Peringati HUT Ke-80 RI, Ratu Ageng Rekawati Santuni 730 Yatim dan Dhuafa
Sabtu, 16 Agustus 2025 - 11:14 WIB
loading...
Ketua Harian DPP PJBN Ratu Ageng Rekawati menyantuni 730 anak yatim dan dhuafa di Kabupaten Pandeglang, Jumat (15/8/2025). Acara yang berlangsung di Majelis Alfaruq, Desa Sukaratu, Majasari, ini untuk memperingati HUT ke-80 RI. Foto: Ist
A
A
A
PANDEGLANG - Ketua Harian DPP Paguron Jalak Banten Nusantara (PJBN) Ratu Ageng Rekawati menyantuni 730 anak yatim dan kaum dhuafa di Kabupaten Pandeglang, Banten, Jumat (15/8/2025). Acara yang berlangsung di Majelis Alfaruq, Jalan Maja Masjid, Desa Sukaratu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang ini bertujuan untuk memperingati HUT ke-80 RI.
Serangkaian acara diselenggarakan seperti perlombaan azan, mengaji, balap karung, makan kerupuk hingga perlombaan lainnya.
Baca juga: Peduli Dhuafa, Ratu Ageng Rekawati dan Ponpes Ribath Raudhah Gelar Sunatan Massal Gratis
Dalam kesempatan tersebut, Ratu mengatakan, santunan anak yatim dan dhuafa sebetulnya rutin dilaksanakan setiap pekan di hari Jumat. Namun, kali ini digelar secara berbeda lantaran bertepatan dengan momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).
"Sebetulnya ini kegiatan rutin setiap Jumat, namun yang sekarang digelar berbeda karena bertepatan dengan HUT ke-80 RI," ujar Ratu.
Dia menuturkan PJBN konsen terhadap anak yatim lantaran merealisasikan amanah yang telah diberikan dari para pendahulu. "Sesuai dengan amanah abah sepuh abah KH Tb Sangadiah yang harus memerdekakan anak yatim piatu," tuturnya.
Ratu juga mengajak agar seluruh masyarakat untuk menjadikan HUT ke 80 RI sebagai momentum untuk menggelorakan nilai-nilai proklamasi kemerdekaan. “Peringatan HUT ke-80 RI jangan hanya sekadar seremonial tetapi menjadi momentum menggelorakan nilai-nilai proklamasi kemerdekaan, patriotisme, pengabdian serta kerelaan berkorban dalam mewujudkan masyarakat maju dan sejahtera," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Majlis Dzikir Al Faruq Abie Faruq mengatakan santunan anak yatim diselenggarakan dalam rangka menyambut HUT ke-80 RI.
"Sebetulnya kegiatan rutin setiap Jumat, cuma sekarang digelar berbeda jadi pemberian tali kasih kepada para anak yatim yang sudah menjadi binaan digelar sedikit lebih meriah," ucapnya.
Serangkaian acara diselenggarakan seperti perlombaan azan, mengaji, balap karung, makan kerupuk hingga perlombaan lainnya.
Baca juga: Peduli Dhuafa, Ratu Ageng Rekawati dan Ponpes Ribath Raudhah Gelar Sunatan Massal Gratis
Dalam kesempatan tersebut, Ratu mengatakan, santunan anak yatim dan dhuafa sebetulnya rutin dilaksanakan setiap pekan di hari Jumat. Namun, kali ini digelar secara berbeda lantaran bertepatan dengan momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).
"Sebetulnya ini kegiatan rutin setiap Jumat, namun yang sekarang digelar berbeda karena bertepatan dengan HUT ke-80 RI," ujar Ratu.
Dia menuturkan PJBN konsen terhadap anak yatim lantaran merealisasikan amanah yang telah diberikan dari para pendahulu. "Sesuai dengan amanah abah sepuh abah KH Tb Sangadiah yang harus memerdekakan anak yatim piatu," tuturnya.
Ratu juga mengajak agar seluruh masyarakat untuk menjadikan HUT ke 80 RI sebagai momentum untuk menggelorakan nilai-nilai proklamasi kemerdekaan. “Peringatan HUT ke-80 RI jangan hanya sekadar seremonial tetapi menjadi momentum menggelorakan nilai-nilai proklamasi kemerdekaan, patriotisme, pengabdian serta kerelaan berkorban dalam mewujudkan masyarakat maju dan sejahtera," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Majlis Dzikir Al Faruq Abie Faruq mengatakan santunan anak yatim diselenggarakan dalam rangka menyambut HUT ke-80 RI.
"Sebetulnya kegiatan rutin setiap Jumat, cuma sekarang digelar berbeda jadi pemberian tali kasih kepada para anak yatim yang sudah menjadi binaan digelar sedikit lebih meriah," ucapnya.
(jon)
Lihat Juga :