Babak Baru Misteri Kematian Diplomat ADP, Ayah Arya Daru: Kami Syok, Terpuruk, dan Tak Berdaya

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 17:24 WIB
loading...
Babak Baru Misteri Kematian...
Subaryono, ayah dari Arya Daru Pangayunan, diplomat muda Kementerian Luar Negeri mengenang kepergian anaknya yang ditemukan tewas terlilit lakban di kamar kos kawasan Menteng, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Subaryono, ayah dari Arya Daru Pangayunan , diplomat muda Kementerian Luar Negeri mengenang kepergian anaknya yang ditemukan tewas terlilit lakban di kamar kos kawasan Menteng, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. Subaryono mengatakan, kepergian Arya Daru merupakan pukulan telak yang membuatnya syok hingga tak berdaya.

“Itu merupakan suatu pukulan yang sangat berat bagi keluarga kami. Banyak hal yang membuat kami kemudian shock terpuruk dan tidak berdaya,” kata Subaryono dikutip dari YouTube SindoNews, Sabtu (23/8/2025).

Subaryono kemudian menceritakan sosok Arya Daru. Ia menyebutkan, Arya Daru merupakan anak tunggal yang kehadirannya ditunggu-tunggu setelah istri beberapa kali mengalami keguguran.

Baca juga: Kakak Ipar Diplomat Arya Daru Ungkap Fakta Baru soal CCTV di Kamar Kos



“Kami hanya berdua dengan istri saya, dan Daru adalah anak tunggal kami, anak tunggal yang kami tunggu-tunggu setelah 3 kali gagal atau keguguran. Lahirlah seorang bayi yang bernama Arya Daru Pangayunan,” ujar dia.

Subaryono kemudian menjelaskan arti dari nama Arya Daru Pangayunan.

“Saya memikirkan apa yang saya harus sampaikan kalau nama itu adalah sebuah doa, maka saya tentukan Arya laki-laki terhormat. Daru adalah bintang kemujuran merupakan suatu karunia dari tuhan yang maha kuasa. Kenapa Pangayunan, itu adalah suatu hal di mana itu ada pada pangkuan kami,” ungkapnya.

“Proses itu, proses yang panjang karena si ibu harus bedrest hampir seluruh kehamilannya karna kesulitan proses kehamilan,” jelas dia.

Sebagai informasi, polisi menyimpulkan tidak ada keterlibatan orang lain dalam kematian Arya. Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Wira Satya Triputra, mengungkapkan bahwa Arya ternyata telah memiliki keinginan untuk mengakhiri hidupnya sejak lama, tepatnya sejak tahun 2013.

Fakta tersebut terungkap dari hasil pemeriksaan digital forensik terhadap perangkat elektronik milik Arya.

“Ditemukan riwayat komunikasi antara pemilik akun email [email protected] (milik ADP) dengan akun [email protected]. Dari hasil tersebut diketahui bahwa sejak 2013 ADP sudah memiliki keinginan bunuh diri, dan pada tahun 2021 keinginannya semakin kuat,” kata Wira dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (29/7/2025).

Wira menjelaskan bahwa akun yang dihubungi Arya merupakan milik Samaritans, lembaga amal di Inggris dan Irlandia yang menyediakan layanan dukungan emosional secara rahasia kepada orang-orang yang mengalami tekanan psikologis, keputusasaan, dan pemikiran untuk bunuh diri.

“Dari keseluruhan data digital yang diperoleh dari barang bukti elektronik, tidak ditemukan informasi maupun dokumen yang mengandung muatan ancaman fisik, psikis, atau kekerasan dari pihak lain,” jelas Wira.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuasa Hukum Pertanyakan...
Kuasa Hukum Pertanyakan Penyelidikan Kasus Arya Daru Dihentikan Polda Metro Jaya
Penyelidikan Kasus Kematian...
Penyelidikan Kasus Kematian Arya Daru Dihentikan, Begini Penjelasan Polda Metro Jaya
Polda Metro Jaya Hentikan...
Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Kasus Kematian Arya Daru Pangayunan
Sosok Vara di Pusaran...
Sosok Vara di Pusaran Kematian Arya Daru, Polisi: Apa Perlu Diungkap Aib Orang Lain?
Keluarga Arya Daru Mempertanyakan...
Keluarga Arya Daru Mempertanyakan Alasan Polisi Tak Ungkap Luka Memar di Dada Akibat Benda Tumpul
Polisi Ungkap Hanya...
Polisi Ungkap Hanya Sidik Jari Arya Daru di Lakban, Ini Alasannya
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
Perompak Somalia Sandera...
Perompak Somalia Sandera 4 WNI, DPR Minta TNI dan Kemlu Bikin Contingency Plan
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Rekomendasi
Hari Anti Narkotika...
Hari Anti Narkotika Internasional, YAKITA Dorong Sinergi Penegakan Hukum, Rehabilitasi, dan Peran Keluarga
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Berita Terkini
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved