Satgas Penanganan Covid-19: Jabodebek Banten Masih Laksanakan PSBB

Jum'at, 11 September 2020 - 14:55 WIB
loading...
Satgas Penanganan Covid-19:...
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito (kanan atas) saat diskusi di Media Center Satgas Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Jumat (11/9/2020).Foto/SINDOnews/Binti Mufarida
A A A
JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyatakan, dua provinsi dan lima kota/kabupaten masih melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) . PSBB dilakukan guna membatasi mobilitas penduduk bisa mencegah potensi penularan Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, dua provinsi yang maish melaksanakan PSBB yakni, DKI Jakarta dan Banten."Adapun lima kota/kabupaten yang masih menerapkan PSBB yakni, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi dan Kota Depok,” kata Wiku dalam diskusi di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Jumat (11/9/2020).

Wiku menungkapkan, PSBB untuk pembatasan mobilitas penduduk bisa mencegah potensi penularan Covid-19 .“Jadi kalau kita lihat kondisinya dengan adanya pandemi ini, maka memang mobilitas penduduk itu harus dibatasi agar betul-betul potensi penularan itu bisa dicegah,” ungkapnya.

Wiku menjelaskan, pembatasan ini karena biasanya terjadinya penularan apabila orang yang kemungkinan sakit, dia tidak tahu dan pindah ke tempat lain di mana ada orang yang rentan untuk bisa terkena infeksi. “Maka dari itu selalu dijaga untuk dikurangi mobilitas penduduk atau perjalanannya,” katanya. (Baca: IHSG Anjlok, Ketua DPRD DKI Ingatkan Anies Berhati-hati Keluarkan Pernyataan PSBB)

Sehingga, lanjut Wiku, dengan diterapkannya PSBB dalam rangka membatasi mobilitas penduduk sebagai upaya agar tidak terjadi penularan dari satu tempat ke tempat lain. “Dan setelah kita lihat juga adanya PSBB itu juga dalam rangka untuk membatasi mobilitas penduduk agar di wilayahnya masing-masing sehingga tidak tertular dari satu tempat ke tempat yang lain,” tuturnya.

Apalagi, kata Wiku, mobilitas penduduk seperti pulang kampung juga berpotensi untuk menularkan virus Covid-19. “Dan kalau kita lihat perkembangan dari community mobility report ternyata terlihat bahwa ada migrasi orang entity migration yang lumayan besar dan ada kecenderungan masyarakat tersebut tinggal. Jadi mungkin ini bisa terlihat bahwa pulang kampung adalah salah satu fenomena yang juga terbaca dari report tersebut.”

Wiku pun meminta semua pihak untuk bekerja sama membatasi mobilitas penduduk agar penanganan Covid-19 lebih mudah. “Maka dari itu kita perlu kerjasama dengan semua pihak termasuk khususnya masyarakat untuk betul-betul bisa membatasi mobilitas atau perjalanan, agar betul-betul kita bisa menangani kasusnya menjadi lebih mudah,” ucapnya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SPMB Jakarta 2026, Pengajuan...
SPMB Jakarta 2026, Pengajuan Akun dan Verifikasi KK Jenjang SMA dan SMK Telah Dibuka
KJP Juni 2026 Belum...
KJP Juni 2026 Belum Cair? Simak Prediksi Tanggal Pencairan dan Cara Mengurusnya
Warga Jakarta Bisa Nikmati...
Warga Jakarta Bisa Nikmati Pembebasan PBB-P2 100%, Ini Kriterianya
Rekomendasi
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Brasil vs Maroko: Misi...
Brasil vs Maroko: Misi Selecao Akhiri Dahaga Gelar Dimulai
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
Berita Terkini
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved