Polres Tasikmalaya Gelar Istigasah dan Doa Bersama untuk Kesejukan Bangsa
Senin, 01 September 2025 - 18:00 WIB
loading...
A
A
A
Salat gaib yang dipimpin Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya KH Atam Rustam menjadi pengingat di balik perbedaan, semua adalah satu keluarga besar yang berbagi duka dan suka.
"Bangsa Indonesia saat ini sedang terluka, sakit dan terkoyak. Tasikmalaya Ngaos Qulhu dan Sholawat Untuk Kesejukan Bangsa dan Negara Indonesia ," pesan Khodimul Majelis Dzikir dan Sholawat Pesantren Cipasung KH Deni Ramdani Sagara.
Baca juga: 17+8 Tuntutan Rakyat untuk Pemerintah Menggema di Sosial Media
Menurut Kiai Deni Ramdani, kegiatan ini bukan hanya ritual, melainkan sebuah ikrar tulus untuk merajut kembali benang-benang persaudaraan yang nyaris putus.Kita sering kali melihat perbedaan sebagai jurang pemisah, padahal ia adalah mozaik yang membuat Indonesia indah.
Kiai Deni Ramdani mengajak semua pihak untuk kembali pada ajaran Qulhu, Surah Al-Ikhlas, yang mengajarkan keikhlasan sejati. “Kepada para pemimpin, izinkan hati ini lapang untuk menerima setiap nasihat, koreksi. Ini adalah pengingat bahwa kritik, sekalipun pedas, adalah cambuk yang mengantar kita pada kemajuan. Di dalamnya tersembunyi harapan tulus dari rakyat yang ingin melihat negerinya bangkit," ucapnya.
"Bangsa Indonesia saat ini sedang terluka, sakit dan terkoyak. Tasikmalaya Ngaos Qulhu dan Sholawat Untuk Kesejukan Bangsa dan Negara Indonesia ," pesan Khodimul Majelis Dzikir dan Sholawat Pesantren Cipasung KH Deni Ramdani Sagara.
Baca juga: 17+8 Tuntutan Rakyat untuk Pemerintah Menggema di Sosial Media
Menurut Kiai Deni Ramdani, kegiatan ini bukan hanya ritual, melainkan sebuah ikrar tulus untuk merajut kembali benang-benang persaudaraan yang nyaris putus.Kita sering kali melihat perbedaan sebagai jurang pemisah, padahal ia adalah mozaik yang membuat Indonesia indah.
Kiai Deni Ramdani mengajak semua pihak untuk kembali pada ajaran Qulhu, Surah Al-Ikhlas, yang mengajarkan keikhlasan sejati. “Kepada para pemimpin, izinkan hati ini lapang untuk menerima setiap nasihat, koreksi. Ini adalah pengingat bahwa kritik, sekalipun pedas, adalah cambuk yang mengantar kita pada kemajuan. Di dalamnya tersembunyi harapan tulus dari rakyat yang ingin melihat negerinya bangkit," ucapnya.
Lihat Juga :