Terungkap! Ada Iming-iming Uang ke Peserta Demo Ricuh, Nominalnya hingga Rp200 Ribu
Rabu, 03 September 2025 - 07:47 WIB
loading...
Polda Metro Jaya mengungkap adanya iming-iming uang hingga ratusan ribu rupiah yang diberikan kepada para peserta demo berujung kericuhan di Jakarta. Foto/Dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Polda Metro Jaya mengungkap adanya iming-iming uang yang diberikan kepada para peserta demo yang berujung kericuhan di Jakarta. Kisaran uangnya mulai puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah.
“Memberikan iming-iming imbalan uang dengan rentang nominal Rp62.500 hingga Rp200 ribu bagi anak-anak dan dewasa yang mau hadir melakukan aksi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, Rabu (3/9/2025).
Baca juga: Fakta Baru, Bom Molotov Disimpan di Titik Tertentu saat Demo Berujung Ricuh
Ade Ary belum merinci siapa pemberi iming-iming tersebut. Ia mengatakan, hal tersebut masih dilakukan pemeriksaan mendalam oleh penyidik.
“Jadi ada juga beberapa pihak yang masih dilakukan pendalaman,” ujar dia.
Sebagai informasi, polisi menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah, Direktur Lokataru Foundation Delpedro, MS, SH, KA, RAP dan FL.
Polisi menuturkan, Delpedro berperan melakukan kolaborasi dengan akun Instagram lainnya untuk menyebarkan ajakan agar pelajar jangan takut untuk mengikuti aksi.
Baca juga: Polisi Ungkap Para Pelaku Demo Ricuh Pakai Narkoba untuk Hilangkan Rasa Takut
“Pertama DMR, admin akun Instagram, LF. peran tersangka DMR adalah melakukan kolaborasi dengan akun Instagram lainnya untuk sebarkan ajakan agar pelajar jangan takut untuk aksi kita lawan bareng,” ungkapnya.
“Kemudian tersangka kedua MS dengan akun Instagram nama akunnya @BPP. Peran MS adalah juga melakukan kolab dengan beberapa akun Instagram lainnya untuk ajakan pengrusakan,” sambung dia.
Untuk pelaku yang ketiga berinisial SH. Dia merupakan admin Instagram dengan inisial @GM (gejayan memanggil), yang berperan melakukan kolaborasi akun Instagram untuk ajakan pengrusakan. Selanjutnya pelaku keempat yakni KA dengan akun Instagram @AMP yang berperan seperti SH.
“Tersangka kelima RAP, admin akun ig @RAP, perannya adalah tutorial pembuatan bom molotov dan juga melakukan atau berperan sebagai koordinator kurir bom molotov di lapangan dari akun Instagram tersebut,” imbuh dia.
“Saudari FL, admin akun medsos inisial T nama akunnya @FG. perannya menyiarkan langsung dan ajak jadi live, mengajak pelajar untuk turun pada 25 Agustus 2025. Pelajar sebagian adalah anak,” jelas dia.
“Memberikan iming-iming imbalan uang dengan rentang nominal Rp62.500 hingga Rp200 ribu bagi anak-anak dan dewasa yang mau hadir melakukan aksi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, Rabu (3/9/2025).
Baca juga: Fakta Baru, Bom Molotov Disimpan di Titik Tertentu saat Demo Berujung Ricuh
Ade Ary belum merinci siapa pemberi iming-iming tersebut. Ia mengatakan, hal tersebut masih dilakukan pemeriksaan mendalam oleh penyidik.
“Jadi ada juga beberapa pihak yang masih dilakukan pendalaman,” ujar dia.
Sebagai informasi, polisi menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah, Direktur Lokataru Foundation Delpedro, MS, SH, KA, RAP dan FL.
Polisi menuturkan, Delpedro berperan melakukan kolaborasi dengan akun Instagram lainnya untuk menyebarkan ajakan agar pelajar jangan takut untuk mengikuti aksi.
Baca juga: Polisi Ungkap Para Pelaku Demo Ricuh Pakai Narkoba untuk Hilangkan Rasa Takut
“Pertama DMR, admin akun Instagram, LF. peran tersangka DMR adalah melakukan kolaborasi dengan akun Instagram lainnya untuk sebarkan ajakan agar pelajar jangan takut untuk aksi kita lawan bareng,” ungkapnya.
“Kemudian tersangka kedua MS dengan akun Instagram nama akunnya @BPP. Peran MS adalah juga melakukan kolab dengan beberapa akun Instagram lainnya untuk ajakan pengrusakan,” sambung dia.
Untuk pelaku yang ketiga berinisial SH. Dia merupakan admin Instagram dengan inisial @GM (gejayan memanggil), yang berperan melakukan kolaborasi akun Instagram untuk ajakan pengrusakan. Selanjutnya pelaku keempat yakni KA dengan akun Instagram @AMP yang berperan seperti SH.
“Tersangka kelima RAP, admin akun ig @RAP, perannya adalah tutorial pembuatan bom molotov dan juga melakukan atau berperan sebagai koordinator kurir bom molotov di lapangan dari akun Instagram tersebut,” imbuh dia.
“Saudari FL, admin akun medsos inisial T nama akunnya @FG. perannya menyiarkan langsung dan ajak jadi live, mengajak pelajar untuk turun pada 25 Agustus 2025. Pelajar sebagian adalah anak,” jelas dia.
(shf)
Lihat Juga :