Festival Bale Berdaya: Pesta Rakyat Sumbawa, Ajang Kebangkitan UMKM Lokal
Sabtu, 23 Agustus 2025 - 08:52 WIB
loading...
Puluhan stan UMKM peserta Bale Berdaya berjejer rapi di lapangan Pahlawan Sumbawa menjadi saksi perhelatan Festival Bale Berdaya 2025. Foto: Ist
A
A
A
SUMBAWA - Puluhan stan UMKM peserta Bale Berdaya berjejer rapi di lapangan Pahlawan Sumbawa menjadi saksi perhelatan Festival Bale Berdaya 2025. Festival ini sebagai puncak dari serangkaian program Bale Berdaya selama dua tahun, hasil kolaborasi salah satu perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia, PT Amman Mineral Nusa Tenggara(AMMAN) dan KUMPUL.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah untuk menampilkan karya dan produk unggulan para pelaku UMKM peserta Bale Berdaya dan selebrasi atas perjalanan dan pencapaian mereka. Sejak tahun 2024, lebih dari 100 pelaku UMKM dari tujuh kecamatan di Kabupaten Sumbawa yaitu Sumbawa Besar, Ropang, Lunyuk, Lantung, Lenangguar, Moyo Hulu, dan Orong Telu, telah mendapatkan pendampingan, pelatihan, serta mentoring intensif melalui program ini.
Sektor usaha yang didampingi mencakup kuliner, kopi, madu hutan, kerajinan tangan, dan pertanian. Dengan pendekatanberbasis komunitas dan kebutuhan nyata di lapangan, UMKM peserta Bale Berdaya kini kian percaya diri meraih pasar yang lebih luas.
Semangat Inklusif dalam Pesta Rakyat Festival yang mengusung semangat kebersamaan, kemandirian, dan kemajuan ekonomi lokal ini menghadirkan atmosfer inklusif yang kental dengan rasa gotong royong sekaligus memeriahkan suasana peringatan 17 Agustus 2025.
Rangkaian acara dimulai dengan jalan santai yang diikuti ratusan warga Sumbawa Besar, dilanjutkan senam massal, lomba tradisional, dan pertunjukan seni lokal. Sebagai bintang utama, para UMKM peserta Bale Berdaya mendapat kesempatan untuk memperkenalkan produk dan model bisnis mereka kepada masyarakat, lembaga keuangan, calon investor, serta pemangku kebijakan strategis.
Melalui panggung ini, mereka dapat membangun jejaring,menarik minat mitra potensial, dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
Dalam sesi ini, para narasumber berdialog mengenai tema ‘UMKM Sumbawa sebagai Pilar Penggerak Ekonomi Indonesia’, membahas tantangan, peluang, serta strategi memperkuat peran UMKM di tingkat lokal maupun nasional.
Kolaborasi untuk Ekosistem Berkelanjutan Program Bale Berdaya berdiri di atas kekuatan kolaborasi lintas sektor, yaitu Pemkab Sumbawa, pihak swasta, ekosistem enabler, perbankan, komunitas wirausaha, dan pelaku industri digital bersama-sama membangun ekosistem yang ramah bagi pertumbuhan UMKM lokal Sumbawa.
Puluhan pemangku kebijakan, mentor ahli Bale Berdaya, dan komunitas hadir untuk menyaksikan hasil dari kolaborasi berkelanjutan yang mereka wujudkan.
Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang telah menghadirkan program Bale Berdaya dan memberikan dampak nyata bagi UMKM lokal. “Konsep Bale Berdaya sejalan dengan rencana pemerintah, sehingga program kolaborasi ini langsung nyambung. Kami yakin dengan kolaborasi ini UMKM Sumbawa akan terus tumbuh, dari skala lokal menjadi pemain nasional bahkan global,” ungkapnya.
Vice President Social Impact AMMAN Priyo Pramono menuturkan Program Bale Berdaya adalah bukti keberhasilan model pemberdayaan berbasis komunitas lokal.“Bale Berdaya memperlihatkan bahwa penguatan UMKM memberi manfaat berlipat. Kami melihat pelaku usaha di Sumbawa mampu memperbaiki manajemen usaha, serta meningkatkan kualitas dan daya saing produk ketika mendapatkan dukungan pendampingan yang tepat,” katanya.
Founder & Chairperson KUMPUL Faye Wongso menambahkan kekuatan UMKM Sumbawa tidak hanya terletak pada kualitas produknya, tetapi juga pada kemampuannya membangun jejaring dan beradaptasi dengan peluang baru.“Membangun UMKM berarti membangun ekosistem yang saling menguatkan, mulai dari pengetahuan dan keterampilan, model bisnis yang berkelanjutan, hingga koneksi lintas sektor yang strategis,” ujarnya.
”Keberhasilan Bale Berdaya menjadi katalis pertumbuhan ekonomi lokal bagi Kabupaten Sumbawa merupakan hasil dari sebuah ekosistem yang menjunjung tinggi edukasi, adaptasi terhadap perkembangan teknologi, dan jejaring bisnis yang berpadu untuk mendorong pertumbuhan ekosistem perekonomian lokal dan perluasan akses ke pasar yang lebih luas,” tambahnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah untuk menampilkan karya dan produk unggulan para pelaku UMKM peserta Bale Berdaya dan selebrasi atas perjalanan dan pencapaian mereka. Sejak tahun 2024, lebih dari 100 pelaku UMKM dari tujuh kecamatan di Kabupaten Sumbawa yaitu Sumbawa Besar, Ropang, Lunyuk, Lantung, Lenangguar, Moyo Hulu, dan Orong Telu, telah mendapatkan pendampingan, pelatihan, serta mentoring intensif melalui program ini.
Sektor usaha yang didampingi mencakup kuliner, kopi, madu hutan, kerajinan tangan, dan pertanian. Dengan pendekatanberbasis komunitas dan kebutuhan nyata di lapangan, UMKM peserta Bale Berdaya kini kian percaya diri meraih pasar yang lebih luas.
Semangat Inklusif dalam Pesta Rakyat Festival yang mengusung semangat kebersamaan, kemandirian, dan kemajuan ekonomi lokal ini menghadirkan atmosfer inklusif yang kental dengan rasa gotong royong sekaligus memeriahkan suasana peringatan 17 Agustus 2025.
Rangkaian acara dimulai dengan jalan santai yang diikuti ratusan warga Sumbawa Besar, dilanjutkan senam massal, lomba tradisional, dan pertunjukan seni lokal. Sebagai bintang utama, para UMKM peserta Bale Berdaya mendapat kesempatan untuk memperkenalkan produk dan model bisnis mereka kepada masyarakat, lembaga keuangan, calon investor, serta pemangku kebijakan strategis.
Melalui panggung ini, mereka dapat membangun jejaring,menarik minat mitra potensial, dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
Dalam sesi ini, para narasumber berdialog mengenai tema ‘UMKM Sumbawa sebagai Pilar Penggerak Ekonomi Indonesia’, membahas tantangan, peluang, serta strategi memperkuat peran UMKM di tingkat lokal maupun nasional.
Kolaborasi untuk Ekosistem Berkelanjutan Program Bale Berdaya berdiri di atas kekuatan kolaborasi lintas sektor, yaitu Pemkab Sumbawa, pihak swasta, ekosistem enabler, perbankan, komunitas wirausaha, dan pelaku industri digital bersama-sama membangun ekosistem yang ramah bagi pertumbuhan UMKM lokal Sumbawa.
Puluhan pemangku kebijakan, mentor ahli Bale Berdaya, dan komunitas hadir untuk menyaksikan hasil dari kolaborasi berkelanjutan yang mereka wujudkan.
Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang telah menghadirkan program Bale Berdaya dan memberikan dampak nyata bagi UMKM lokal. “Konsep Bale Berdaya sejalan dengan rencana pemerintah, sehingga program kolaborasi ini langsung nyambung. Kami yakin dengan kolaborasi ini UMKM Sumbawa akan terus tumbuh, dari skala lokal menjadi pemain nasional bahkan global,” ungkapnya.
Vice President Social Impact AMMAN Priyo Pramono menuturkan Program Bale Berdaya adalah bukti keberhasilan model pemberdayaan berbasis komunitas lokal.“Bale Berdaya memperlihatkan bahwa penguatan UMKM memberi manfaat berlipat. Kami melihat pelaku usaha di Sumbawa mampu memperbaiki manajemen usaha, serta meningkatkan kualitas dan daya saing produk ketika mendapatkan dukungan pendampingan yang tepat,” katanya.
Founder & Chairperson KUMPUL Faye Wongso menambahkan kekuatan UMKM Sumbawa tidak hanya terletak pada kualitas produknya, tetapi juga pada kemampuannya membangun jejaring dan beradaptasi dengan peluang baru.“Membangun UMKM berarti membangun ekosistem yang saling menguatkan, mulai dari pengetahuan dan keterampilan, model bisnis yang berkelanjutan, hingga koneksi lintas sektor yang strategis,” ujarnya.
”Keberhasilan Bale Berdaya menjadi katalis pertumbuhan ekonomi lokal bagi Kabupaten Sumbawa merupakan hasil dari sebuah ekosistem yang menjunjung tinggi edukasi, adaptasi terhadap perkembangan teknologi, dan jejaring bisnis yang berpadu untuk mendorong pertumbuhan ekosistem perekonomian lokal dan perluasan akses ke pasar yang lebih luas,” tambahnya.
(jon)
Lihat Juga :