Pengasuh Pesantren Sarang Rembang Sesalkan Kehadiran Akademisi Pro Israel di UI dan AKN NU

Rabu, 27 Agustus 2025 - 18:27 WIB
loading...
Pengasuh Pesantren Sarang...
Pengasuh PP Sarang, Rembang, Jawa Tengah KH Achmad Rosikh Roghibi menyesalkan kehadiran tokoh pendukung Israel yang juga peneliti senior Universitas Stanford Peter Berkowitz di UI. Foto: Ist
A A A
REMBANG - Kehadiran tokoh pendukung Israel yang merupakan peneliti senior Tad and Dianne Taube dari Hoover Institution Universitas Stanford Peter Berkowitz di Universitas Indonesia (UI) memicu polemik. Peter Berkowitz diketahui diundang sebagai pembicara pada acara orientasi program Pascasarjana UI 2025.

Kehadiran Peter Berkowitz langsung mendapat kecaman dari berbagai pihak, khususnya sivitas akademika perguruan tinggi terkemuka di Indonesia itu karena latar belakangnya mendukung dan turut mempropagandakan kepentingan zionis Israel melalui buku, artikel, jurnal, dan tulisan-tulisannya.

Baca juga: Disorot karena Undang Akademisi Pro Israel, UI Akui Salah dan Minta Maaf

Meski Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof Heri Hermansyah telah meminta maaf karena tidak melakukan pengecekan latar belakang narasumber, namun kecaman dan kekecewaan terus mengalir. Mahasiswa UI dari berbagai fakultas dengan membawa spanduk dan atribut Palestina menggelar unjuk rasa di Lapangan Rotunda UI, Kampus Depok.

Mereka mengecam kebijakan kampus yang menghadirkan Peter Berkowitz yang dinilai militan zionis. Para mahasiswa menilai kebijakan itu tidak sejalan dengan 9 nilai UI dan nilai kemanusiaan.

Pengasuh PP Sarang, Rembang, Jawa Tengah KH Achmad Rosikh Roghibi mengaku kesal dan merasa tidak habis pikir dengan kehadiran Peter Berkowitz. Apalagi, Peter juga dikabarkan menjadi narasumber dalam 6 sesi perkuliahan di Akademi Kepemimpinan Nasional (AKN) Nahdlatul Ulama yang dilaksanakan PBNU.

“NU itu jelas akidah, fikrah, dan amaliyahnya Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyyah yang bisa membangkitkan dan sejalan dengan kepribadian Nusantara, ke-Indonesia-an. Mau dicampur aduk dengan sistem berpikir barat dan zionis? NU bisa rusak ke depan. Bukan dari warganya, tapi dari petinggi pengurusnya lalu merembet ke struktur bawah hingga jamaah,” ujar Gus Rosikh.

Dia meminta Rais Aam dan Ketua Umum PBNU bertanggung jawab atas hal ini karena AKN NU di bawah tanggung jawab keduanya. Sebab, AKN NU dengan model perkuliahan dimulai sejak Juni hingga Desember 2025.

Dari 97 kali sesi perkuliahan, 85%-nya diisi oleh narasumber luar negeri dan cenderung menganut sistem berpikir liberal dan zionis. “Mosok NU, organisasi kiai pesantren dan ulama disetir dan diarahkan oleh organisasi mereka. NU iku, malati cah (NU itu, punya tulah),” katanya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
FIA UI Gelar Pengabdian...
FIA UI Gelar Pengabdian Masyarakat untuk Lansia di Sijuk Belitung
Suma UI Dukung LGBT,...
Suma UI Dukung LGBT, Universitas Indonesia Lakukan Evaluasi Internal
Raksha Loka Fest di...
Raksha Loka Fest di Jaksel, Tim FIA UI Dorong Literasi Keuangan Komunitas Iklim
Gus Miftah Soroti Bullying...
Gus Miftah Soroti Bullying hingga Judi Online, Pesantren Diminta Jadi Ruang Aman Santri
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Akademisi Dukung Langkah...
Akademisi Dukung Langkah Kejagung Jerat Pihak Pasif dan Korporasi di Kasus BGN
Rekomendasi
Ketat! Hanya 17 Sekolah...
Ketat! Hanya 17 Sekolah dari Depok yang Lolos ke Babak Jakarta Liga Bintang Juara GTV
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Berita Terkini
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved