Pilkada Tangsel Langsung Memanas, Pendukung Paslon Saling Serang
Jum'at, 11 September 2020 - 04:25 WIB
loading...
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Meski baru selesai tahap pendaftaran, suhu politik di Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel) langsung memanas. Para pendukung pasangan calon (paslon) mulai terlibat saling serang.
Ketua DPC Gerindra Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Li Claudia Chandra menilai sikap pendukung petahana terkait kritikan terhadap RSUD Tangsel, sangat berlebihan.
Kritik yang disampaikan oleh salah satu bakal calon wakil wali kota, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, dianggap sesuai fakta dan membangun. Sehingga, tidak pantas ditanggapi emosional.
Dalam kritiknya, Saraswati menyayangkan kenapa RSUD Tangsel belum bisa digunakan untuk memeriksa kesehatan para bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel. (Baca juga: Mulai Saling Sindir, Sukarya Imbau Pilkada Tangsel Tetap Santun)
"Yang Rahayu Saraswati sampaikan adalah masukan yang membangun. Tangsel adalah Kota yang baru berdiri 10 tahun tetapi kota ini memiliki APBD yang hampir Rp4 triliun," ujar Li, Kamis (10/9/2020).
Menurut dia, dengan APBD sebesar itu seharusnya tidak perlu menunggu 56 tahun untuk memiliki rumah sakit, seperti RSUD Kabupaten Tangerang.
"Ketua Komisi II yang menjadi mitra dinas kesehatan harusnya bisa lebih bijak, membandingkan masa berdiri rumah sakit Tangerang yang sudah 56 tahun dengan Kota Tangsel yang baru 11 tahun," tandasnya. (Baca juga: Komitmen Pemkot Tangsel Tindak Pelanggar Protokol Covid-19 Dipertanyakan)
Ketua DPC Gerindra Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Li Claudia Chandra menilai sikap pendukung petahana terkait kritikan terhadap RSUD Tangsel, sangat berlebihan.
Kritik yang disampaikan oleh salah satu bakal calon wakil wali kota, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, dianggap sesuai fakta dan membangun. Sehingga, tidak pantas ditanggapi emosional.
Dalam kritiknya, Saraswati menyayangkan kenapa RSUD Tangsel belum bisa digunakan untuk memeriksa kesehatan para bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel. (Baca juga: Mulai Saling Sindir, Sukarya Imbau Pilkada Tangsel Tetap Santun)
"Yang Rahayu Saraswati sampaikan adalah masukan yang membangun. Tangsel adalah Kota yang baru berdiri 10 tahun tetapi kota ini memiliki APBD yang hampir Rp4 triliun," ujar Li, Kamis (10/9/2020).
Menurut dia, dengan APBD sebesar itu seharusnya tidak perlu menunggu 56 tahun untuk memiliki rumah sakit, seperti RSUD Kabupaten Tangerang.
"Ketua Komisi II yang menjadi mitra dinas kesehatan harusnya bisa lebih bijak, membandingkan masa berdiri rumah sakit Tangerang yang sudah 56 tahun dengan Kota Tangsel yang baru 11 tahun," tandasnya. (Baca juga: Komitmen Pemkot Tangsel Tindak Pelanggar Protokol Covid-19 Dipertanyakan)
Lihat Juga :