Pengkhianatan Orang Dekat Raja Mataram Pasca Kalah Perang Melawan VOC Belanda
Selasa, 19 Agustus 2025 - 06:31 WIB
loading...
A
A
A
Bahurekso lalu mengirimkan utusan kepada Dipati Ukur untuk menanyakan, apakah ia akan menyerah atau tidak. Dipati Ukur menjawab bahwa dirinya memilih yang kedua, yakni dirinya tidak bakal menyerah, bahkan sebaliknya ia akan bertekad untuk melawan.
Maka terjadilah perang besar antara pasukan Dipati Ukur melawan pasukan Bahurekso. Karena jumlah pasukan Bahurekso lebih banyak, pasukan Dipati Ukur dengan mudah dikalahkan.
Namun, Dipati Ukur dan beberapa pengikutnya berhasil meloloskan diri lalu bersembunyi di Gunung Lumbung yang berlokasi di kawasan Batulayang, Cililin, Bandung Barat.
Di sana, mereka membangun sebuah perkampungan dan tinggal bersama sekitar 1000 orang pengikut beserta keluarganya. Di perkampungan ini, ia dan para pengikutnya bercocok tanam, membuka sawah dan tegalan.
Maka terjadilah perang besar antara pasukan Dipati Ukur melawan pasukan Bahurekso. Karena jumlah pasukan Bahurekso lebih banyak, pasukan Dipati Ukur dengan mudah dikalahkan.
Namun, Dipati Ukur dan beberapa pengikutnya berhasil meloloskan diri lalu bersembunyi di Gunung Lumbung yang berlokasi di kawasan Batulayang, Cililin, Bandung Barat.
Di sana, mereka membangun sebuah perkampungan dan tinggal bersama sekitar 1000 orang pengikut beserta keluarganya. Di perkampungan ini, ia dan para pengikutnya bercocok tanam, membuka sawah dan tegalan.
(cip)
Lihat Juga :