Ricuh Ojol Meluas: Massa Padati Mako Brimob Kwitang, Jalan Otista Kembali Normal
Jum'at, 29 Agustus 2025 - 10:52 WIB
loading...
Ratusan massa terpantau berkumpul di sekitar Mako Brimob, Kwitang, Jakarta Pusat. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Gelombang kericuhan pascainsiden tewasnya seorang driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan dilindas kendaraan taktis baracuda Brimob terus meluas. Pada Jumat (29/8/2025) pagi, ratusan massa terpantau berkumpul di sekitar Mako Brimob, Kwitang, Jakarta Pusat, menuntut agar oknum aparat yang diduga terlibat segera diadili bahkan dicopot dari jabatannya.
Suasana di sekitar Mako Brimob sempat memanas. Massa meneriakkan yel-yel dan melakukan pelemparan botol ke arah aparat. Namun, awak media sulit mendekat karena massa melarang jurnalis berada terlalu dekat dengan kerumunan.
Dampaknya, arus lalu lintas di kawasan sekitar Mako Brimob lumpuh. Jalan dari arah Salemba menuju Tugu Tani maupun sebaliknya ditutup. Kendaraan dialihkan melalui Jalan Raden Saleh dan Kali Pasir, namun pengalihan ini menimbulkan kemacetan panjang di beberapa titik alternatif.
Baca juga: Kericuhan Meluas hingga Jatinegara, Polisi Tembakkan Gas Air Mata
Sementara itu, situasi berbeda terlihat di kawasan Otista, Jatinegara, Jakarta Timur. Sejak subuh, sempat terjadi bentrokan antara warga dan aparat sebagai bentuk solidaritas terhadap korban ojol.
Massa bahkan memblokir jalan dengan conblock pembatas jalan dan merusak sejumlah fasilitas umum. Polisi yang berjaga sempat diserang, sebelum akhirnya massa mundur ke permukiman warga.
Menjelang siang, kondisi di Jalan Otista berangsur pulih. Ruas jalan yang sebelumnya ditutup kini kembali bisa dilintasi kendaraan dari arah Cawang maupun sebaliknya.
Petugas TNI dan aparat berpakaian sipil masih terlihat berjaga untuk mengantisipasi kericuhan susulan, sementara petugas kebersihan mulai membersihkan sisa-sisa bentrokan.
Hingga kini, konsentrasi massa masih terpantau di sekitar Mako Brimob Kwitang, dengan jumlah yang terus bertambah. Aparat gabungan tetap siaga untuk mencegah bentrokan baru pecah.
Suasana di sekitar Mako Brimob sempat memanas. Massa meneriakkan yel-yel dan melakukan pelemparan botol ke arah aparat. Namun, awak media sulit mendekat karena massa melarang jurnalis berada terlalu dekat dengan kerumunan.
Dampaknya, arus lalu lintas di kawasan sekitar Mako Brimob lumpuh. Jalan dari arah Salemba menuju Tugu Tani maupun sebaliknya ditutup. Kendaraan dialihkan melalui Jalan Raden Saleh dan Kali Pasir, namun pengalihan ini menimbulkan kemacetan panjang di beberapa titik alternatif.
Baca juga: Kericuhan Meluas hingga Jatinegara, Polisi Tembakkan Gas Air Mata
Sementara itu, situasi berbeda terlihat di kawasan Otista, Jatinegara, Jakarta Timur. Sejak subuh, sempat terjadi bentrokan antara warga dan aparat sebagai bentuk solidaritas terhadap korban ojol.
Massa bahkan memblokir jalan dengan conblock pembatas jalan dan merusak sejumlah fasilitas umum. Polisi yang berjaga sempat diserang, sebelum akhirnya massa mundur ke permukiman warga.
Menjelang siang, kondisi di Jalan Otista berangsur pulih. Ruas jalan yang sebelumnya ditutup kini kembali bisa dilintasi kendaraan dari arah Cawang maupun sebaliknya.
Petugas TNI dan aparat berpakaian sipil masih terlihat berjaga untuk mengantisipasi kericuhan susulan, sementara petugas kebersihan mulai membersihkan sisa-sisa bentrokan.
Hingga kini, konsentrasi massa masih terpantau di sekitar Mako Brimob Kwitang, dengan jumlah yang terus bertambah. Aparat gabungan tetap siaga untuk mencegah bentrokan baru pecah.
(rca)
Lihat Juga :