Pengasuh Pesantren Sarang Rembang Sesalkan Kehadiran Akademisi Pro Israel di UI dan AKN NU
Rabu, 27 Agustus 2025 - 18:27 WIB
loading...
A
A
A
Pengasuh PP Sarang, Rembang, Jawa Tengah KH Achmad Rosikh Roghibi mengaku kesal dan merasa tidak habis pikir dengan kehadiran Peter Berkowitz. Apalagi, Peter juga dikabarkan menjadi narasumber dalam 6 sesi perkuliahan di Akademi Kepemimpinan Nasional (AKN) Nahdlatul Ulama yang dilaksanakan PBNU.
“NU itu jelas akidah, fikrah, dan amaliyahnya Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyyah yang bisa membangkitkan dan sejalan dengan kepribadian Nusantara, ke-Indonesia-an. Mau dicampur aduk dengan sistem berpikir barat dan zionis? NU bisa rusak ke depan. Bukan dari warganya, tapi dari petinggi pengurusnya lalu merembet ke struktur bawah hingga jamaah,” ujar Gus Rosikh.
Dia meminta Rais Aam dan Ketua Umum PBNU bertanggung jawab atas hal ini karena AKN NU di bawah tanggung jawab keduanya. Sebab, AKN NU dengan model perkuliahan dimulai sejak Juni hingga Desember 2025.
Dari 97 kali sesi perkuliahan, 85%-nya diisi oleh narasumber luar negeri dan cenderung menganut sistem berpikir liberal dan zionis. “Mosok NU, organisasi kiai pesantren dan ulama disetir dan diarahkan oleh organisasi mereka. NU iku, malati cah (NU itu, punya tulah),” katanya.
“NU itu jelas akidah, fikrah, dan amaliyahnya Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyyah yang bisa membangkitkan dan sejalan dengan kepribadian Nusantara, ke-Indonesia-an. Mau dicampur aduk dengan sistem berpikir barat dan zionis? NU bisa rusak ke depan. Bukan dari warganya, tapi dari petinggi pengurusnya lalu merembet ke struktur bawah hingga jamaah,” ujar Gus Rosikh.
Dia meminta Rais Aam dan Ketua Umum PBNU bertanggung jawab atas hal ini karena AKN NU di bawah tanggung jawab keduanya. Sebab, AKN NU dengan model perkuliahan dimulai sejak Juni hingga Desember 2025.
Dari 97 kali sesi perkuliahan, 85%-nya diisi oleh narasumber luar negeri dan cenderung menganut sistem berpikir liberal dan zionis. “Mosok NU, organisasi kiai pesantren dan ulama disetir dan diarahkan oleh organisasi mereka. NU iku, malati cah (NU itu, punya tulah),” katanya.
(jon)
Lihat Juga :