Kematian Mahasiswa Amikom Rheza Sendy Pratama, Kapolda DIY Siap Lakukan Penyelidikan
Senin, 01 September 2025 - 17:27 WIB
loading...
Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono melayat ke rumah almarhum Rheza Sendy Pratama di Mlati, Sleman, Minggu (31/8/2025). Foto: Dok Polda DIY
A
A
A
SLEMAN - Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono melakukan takziyah ke rumah mahasiswa Amikom Rheza Sendy Pratama di Padukuhan Jaten, Sendangadi, Mlati, Sleman, Minggu (31/8/2025). Polda DIY siap mengusut kasus kematian almarhum.
“Kedatangan kami sebagai belasungkawa dan rasa duka cita,” ujar Anggoro, Minggu (31/8/2025).
Kapolda datang bersama Kepala Kejati DIY, Danrem, dan Bupati Sleman Harda Kiswaya. Mereka diterima oleh keluarga almarhum.
Baca juga: 53 Kepala Sekolah Rakyat Ikut Retreat, Kompak Kenakan Seragam PDL
Menurut kapolda dari keluarga sudah ikhlas atas kematian mahasiswa Komunikasi Amikom Semester V ini. Mereka sudah menerima kematiannya sebagai musibah.
Namun, jika keluarga almarhum mempertanyakan proses hukum kepolisian juga siap melaksanakan penyelidikan. Hanya saja keluarganya tidak bersedia untuk dilakukan autopsi.
“Keluarga juga memberikan masukan agar dalam pengamanan unjuk rasa tidak ada kesalahan. Ini masukan bagi kepolisian,” ucapnya.
Jika keluarga di kemudian hari berubah pikiran dan tetap mempertanyakan proses hukum, polisi juga siap melakukan penyelidikan.
Diberitakan sebelumnya, Rheza meninggal di RSUP DR Sardjito, Minggu (31/8/2025). Sang ayah, Yoyon Surono yang ikut memandikan jenazah menemukan banyak luka di tubuh anaknya. Kepalanya juga bocor dan seperti ada patah tulang leher. Selain itu juga banyak ditemukan bekas sepatu PDL di tubuhnya dan luka sayatan.
“Kedatangan kami sebagai belasungkawa dan rasa duka cita,” ujar Anggoro, Minggu (31/8/2025).
Kapolda datang bersama Kepala Kejati DIY, Danrem, dan Bupati Sleman Harda Kiswaya. Mereka diterima oleh keluarga almarhum.
Baca juga: 53 Kepala Sekolah Rakyat Ikut Retreat, Kompak Kenakan Seragam PDL
Menurut kapolda dari keluarga sudah ikhlas atas kematian mahasiswa Komunikasi Amikom Semester V ini. Mereka sudah menerima kematiannya sebagai musibah.
Namun, jika keluarga almarhum mempertanyakan proses hukum kepolisian juga siap melaksanakan penyelidikan. Hanya saja keluarganya tidak bersedia untuk dilakukan autopsi.
“Keluarga juga memberikan masukan agar dalam pengamanan unjuk rasa tidak ada kesalahan. Ini masukan bagi kepolisian,” ucapnya.
Jika keluarga di kemudian hari berubah pikiran dan tetap mempertanyakan proses hukum, polisi juga siap melakukan penyelidikan.
Diberitakan sebelumnya, Rheza meninggal di RSUP DR Sardjito, Minggu (31/8/2025). Sang ayah, Yoyon Surono yang ikut memandikan jenazah menemukan banyak luka di tubuh anaknya. Kepalanya juga bocor dan seperti ada patah tulang leher. Selain itu juga banyak ditemukan bekas sepatu PDL di tubuhnya dan luka sayatan.
(jon)
Lihat Juga :