Sejarah Gedung Grahadi: Cagar Budaya Nasional yang Dibakar dalam Aksi Ricuh di Surabaya
Senin, 01 September 2025 - 13:51 WIB
loading...
A
A
A
Perpindahan fungsi menjadi rumah dinas Residen Surabaya (Residentswoning te Soerabaia) kemudian menjadikannya lokasi resmi pemerintah kolonial dan akhirnya rumah dinas Gubernur Jawa Timur sekitar tahun.
Baca juga: Identitas 5 Pelaku Pembakaran Mako Gegana, 2 di Antaranya Perempuan
Menurut Kuncarsono Prasetyo, sejarawan Surabaya, “Atap bangunan Grahadi bagian barat yang dibakar massa memang mempertahankan gaya Prancis asli, tidak mengikuti renovasi gaya Belanda akhir 1900-an”.
Yayan Indrayana, pegiat sejarah Begandring Surabaya, menyampaikan: “Grahadi merupakan salah satu gedung tertua di Surabaya... tujuannya adalah untuk rumah pejabat Belanda Residen Dirk Van Hogendorp”
Kuncarsono Prasetyo menjelaskan tentang arsitektur dan lokasi Grahadi: “Gedung ini dibangun pada tahun 1795 atas perintah Residen... dan nama ‘Grahadi’ berasal dari bahasa Sanskerta: Graha (rumah) dan Adi (utama), berarti ‘Rumah Mulia’”
Penetapan Grahadi sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi pada tahun 2023 menegaskan pentingnya pelestarian bangunan ini sebagai warisan sejarah bangsa.
Pada malam Sabtu, 30 Agustus 2025, sekelompok massa berpakaian hitam menerobos gerbang barat dan membakar area sayap barat Gedung Grahadi, termasuk ruangan Wakil Gubernur Emil Dardak dan Press Room.
Baca juga: Identitas 5 Pelaku Pembakaran Mako Gegana, 2 di Antaranya Perempuan
Menurut Kuncarsono Prasetyo, sejarawan Surabaya, “Atap bangunan Grahadi bagian barat yang dibakar massa memang mempertahankan gaya Prancis asli, tidak mengikuti renovasi gaya Belanda akhir 1900-an”.
Kutipan Para Tokoh Sejarah
Yayan Indrayana, pegiat sejarah Begandring Surabaya, menyampaikan: “Grahadi merupakan salah satu gedung tertua di Surabaya... tujuannya adalah untuk rumah pejabat Belanda Residen Dirk Van Hogendorp”
Kuncarsono Prasetyo menjelaskan tentang arsitektur dan lokasi Grahadi: “Gedung ini dibangun pada tahun 1795 atas perintah Residen... dan nama ‘Grahadi’ berasal dari bahasa Sanskerta: Graha (rumah) dan Adi (utama), berarti ‘Rumah Mulia’”
Penetapan Grahadi sebagai Cagar Budaya Peringkat Provinsi pada tahun 2023 menegaskan pentingnya pelestarian bangunan ini sebagai warisan sejarah bangsa.
Tragedi Pembakaran: Waktu dan Kerusakan
Pada malam Sabtu, 30 Agustus 2025, sekelompok massa berpakaian hitam menerobos gerbang barat dan membakar area sayap barat Gedung Grahadi, termasuk ruangan Wakil Gubernur Emil Dardak dan Press Room.
Lihat Juga :