Polisi Sebut 202 Anak Terhasut Ajakan Demo Berujung Ricuh di Gedung DPR
Rabu, 03 September 2025 - 06:18 WIB
loading...
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (2/9/2025) malam. Foto/Riyan Rizki
A
A
A
JAKARTA - Polda Metro Jaya mengamankan 337 orang terkait aksi demo berujung anarki di Gedung DPR pada 25 Agustus 2025. Sebanyak 202 orang di antaranya merupakan anak-anak yang datang karena diduga terhasut oleh ajakan akun media sosial yang diadmini oleh Direktur Lokataru Foundation Delpedro Marhaen dan pelaku lainnya.
"Polda Metro Jaya telah melakukan upaya pengamanan 337 orang sehingga situasi saat itu tanggal 25 (Agustus) kondusif," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (2/9/2025) malam.
Ade Ary menjelaskan, pihaknya kemudian mendata orang yang diamankan. Pelaku anak-anak kemudian dikembalikan ke orang tuanya. Terhadap massa yang diamankan, dilakukan pendataan, pemeriksaan urine, komunikasi, pemisahan dengan klaster anak. Anak adalah yang berusia di bawah 18 tahun.
Baca Juga: Lokataru Kritik Penangkapan Delpedro: Tak Ada Proses Pemeriksaan Awal, Langsung Ditangkap
"Kemudian dilakukan konseling terhadap anak dengan mengundang stakeholder, mengundang KPAI, dinas terkait, mengundang orang tuanya, menghubungi pihak sekolahnya, keesokan harinya anak-anak ini dikembalikan ke orang tuanya, ke keluarganya masing-masing," jelasnya.
Dia menuturkan, sebanyak 202 anak datang ke Gedung DPR diduga melakukan aksi anarkistis. Mereka diduga datang setelah adanya ajakan dari Delpedro dan tersangka lainnya.
"Di tanggal 25 itu diperoleh fakta bahwa ada 202 anak, 26 mahasiswa, dan 109 warga yang datang karena terhasut oleh ajakan akun medsos T milik mereka, milik para tersangka," ungkapnya.
Pada tanggal 28 Agustus 2025, lanjut dia, polisi mengamankan lebih dari 700 perusuh. Sebanyak 100 orang di antaranya adalah anak-anak dan berbagai daerah.
"Dan puncaknya pada tanggal 28 Agustus terjadi kembali aksi anarkis. Untuk memastikan situasi kondusif, kembali melakukan upaya-upaya kepolisian mengamankan setidaknya 794 perusuh, di mana kembali aksi anarkis terjadi dan didominasi oleh pelajar anak yang seharusnya melakukan kegiatan pelajar mengajar di sekolahnya masing-masing," jelas dia.
Diketahui, polisi mengamankan enam orang dalam kasus ini. Mereka adalah Direktur Lokataru Foundation Delpedro Marhaen, MS, SH, KA, RAP, dan FL.
"Polda Metro Jaya telah melakukan upaya pengamanan 337 orang sehingga situasi saat itu tanggal 25 (Agustus) kondusif," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (2/9/2025) malam.
Ade Ary menjelaskan, pihaknya kemudian mendata orang yang diamankan. Pelaku anak-anak kemudian dikembalikan ke orang tuanya. Terhadap massa yang diamankan, dilakukan pendataan, pemeriksaan urine, komunikasi, pemisahan dengan klaster anak. Anak adalah yang berusia di bawah 18 tahun.
Baca Juga: Lokataru Kritik Penangkapan Delpedro: Tak Ada Proses Pemeriksaan Awal, Langsung Ditangkap
"Kemudian dilakukan konseling terhadap anak dengan mengundang stakeholder, mengundang KPAI, dinas terkait, mengundang orang tuanya, menghubungi pihak sekolahnya, keesokan harinya anak-anak ini dikembalikan ke orang tuanya, ke keluarganya masing-masing," jelasnya.
Dia menuturkan, sebanyak 202 anak datang ke Gedung DPR diduga melakukan aksi anarkistis. Mereka diduga datang setelah adanya ajakan dari Delpedro dan tersangka lainnya.
"Di tanggal 25 itu diperoleh fakta bahwa ada 202 anak, 26 mahasiswa, dan 109 warga yang datang karena terhasut oleh ajakan akun medsos T milik mereka, milik para tersangka," ungkapnya.
Pada tanggal 28 Agustus 2025, lanjut dia, polisi mengamankan lebih dari 700 perusuh. Sebanyak 100 orang di antaranya adalah anak-anak dan berbagai daerah.
"Dan puncaknya pada tanggal 28 Agustus terjadi kembali aksi anarkis. Untuk memastikan situasi kondusif, kembali melakukan upaya-upaya kepolisian mengamankan setidaknya 794 perusuh, di mana kembali aksi anarkis terjadi dan didominasi oleh pelajar anak yang seharusnya melakukan kegiatan pelajar mengajar di sekolahnya masing-masing," jelas dia.
Diketahui, polisi mengamankan enam orang dalam kasus ini. Mereka adalah Direktur Lokataru Foundation Delpedro Marhaen, MS, SH, KA, RAP, dan FL.
(zik)
Lihat Juga :