmen untuk kebijakan terhadap UMKM menjadi yang utama. Oleh karenanya, Ia meminta agar kawasan Blok M dikelola sendiri agar tarif sewa kios tidak naik semena-mena.
"Bagi saya UMKM itu menjadi lebih utama dalam kondisi seperti ini. Nggak boleh kemudian ketika masyarakat yang datang di Blok M ramai, kemudian pengelola ataupun kooperasi yang mengelola itu menaikkan semena-mena. Jadi kalau tidak bisa ditertibkan saya minta untuk dibatalkan," tegasnya.
Baca juga: Catat! Mulai Besok Naik dan Turun Transjabodetabek Bogor-Blok M di Botani Square
"Lebih baik dikelola sendiri. Karena bagi saya pribadi untuk UMKM itu menjadi prioritas agar mereka bisa menjalankan usahanya dengan baik. Dan ini kan ekonomi sedang mengeliat, di Blok M sedang baik. Jadi kalau memang tidak bisa ya dibatalkan aja dan dikelola sendiri. Tidak perlu pakai kerjasama," tandasnya.
Pramono menjelaskan, memang ada kerja sama antara PT MRT Jakarta sebagai pengelola kawasan Blok M dengan pihak swasta. Ia pun meminta Direktur Utama (Dirut) MRT Jakarta, Tuhiyat agar membatalkan kerja sama tersebut.
Baca juga: 4 Fakta Blok M, Tempat Penuh Kenangan Anak Jaksel
"Pertama untuk berdagang Blok M, memang ada kerja sama antara MRT dengan salah satu kooperasi yang ada di sana. Dalam kerjasama itu sebenarnya batas atas untuk tarif sudah dikenakan, ada batas bawah dan ternyata tarif yang dipungkut lebih dari itu. Sehingga dengan demikian saya sudah menegur dirut MRT, kalau memang tidak bisa dijalankan itu kerjasamanya, maka saya minta untuk dibatalkan," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (3/9/2025).
Pramono berkomitmen untuk kebijakan terhadap UMKM menjadi yang utama. Oleh karenanya, Ia meminta agar kawasan Blok M dikelola sendiri agar tarif sewa kios tidak naik semena-mena.
"Bagi saya UMKM itu menjadi lebih utama dalam kondisi seperti ini. Nggak boleh kemudian ketika masyarakat yang datang di Blok M ramai, kemudian pengelola ataupun kooperasi yang mengelola itu menaikkan semena-mena. Jadi kalau tidak bisa ditertibkan saya minta untuk dibatalkan," tegasnya.
Baca juga: Catat! Mulai Besok Naik dan Turun Transjabodetabek Bogor-Blok M di Botani Square
"Lebih baik dikelola sendiri. Karena bagi saya pribadi untuk UMKM itu menjadi prioritas agar mereka bisa menjalankan usahanya dengan baik. Dan ini kan ekonomi sedang mengeliat, di Blok M sedang baik. Jadi kalau memang tidak bisa ya dibatalkan aja dan dikelola sendiri. Tidak perlu pakai kerjasama," tandasnya.
(shf)
Lihat Juga :