11 Pendemo Ditangkap Polisi, Diduga Jadi Provokator Demo Ricuh Tuntut Bupati Pati Sudewo Mundur
Rabu, 13 Agustus 2025 - 16:26 WIB
loading...
Polda Jawa Tengah menyatakan bahwa telah menangkap 11 orang pendemo yang diduga jadi provokator dalam demonstrasi pemakzulan Bupati Pati Sudewo berujung ricuh. Foto/SindoNews
A
A
A
PATI - Polda Jawa Tengah (Jateng) menyatakan bahwa telah menangkap 11 orang yang diduga jadi provokator di demonstrasi pemakzulan Bupati Pati Sudewo. Kabid Humas Polda Jateng Artanto menyatakan mereka sebagai kelompok lain yang menyebabkan unjuk rasa tersebut berujung ricuh.
"Kurang lebih 11 orang kita lakukan pendataan kita periksa kepada yang bersangkutan," kata Artanto dalam wawancara bersama iNews TV, Rabu (13/8/2025).
Baca juga: Detik-detik Bupati Pati Sudewo Dilempari Botol saat Muncul di Hadapan Pengunjuk Rasa
Menurut Artanto, kelompok lain ini yang menjadikan aksi unjuk rasa pada awalnya damai berujung chaos. Namun, ia tak menyebut secara pasti dari mana massa tersebut.
"Kelompok lain menyusup provokator rusak suasana. Kita lakukan pengamanan para provokator dan sedang diperiksa Dirkrimum Polda Jateng," ujar Artanto.
Massa pendemo terus bertahan melakukan demonstrasi untuk menuntut Bupati Pati lengser dari jabatannya. Mereka tetap bertahan di sekitar Kantor Pemkab Pati meskipun sempat lempar-lemparan dengan aparat Kepolisian.
Baca juga: Demo Tuntut Bupati Pati Mundur Ricuh, Pengunjuk Rasa Jebol Pagar Pemkab
Polisi pun sempat menembakkan gas air mata dan water canon kepada massa aksi atau masyarakat Pati. Massa juga menyebut bakal terus bertahan hingga tuntutannya dikabulkan. Masyarakat merasa kecewa akibat kebijakan yang diambil oleh Bupati Pati.
Bupati Pati Sudewo sendiri menjadi sorotan lantaran mengeluarkan kebijakan kenaikan PBB-P2 hingga 250 persen. Masyarakatnya pun menolak dengan keras.
Dalam aksi ini, bantuan logislitik dari warga berupa air mineral kemasan hingga sejumlah hasil bumi seperti pisang dan lain sebagainya telah memadati posko yang berada di depan halaman Pemkab Pati.
Tak hanya itu, mobil komando yang menjadi pusat massa aksi menyuarakan protesnya, juga sudah terpakrir di lokasi. Terlihat, mobil komando itu juga ditempelkan sejumlah poster tuntutan.
"Bupati Pati Sudewo Mundur Secara Ksatria atau Dilengserkan Rakyat Secara Paksa. #LawanBupatiPreman, Arogan, Pembohong, Penipu Rakyat," tulis poster berwarna putih yang menempel di mobil komando tersebut.
Dalam demonstrasi ini, Sudewo yang mengenakan kemeja putih dan peci hitam sempat naik ke atas mobil polisi dan menyampaikan beberapa kata ke para pedemo. Namun, tak berselang lama, Sudewo langsung dilempari botol air mineral oleh para demonstran setelah memohon maaf.
Usai dilempari botol air kemasan, Sudewo pun terlihat langsung turun ke bawah untuk menyelamatkan diri. Bahkan, orang yang diduga ajudannya langsung sigap menepis botol minuman kemasan dengan tameng bertuliskan polisi.
"Kurang lebih 11 orang kita lakukan pendataan kita periksa kepada yang bersangkutan," kata Artanto dalam wawancara bersama iNews TV, Rabu (13/8/2025).
Baca juga: Detik-detik Bupati Pati Sudewo Dilempari Botol saat Muncul di Hadapan Pengunjuk Rasa
Menurut Artanto, kelompok lain ini yang menjadikan aksi unjuk rasa pada awalnya damai berujung chaos. Namun, ia tak menyebut secara pasti dari mana massa tersebut.
"Kelompok lain menyusup provokator rusak suasana. Kita lakukan pengamanan para provokator dan sedang diperiksa Dirkrimum Polda Jateng," ujar Artanto.
Demo Ricuh
Massa pendemo terus bertahan melakukan demonstrasi untuk menuntut Bupati Pati lengser dari jabatannya. Mereka tetap bertahan di sekitar Kantor Pemkab Pati meskipun sempat lempar-lemparan dengan aparat Kepolisian.
Baca juga: Demo Tuntut Bupati Pati Mundur Ricuh, Pengunjuk Rasa Jebol Pagar Pemkab
Polisi pun sempat menembakkan gas air mata dan water canon kepada massa aksi atau masyarakat Pati. Massa juga menyebut bakal terus bertahan hingga tuntutannya dikabulkan. Masyarakat merasa kecewa akibat kebijakan yang diambil oleh Bupati Pati.
Bupati Pati Sudewo sendiri menjadi sorotan lantaran mengeluarkan kebijakan kenaikan PBB-P2 hingga 250 persen. Masyarakatnya pun menolak dengan keras.
Dalam aksi ini, bantuan logislitik dari warga berupa air mineral kemasan hingga sejumlah hasil bumi seperti pisang dan lain sebagainya telah memadati posko yang berada di depan halaman Pemkab Pati.
Tak hanya itu, mobil komando yang menjadi pusat massa aksi menyuarakan protesnya, juga sudah terpakrir di lokasi. Terlihat, mobil komando itu juga ditempelkan sejumlah poster tuntutan.
"Bupati Pati Sudewo Mundur Secara Ksatria atau Dilengserkan Rakyat Secara Paksa. #LawanBupatiPreman, Arogan, Pembohong, Penipu Rakyat," tulis poster berwarna putih yang menempel di mobil komando tersebut.
Dalam demonstrasi ini, Sudewo yang mengenakan kemeja putih dan peci hitam sempat naik ke atas mobil polisi dan menyampaikan beberapa kata ke para pedemo. Namun, tak berselang lama, Sudewo langsung dilempari botol air mineral oleh para demonstran setelah memohon maaf.
Usai dilempari botol air kemasan, Sudewo pun terlihat langsung turun ke bawah untuk menyelamatkan diri. Bahkan, orang yang diduga ajudannya langsung sigap menepis botol minuman kemasan dengan tameng bertuliskan polisi.
(shf)
Lihat Juga :